Latest Post

LAPORAN KHUSUS: Mengenal Sosok KH. Sattar Madjid, Zuamak Pencetak 'Konglomerat Agama' dari Surabaya

Written By Amoe Hirata on Kamis, 30 April 2026 | 08.11

KH. Abdullah Sattar Madjid bersama KH. Syukri Zarkasyi ketika Berkunjung di Pondok Modern Darusalam Gontor

SURABAYA – Di era 1990-an, sebuah gerakan unik lahir dari jantung Kota Pahlawan. Di saat banyak lembaga keagamaan berfokus pada pembangunan fisik rumah ibadah, Jamaah Pengajian Surabaya (JPS) di bawah asuhan KH. A. Sattar Madjid justru melakukan gebrakan yang melampaui sekat-sekat tradisional: mengawinkan teks suci Al-Qur’an dengan teknologi manajemen modern dan pemberdayaan ekonomi pedesaan.

Menegaskan Relevansi Filsafat bagi Kehidupan Manusia Kontemporer

Written By Amoe Hirata on Selasa, 22 Juli 2025 | 15.04

Diktak Matkul Filsafat di Fakultas Ushuluddin Al-Azhar

P

erdebatan mengenai relevansi filsafat bukanlah hal baru. Sepanjang sejarah, disiplin ilmu yang fundamental ini senantiasa dihadapkan pada berbagai kritik dan pertanyaan mendasar terkait fungsi serta eksistensinya. Untuk memahami kompleksitas perdebatan ini, penting untuk menelaah kembali argumentasi yang telah lama dibahas oleh para pemikir

Agar Literasi Tak 'Rungkad': Belajar dari Pujangga Agung Abbas Aqqad

Written By Amoe Hirata on Senin, 21 Juli 2025 | 15.50

D

i Indonesia, budaya literasi belum begitu tinggi; bahkan bisa dibilang masih sangat rendah. Dalam buku berjudul "Bunga Rampai Literasi dan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial" (Fitri Mutia & Imam Yuadi, 2024: 207) dikemukakan fakta memprihatinkan: Menurut survei Program untuk Siswa Internasional Penilaian (PISA) oleh OECD, tingkat literasi Indonesia menduduki peringkat ke-62 dari 70 negara. Posisi ini menempatkannya dalam 10 negara terbawah dengan literasi rendah.

A. HASSAN SAMPAI AKHIR HAYAT PUNYA CITA-CITA TERUS BERKHIDMAT UNTUK AS-SUNNAH

Written By Amoe Hirata on Senin, 27 Januari 2025 | 13.17

“Banjaklah buku2 karangan beliau (Sjech Ahmad Hassan) dalam bahasa Indonesia, menjiarkan faham Islam dengan dasar Al-Qur’an dan Al-Hadist, memerangi taqlid dan mengandjurkan kebebasan berfikir, menolak bid'ah dan churafat dan membersihkan 'aqidah daripada pengaruh adjaran lain.” (Buya Hamka, Pengaruh Muhammad Abduh di Indonesia, 1958: 22).

BUYA NATSIR ORANG MULIA YANG MEMBUAT HATI TERKESIMA

Written By Amoe Hirata on Senin, 01 Januari 2024 | 05.51

Pada edisi 221, bertepatan dengan bulan wafatnya Natsir (6 Februari 1993), majalah Suara Masjid menerbitkan edisi HORIZON PEMIKIRAN MOHAMMAD NATSIR.

A. HASSAN DALAM “PANDANGAN” NURCHOLISH MADJID

Written By Amoe Hirata on Senin, 30 Januari 2023 | 01.50


S
aat jadi santri di MII Camplong, saya pernah mendengar Ustadz Ma’ruf, Guru Mapel Nahwu dan Hadits, sedikit bercerita tentang kunjungan Nurcholish Madjid –saat jadi santri Gontor bersama kawan-kawannya-- ke Bangil.

Keyrafa

Written By Amoe Hirata on Rabu, 23 November 2022 | 18.00


Keyrafa adalah singkatan dari nama lengkap Keyfa Chayra Waffa.  Nama cukup unik dan memiliki makna yang luhur. Si bungsu yang lahir di RS Dr. Soetomo (23/11/2022).


Keyfa adalah akronim dari kata "Key" yang artinya kunci dalam bahasa Inggris, atau "Kay" Yg berarti agar dalam bahasa Arab. Sedangkan "Fa"  adalah kepanjangan dari kata "Faradiesa" bentuk plural dari kata Firdaus yg berarti suga Firdaus.

 

Chayra berasal dari kata Arab yang artinya kebaikan atau yang terbaik.

 

Adapun Waffa berasal dari kata wafa-yafi-wafaa. Waffa adalah bentuk superlatifnya yg artinya banyak memenuhi atau menunaikan: amanah, janji dan semacamnya.

 

Dengan nama ini, diharapkan bisa menjadi perempuan yang melakukan amalan-amalan kunci yang bisa mengantarkannya ke surga Firdaus.

 

Di antaranya, dengan berusaha menjadi perempuan baik sepanjang hidup, dengan menjaga nilai luhur berupa menepati janji dan amanah. Baik kepada Allah maupun manusia.

