Dr. Majid Al-Kilani mengatakan dalam bukunya (Hakadza
dhahara jīlu shalāhuddin wa hakadza ‘ādat al-Qusd), di
dunia Barat jika orang merasa gagal, maka dia melakukan bunuh diri (istilahnya:
intahara nafsan). Sedangkan dalam tubuh umat Islam, jika merasa gagal tidak
melakukan bunuh diri, tapi membunuh fungsi sosial (istilahnya: intahara
ijtima’iyyan).
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wawasan. Tampilkan semua postingan
Dua Generasi Pembebas Palestina III
Written By Amoe Hirata on Rabu, 19 Oktober 2016 | 11.16
Label:
Mutiara Sejarah,
Peradaban Islam,
Sejarah Islam,
wawasan
SYI`AHISASI: Ancaman atau Ketentraman?
Written By Amoe Hirata on Rabu, 01 Juli 2015 | 05.53
"اتَّقُوا اللهَ فِيْنَا وَفِيْ أَنْفُسِكُمْ...أَنَّنَا نُحِبُّ
أَهْلَ الْبَيْتِ...خُطَطُكُمْ لِتَحْوِيْلِ أَهْلِ السُّنَّةِ إِلَى شِيْعَة فِي مِصْرَ
لَنْ تُفْلِحَ أَبَدًا".
“Bertakwalah pada Allah baik pada diri kita maupun kalian.
Kita sama-sama mencitai Ahlul Bait. (Namun)Usaha kalian dalam menyebarkan
ideologi Syi`ah di Mesir, tidak akan berhasil selamanya.”
Begitulah petikan dari Syaikh Ali Jum`ah ketika
masih menjadi Mufti Mesir, yang penulis dapat dari situs resmi Dār Al
Iftā` Mesir (http://www.dar-alifta.org/Viewstatement.aspx?ID=616&text=%D8%A7%D9%84%D8%B4%D9%8A%D8%B9%D8%A9
). Beliau mengingatkan, ‘penyebaran idielogi Syi`ah di wilayah Sunni hanya akan
membuat stabilitas keamanan masyarakat terganggu.
Statemen ini beliau katakan dalam Aula Muhammad
Abduh, ketika sedang menyampaikan kuliah yang diselenggarakan Majma` Buhuts Al
Islami di Al-Azhar sebagai peringatan atas bahaya pemikiran Syi`ah(9 Oktober
2012).
Ada lima poin penting yang
beliau paparkan mengenai perbedaan mendasar Syi`ah dengan Sunni. Pertama,
akidah al-badā`(idiologi Syi`ah yang menyatakan bahwa Allah telah
menetapkan sesuatu kemudian mengubah pendapatnya dan menarik kembali
keputusannya. Pendapat ini sangat ditentang Ahlu Sunnah).
Kedua, tahrīf(penyimpangan) Al Qur`an. Syi`ah meyakini,
dalam Al Qur`an yang diyakini oleh Ahlus Sunnah ada tahīf-nya. Ada ulama Syi`ah yang bernama Syaikh
An-Nuri sampai mengarang kitab yang berjudul: “Fashlu al-Khithāb fī Tahrīfi Kitābi Rabbi al-Arbāb(Penjelasan tentang penyimpangan dalam Kitab Al
Qur`an)”. Pandangan ini sangat ditolak oleh Sunni.
Ketiga,
perbedaan terkait mengenai keadilan sahabat serta celaan mereka terhadap
sahabat-sahabat yang mulia. Banyak sekali bukti tertulis dalam kitab-kitab
mereka yang mencela para sahabat. Ada sekitar 110 jilid kitab rujukan inti Syi`ah
yang lima di antaranya mencela para sahabat nabi, yang kemudian berusaha
dilenyapkan agar mereka tidak mendapat pertentangan dari yang lain. Keempat,
perbedaan terkait masalah taqiyah. Menurut beliau, Syi`ah tidak
segan-segan melakukan kebohongan demi membela pendapatnya. Sedangkan Ahlus
Sunnah mengecam keras hal itu.
Kelima, Ahlus Sunnah
tidak mengakui kemaksuman seorang pun kecuali para nabi. Adapun Imam Ahlul Bait
mereka memang takwa dan berilmu, namun tidak sampai maksum dan bukan sebagai
sumber hukum. Demikianlah beberapa poin penting yang disampaikan beliau dalam
kuliahnya.
Sebenarnya
banyak sekali usaha yang menginginkan terjadinya rekonsiliasi antara paham
Ahlus Sunnah dan Syi`ah. Di antara ulama yang berusaha mewujudkannya: Syaikh.
Mahmud Syaltut, Syaikh, Manshur Rajab, Syaikh. Abdul Aziz Isa, Syaikh.
Al-Baquri, bahkan Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dan masih banyak yang lainnya. Hanya
saja usaha ini menjadi sia-sia lantaran dilanggar sendiri oleh Syi`ah yang
jelas-jelas memiliki ideologi berbeda dengan Ahlus Sunnah.
Kalau
antara Syi`ah dan Sunni memang bisa benar-benar menyatu, maka tidak mungkin dalam
sejarah pahlawan sekaliber Nuruddin Mahmud Zanki, Asaduddin Syirkuh, Imam Al-Ghazali
dengan madrasah Nidhamiyahnya, Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi yang notabene
merupakan bagian dari Ahlus Sunnah –secara bertahap dan bijak- mengubah
ideologi Al-Azhar(atau Mesir) dari Syi`ah menjadi Sunni kembali(baca: Muhammad
Shallābi, Shalāhuddīn al-Ayyūbi wa juhūduhu fī al-Qaḍā `ala al-Daulah al-Fāṭimiyah wa Tahrīri Baiti al-Maqdis).
Sikap
ulama Mesir terhadap Syi`ah –baik tempo dulu maupun sekarang- semestinya bisa
menjadi pelajaran berharga bagi Bangsa Indonesia untuk mewaspadai ideologi
Syi`ah. Bagaimana mungkin minyak dan air bisa menyatu? Kalau ideologi ini
dibiarkan berkembang, maka sangat mungkin terjadi apa yang dipaparkan oleh
Syaikh Ali Jum`ah bahwa penyebaran Syi`ah dalam komunitas Sunni hanya akan
merusak stabilitas keamanan. Semoga kita bisa terhindar dari fitnah besar ini. Wallāhu a`lam.
Kepedulian Sosial Muslim Niamey
Written By Amoe Hirata on Rabu, 14 Januari 2015 | 10.21
“Setiap
orang menginginkan keberuntungan. Namun ia hanya bisa diraih dengan jalan yang
penuh gelombang (rintangan). Semuanya akan mudah bagi orang yang telah
ditetapkan Allah meraih keberuntungan dunia-akhirat. Di antara cara (efektif)
untuk meraihnya ialah dengan mempersembahkan kebaikan pada orang lain dengan
berbagai macam watak, karakter, dan jenisnya. Tidak ada seorang pun yang
menyangkal bahwa orang yang berusaha keras menebarkan kebaikan baik maknawi(seperti:
nasihat, ilmu, dan musyawarah), maupun materi(seperti: harta), pasti akan
dicintai oleh yang menerima kebaikan tersebut. Berangkat dari situ, kami
mengajak ‘hayya `ala al-falāh’(mari
menuju keberuntungan) yang diulang-ulang muadzin lima kali sehari”. Demikan
sambutan Syaikh Husain Sa`ad Thāhir
selaku direktur utama dalam situs resmi lembaga yang dipimpinnya (http://alfalah96.com/), Al-Falāh Al-Khairiyah.
Niger adalah
sebuah negara bersistem republik yang wilayahnya terkurung oleh daratan (landlocked).
Secara geografis, ia terletak di bagian barat Afrika. Negara ini berbatasan
dengan Nigeria dan Benin di sebelah selatan; Mali di barat; Aljazair dan Libya
di utara; dan Chad di sebelah timur. Nama negara ini diambil dari Sungai Niger.
Ibu kotanya ialah Niamey. Penduduknya berjumlah sekitar 17.129.076. Hampir delapan puluh persen wilayahnya didominasi
gurun pasir. Di mata internasional, negara ini dikategorikan sebagai bagian negara termiskin serta paling rendah
pertumbuhan penduduknya.
Hampir
delapan puluh persen lebih penduduknya beragama Islam. Islam bisa
menyebar luas sampai pada wilayah ini
melalui seorang da`i kenamaan yang bernama Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni.
Dengan dakwah yang telaten, teladan yang baik, kedisiplinan tinggi, kesabaran
yang tangguh bersama Abdullah bin Yasin, ia mampu –atas petunjuk Allah-
mengisalamkan lebih dari sepuluh negara Afrika Barat, termasuk Niger. Negara
ini merupakan bekas jajahan Perancis. Ia baru merdeka pada 3 Agustus 1960. Sekarang
Kepala Presidennya bernama: Mahamadou Issoufou.
Secara umum,
kondisi ekonomi negara ini bergantung pada ekspor hasil pertanian, berpusat di
wilayah bagian selatan yang tanahnya relatif
subur. Di samping itu, negara ini juga mengekspor bahan baku penting, di antara
yang paling menjadi andalan ialah uranium. Meski demikian, Niger tetap tidak
mampu bangkit secara mandiri, baik dalam bidang ekonomi, maupun sosial ditambah
lagi persoalan lain yang tak kalah mirisnya berupa rendahnya tingkat kesehatan,
pendidikan dan kondisi lingkungan yang tidak kondusif.
Dalam
kondisi negara yang begitu miskin dan memprihatinkan itu, berangkat dari firman
Allah: “dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa”(Qs. Al-Maidah: 2) dan
sabda Rasulullah: “Allah akan senantiasa menolong hamba, selama dia menolong
saudaranya”(Hr. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi), serta ajaran-ajaran agama
Islam yang mendorong untuk berbuat kebaikan dan ihsan kepada manusia, maka di
Niamey(Ibu Kota Niger) didirikanlah Lembaga Al-Falāh Al-Khairiyah oleh
orang-orang yang mempunyai perhatian khusus pada kebaikan. Ia merupakan lembaga
sosial swasta yang berkonsentrasi dalam beberapa bidang berikut:
Pertama, dakwah. Baik melalui masjid,
maupun dengan mendirikan sekolah-sekolah Qur`an. Kedua, pendidikan.
Dengan cara membangun sekolah sebagai wadahnya, serta mengusahakan penghapusan
buta huruf. Ketiga, kesehatan. Membangun klinik kesehatan, mengobati
orang sakit, dan menyediakan obat-obatan. Keempat, kemanusiaan. Yaitu
dengan cara mengasuh anak yatim dan membuatkan asramah, menanggung biaya para
guru dan dai, membuat kegiatan buka bersama bagi orang berpuasa, membagikan
daging kurban serta pembagian baju gratis.
Lembaga ini didirikan pada
13 Februari 1996. Ia berdiri dengan adanya keputusan No. 6-86 yang dikeluarkan
oleh Mentri Dalam Negeri Republik Niger pada tanggal 1 Maret 1996. Setelah
diresmikan pemerintah, lembaga ini dengan segera memulai aktivitas dan
program-programnya. Ia juga membuka kerjasama dengan berbagai yayasan dan lembaga
sosial Islam baik di dalam maupun luar negeri.
Tujuan lembaga
ini didirikan ialah sebagai berikut: Pertama, Berdakwah pada Allah Swt. dengan
penuh hikmah, dan nasihat yang baik. Kedua, Menanamkan akidah yang lurus
serta menjelaskan ajaran-ajaran Islam yang toleran. Ketiga, Menyebarkan
wawasan keislaman berdasarkan manhaj salaf (ulama terdahulu) al-shalih (yang
baik) dalam perspektif al-Qur`an dan Sunnah. Keempat, Menyebarluaskan
kebaikan dan berkhidmah untuk kepentingan kemanusiaan. Kelima, Berusaha
meringankan beban orang fakir-miskin dan memperbaiki kondisi hidup dan
kesehatan mereka.
Keenam, menebarkan
ilmu dan memberantas kebodohan, meningkatkan kemampuan guru, para imam dan para
muadzin. Ketujuh, Mendorong upaya penelitian ilmiah serta
berbagai bentuk keahlian yang membuahkan penemuan-penemuan yang konstruktif. Al-Falāh Al-Khairiyah Niamey Niger
merupakan satu lembagai sosial yang selalu berupaya meningkatkan kemajuan
masyarakat khususnya di negara Niger sebagai markas utama, dan negara lain pada
umumnya.
Semua itu
berjalan melalui kantor-kantor organisasi khusus yang diawasi beberapa
organisasi, yayasan, dan asosiasi besar dunia yang menyokong secara intensif
proyek ini, seperti: organisasi al-Hilāl
al-Ahmar al-Imārati(semacam
PMI di Indonesia), organisasi Dubai al-Khairiyah, Dār al-Birr dan organisasi-oraganisasi lain yang
memiliki peranan besar dalam upaya pemberian bantuan di negara Niger secara
khusus. Lembaga ini akan terus bekerja untuk memberikan bantuannya tanpa batas.
Di antara amal
penting yang dilakukan oleh lembaga sosial ini –dan masih terus berjalan hingga
sekarang- ialah kegiatan pengasuhan anak yatim serta membangun tempat tinggal
bagi mereka serta menganggung biaya belajar dan kehidupan mereka. Melalui
lembaga ini, pengadopsian dan pengasuhan sejumlah besar dari anak yatim dan
faqir telah berjalan dengan baik di berbagai desa Niger. Sangat besar harapan
lembaga ini untuk berkontibusi dalam bidang sosial khususnya pengasuhan anak
yatim.
Liputan Kegiatan Rasulullah di Bulan Ramadhan
Written By Amoe Hirata on Rabu, 11 Juni 2014 | 08.43
No
|
Tahun
|
Bulan
|
Rangkaian Peristiwa
|
1
|
2 thun sebelum kenabian
|
R
A
M
A
D
H
A
N
|
-Rajin
i`tikaf sebulan penuh waktu bulan Ramadhan di gua Hira.
|
2
|
Tahun 1 Kenabian
|
-Muhammad
mendapat wahyu pertama di gua Hira` pada hari Senin sebagai pertanda
diangkatnya sebagai Nabi.
|
|
3
|
Tahun 4 Kenabian
|
-Rasulullah
keluar menuju masjid al-Haram, pada waktu itu ada pembesar Qurays, lalu
tiba-tiba Rasulullah membaca surat An-Najm pada mereka, sampai ketika pada
ayat sajadah mereka turut bersujud karena terkesan dengan ayat
al-Qur`an.
|
|
4
|
Tahun 10 Kenabian
|
-Khadijah
binti Khuwailid, istri Nabi, wafat sebulan pasca wafatnya Abu Thalib pada
bulan Rajab.
|
|
5
|
1 Hijriah
|
-Sarriyah
Hamzah bin Abdul Muthallib ke Saiful Bahri[Maret, 623M].
|
|
6
|
2 Hijriah
|
-Menjalankan
kewajiban puasa yang pertama kalinya
-Perang
Badar Kubro[Malam Jum`at tanggal 17 Ramadhan].
-Meninggalnya
Ruqayya binti Muhammad
-Menikahkan
Fathimah dengan Ali bin Abi Thalib
-Mengutus
`Umair bin Adi Al-Khathmi ke Ashmaa` binti Marwan dari bani Umayyah bin Zaid
yang mana mengganggu dan mengejek Islam
-Jibril
membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf
pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
|
|
7
|
3 Hijriah
|
-Nabi
menikah dengan Zainab binti Khuzaimah
-Lahirnya
cucu Rasulullah Al-Hasan bin Ali
-Jibril
membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf
pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
|
|
8
|
4 Hijriah
|
-Jibril
membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf
pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
|
|
9
|
5 Hijriah
|
-Jibril
membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf
pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
|
|
10
|
6 Hijriah
|
-
Sarriyah Abu Bakar As-Shiddiq/Zaid bin Al-Haritsa ke Wadi(lembah)
Al-Quro
-
Mengirim sarriyah ke bani Fuzarah.
-Jibril
membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf
pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
|
|
11
|
7 Hijriah
|
-Sarriyah
Ghalib bin Abdillah Al-Laitsi ke
bani `Uwal dan bani `Abd bin Tsa`labah di daerah yang bernama Al-Maifa`ah.
-
Fathu al-Khaibar[Pembebasan
Khaibar].
-Jibril
membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf
pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
|
|
12
|
8 Hijriah
|
-Sarriyah Abu Qotadah menuju klan bani Idham pada awal bulan
Ramadhan sebelum fathul Makkah.
-Fathul
Makkah[Pembebasan Kota Makkah].
-Sarriyah
Khalid bin Walid untuk menghancurkan patung al-`Uzzah.
-Jibril
membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf
pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
-Selama
menghabiskan masa singgahnya di Makkah, Rasulullah meng-qashar shalat dan
tidak berpuasa.
|
|
13
|
9 Hijriah
|
-Jibril
membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf
pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
-
Sarriyah `Amru bin `Ash untuk menghancurkan patung Suwaa`
-Sarriyah Sa`ad bin Zaid Al-Asyhali untuk menghancurkan
Patung Manat.
-
Sarriyah Ali bin Abi Thalib ke Yaman untuk yang ke dua kalinya
-Raja
Himyar mengutus Malik bim Muraarah Ar-Rahawai kepada Rasulullah
-Rasulullah
pulang dari perang Tabuk sampai Madinah pada bulan Ramadhan, kemudian
menerima delegasi dari Tsaqif yang diwakili oleh Urwah bin Mas`ud yang
kemudian masuk Islam.
|
|
14
|
10 Hijriah
|
-Jibril
membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak dua kali
-Kedatangan
delegasi dari Ghassan yang kemudian masuk Islam
-I`tikaf
sebanyak duapuluh hari.
|
Konspirasi Berbahaya Biarawan Sion Menjelang Armagedon
Written By Amoe Hirata on Kamis, 29 Mei 2014 | 22.18
Setelah berhasil mengeluarkan Adam dan Hawa dari Taman Eden, Iblis yang tadinya menjelma dalam bentuk seekor ular mengikuti langkah manusia untuk selalu memalingkannya dari jalan Allah SWT.
Di bumi, Iblis menemukan wadah yang tepat dengannya dalam Ordo Persaudaraan Ular (Tha Brotherood of Snake) sebagai kendaraan untuk misinya itu.
Ordo Persaudaraan Ular diyakini merupakan cikal bakal Ordo Kabbalah yang membesar dan berpusat dalam masa kekuasaan rezim Fir`aun di Mesir, dan seiring perjalanan waktu kemudian membentuk Ordo Biarawan Sion, lalu membentuk lagi Ordo Ksatria Templar, membentuk lagi Freemasonry, Illuminati, dan organisasi-organisasi esoteris rahasia lainnya yang eksis hingga sekarang.
Di bumi, Iblis menemukan wadah yang tepat dengannya dalam Ordo Persaudaraan Ular (Tha Brotherood of Snake) sebagai kendaraan untuk misinya itu.
Ordo Persaudaraan Ular diyakini merupakan cikal bakal Ordo Kabbalah yang membesar dan berpusat dalam masa kekuasaan rezim Fir`aun di Mesir, dan seiring perjalanan waktu kemudian membentuk Ordo Biarawan Sion, lalu membentuk lagi Ordo Ksatria Templar, membentuk lagi Freemasonry, Illuminati, dan organisasi-organisasi esoteris rahasia lainnya yang eksis hingga sekarang.
Banyak
peneliti menemukan benang merah yang teramat kuat antara Biarawan Sion, Ksatria
Templar, Freemasonry, Rosicrusian, Illuminati, dan sebagainya. Benang merah itu
adalah ideologi esoteris yang bernama Kabbalah. Perkumpulan-perkumpulan rahasia
dan sangat tertutup ini diyakini sebagai pihak yang bermain di belakang layar
dalam berbagai peristiwa penting dunia.
Perang Salib misalnya, adalah Peter si Pertapa yang merupakan anggota Ordo Kabbalah yang berada dalam Gereja Yohanit yang mula-mula memprovokasi Paus Urbanus II agar mengakhiri perjanjian Aelia yang berisi perjanjian damai antara Kristen dengan kaum Muslim yang telah ditandatangani Khalifah Umar bin Khattab dan Uskup Agung Yerusalem Sophronius bersamaan dengan diserahterimakan kota suci Yerusalem dari kekuasaan pihak Kristen ke tangan kaum Muslimin.
Salah satu tokoh Perang Salib pertama, Godfroi de Boillon, yang juga tokoh Biarawan Sion dan Templar, juga diyakini merupakan anggota dari Ordo Kabbalah Gereja Yohanit, sama seperti Peter. Hughes de Payens-Grand Master Ksatria Templar pertama- dan kedelapan Ksatria Templar lainnya juga merupakan anggota Ordo Kabbalah Gereja Yohanit. Mereka inilah anak-anak Iblis, sama sekali bukan pengawal sejati Yesus atau Nabi Isa Alaihissalam.
Perang Salib misalnya, adalah Peter si Pertapa yang merupakan anggota Ordo Kabbalah yang berada dalam Gereja Yohanit yang mula-mula memprovokasi Paus Urbanus II agar mengakhiri perjanjian Aelia yang berisi perjanjian damai antara Kristen dengan kaum Muslim yang telah ditandatangani Khalifah Umar bin Khattab dan Uskup Agung Yerusalem Sophronius bersamaan dengan diserahterimakan kota suci Yerusalem dari kekuasaan pihak Kristen ke tangan kaum Muslimin.
Salah satu tokoh Perang Salib pertama, Godfroi de Boillon, yang juga tokoh Biarawan Sion dan Templar, juga diyakini merupakan anggota dari Ordo Kabbalah Gereja Yohanit, sama seperti Peter. Hughes de Payens-Grand Master Ksatria Templar pertama- dan kedelapan Ksatria Templar lainnya juga merupakan anggota Ordo Kabbalah Gereja Yohanit. Mereka inilah anak-anak Iblis, sama sekali bukan pengawal sejati Yesus atau Nabi Isa Alaihissalam.
Senjata
utama yang dipergunakan oleh Ordo Kabbalah, cikal bakal Zionis-Yahudi, adalah
emas, militer, dan propaganda. Dengan ketiganya mereka merencanakan strategi penguasaan
dunia menuju satu pemerintahan bumi, The New World Order. Dengan cara
apapun, jalan apapun, strategi apapun, mereka sekuat tenaga akan berjuang untuk
mencapai tujuan akhir tersebut.
Dengan
emas mereka menguasai sistem perekonomian negara-negara terkuat dunia, Inggris,
Perancis, dan kemudian Amerika, dan akhirnya mampu mengendalikan mereka. Bahkan
Amerika sepenuhya telah menjadi kuda tunggangan mereka untuk memuluskan
ambisinya.
Dengan
militer, antara lain menguasai bisnis peralatan perang, bisnis tentara bayaran,
mafia, dan bisnis militer lainnya, juga organisasi ketentaraan resmi di
negara-negara dunia terkuat, mereka semakin melicinkan usahanya. Dari dentuman
mesiu, ketakutan, teror, darah, konflik dan nyawa, mereka menangguk kentungan
yang besar. Selain itu, bisnis ini juga menciptakan kondisi dimana mereka
menjadi ditakuti dan berkuasa di dalam menentukan kebijakan dunia.
Yang terakhir adalah propaganda. Dengan senjata terakhir ini, opini masyarakat dunia digiring menuju satu keyakinan untuk mendukung keberadaan Israel di Tanah Palestina. Di sisi lain, dengan senjata propaganda ini mereka juga merusak agama-agama lainnya dengan kebudayaan sampah yang bernama kebudayaan Barat.
Yang terakhir adalah propaganda. Dengan senjata terakhir ini, opini masyarakat dunia digiring menuju satu keyakinan untuk mendukung keberadaan Israel di Tanah Palestina. Di sisi lain, dengan senjata propaganda ini mereka juga merusak agama-agama lainnya dengan kebudayaan sampah yang bernama kebudayaan Barat.
Banyaknya
kejanggalan yang menyelimuti peristiwa runtuhnya Menara WTC, 9 September 2001,
disertai dengan sikap mencurigakan yang ditunjukkan pemerintah Bush merupakan
indikasi kuat bahwa peristiwa itu memang dirancang untuk terjadi dan menimpa
warga Amerika Serikat non-Yahudi.
Orang-orang Amerika no-Yahudi itu sengaja dikorbankan oleh pemerintahan Bush guna menjustifikasi rencana serangan ke Afganistan dan Irak, dan ke seluruh wilayah di dunia yang dianggap bisa menjadi penghalang cita-cita mereka, yakni membentuk Amerika Serikat menjadi satu imperium baru di dunia, dimana tidak ada satupun negara yang mampu menyainginya dan mampu menentang kehendaknya. Amerika harus menjadi indikator tunggal bagi dunia. Inilah inti dari dokumen pembentukan Pax-Americana.
Orang-orang Amerika no-Yahudi itu sengaja dikorbankan oleh pemerintahan Bush guna menjustifikasi rencana serangan ke Afganistan dan Irak, dan ke seluruh wilayah di dunia yang dianggap bisa menjadi penghalang cita-cita mereka, yakni membentuk Amerika Serikat menjadi satu imperium baru di