PEMBELAAN BUYA HAMKA TERHADAP TUAN A. HASSAN

Written By Amoe Hirata on Jumat, 04 November 2022 | 17.16


Judul ini terinspirasi dari potongan catatan Buya Hamka dalam buku "Sebuah Polemik Agama TEGURAN SUCI & JUJUR TERHADAP MUFTI JOHOR" ketika membela A. Hassan dari kezaliman yang dituduhkan oleh Mufti Johor: Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad. Sebuah jawaban Buya Hamka yang diterbitkan menjadi buku oleh organisasi Muhammadiyah Singapura tahun 1958, yang isinya membantah tuduhan Mufti Johor terkait paham kaum muda Indonesia, khususnya terhadap A. Hassan.

PERAN PESANTREN PERSIS BANGIL DALAM PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

Written By Amoe Hirata on Jumat, 28 Oktober 2022 | 17.18


Berdasarkan cerita Ustadz A. Qadir Hassan, pesantren Persis dibangil mulai digerakkan pada tahun 1941. Awalnya, dibuka bagian puteri dengan murid sebanyak 12 orang.

Problem Kristenisasi, dari Buya Hamka hingga Koh Steven

Written By Amoe Hirata on Senin, 24 Oktober 2022 | 22.57


Tidak banyak yang penulis ketahui tentang Koh Seteven. Dulu, sempat dengar perannya, pada masa pandemi, menjual rumah dan Moge-nya (yang kabarnya laku 14 M) untuk didermakan untuk kepentingan masyarakat luas, penyintas pandemi.

PENDIDIKAN DAN BUKU BACAAN KH. ACHMAD DACHLAN

Written By Amoe Hirata on Minggu, 23 Oktober 2022 | 22.37

Awalnya, ulama yang masa kecilnya bernama Mohammad Darwis ini dididik langsung oleh orang tuanya sendiri. Setelah agak besar, disuruh menunaikan haji sembari mempelajari ilmu agama di Tanah Suci Mekkah.

HARI SANTRI DAN RESOLUSI JIHAD KH. HASYIM ASY'ARI

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 22 Oktober 2022 | 16.14

Pada 22 Oktober 1945 KH. Hasyim Asy’ari melalui lembaga NU mengeluarkan fatwa yang kemudian dikenal dengan Resolusi Jihad.

KEDERMAWANAN TUAN A. HASSAN

Written By Amoe Hirata on Rabu, 19 Oktober 2022 | 05.45


            Ada banyak hal yang bisa diteladani dari figur Tuan A. Hassan. Di antaranya masalah kedermawanan. Yang terkenal adalah terkait dewma harta yang berasal dari keringat beliau sendiri berupa buku, majalah yang diterbitkan dan lain-lain.

Aliran Dramatisasi Akhir Zaman

Written By Amoe Hirata on Selasa, 18 Oktober 2022 | 13.15


DALAM Surat Kabar Merdeka no. 256 (Jum'at, 21 Desember 1956), diberitakan kejadian menghebohkan publik dengan tajuk "Dunia Akan Kiamat Dalam 9 Hari Lagi?"

Kedudukan Hadits Baca Al-Fatihah Sebelum Membuka Acara

         Sudah menjadi kebiasan umat Muslim Indonesia, atau bahkan beberapa negara Muslim di dunia, saat dalam suatu acara terlebih dahulu membaca Al-Fatihah.

Buya Natsir: Al-Arwaahu Junudun Mujannadah

 

"Al-arwaahu djunudun mudjannadah! Ruh adalah laksana pasukan jang berpadu dengan siapa sadja jang serasi dengannja! Bila ruh telah menemui tempatnja jang sesuai ia bergerak, menghidupkan dan menggerakkan tubuh djasmanijjahnja!"

TIGA PESAN TJOKROAMINOTO UNTUK ANAK BIOLOGIS DAN IDEOLOGISNYA

Written By Amoe Hirata on Senin, 17 Oktober 2022 | 11.55

 


PADA tahun 1945, beberapa orang yang tergolong ulama berkunjung ke rumah Anwar Tjokroaminoto (anak kedua Tjokroaminoto).

TERPERANJATNYA MUCHTAR LUTHFI SAAT BERTEMU A. HASSAN


Di antara perdebatan cukup penting yang pernah dilakukan Tuan A. Hassan adalah dengan Muchtar Luthfi. Alhamdulillah Babe Ridwan Saidi menulisnya secara global pada bukunya yang berjudul “Islam dan Nasionalisme Indonesia” (1995: 61-75) yang didasarkan pada brosur terbitan Persis Bandung bertajuk “Risalah Debat Kebangsaan.”

Apa A. Hassan Lebih Pandai dari Imam Bukhari & Muslim?

            Pada pasal ke-12 pembahasan buku “Risalah Riba”, Tuan A. Hassan mengetengahkan soal-jawab ringkas terkait riba.

HB. JASSIN : A. HASSAN SEORANG MUJTAHID

Written By Amoe Hirata on Minggu, 16 Oktober 2022 | 19.20


H.B. Jassin, Sasterawan Besar Indonesia, suatu ketika pernah sekilas menulis tentang sosok A. Hassan dalam bukunya berjudul "Polemik Suatu Pembahasan Sastera dan Kebebasan Mencipta Berhadapan dengan Undang-undang dan Agama" (1972: 49), "A . Hassan seorang ulama yang terkemuka di Indonesia, yang banyak menulis mengenai berbagai macam masalah agama Islam — menurut hemat saya patut disebut sebagai seorang mujtahid , lepas dari setuju ataukah tidak dengan pendapat - pendapatnya." (Selesai Nukilan). 

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan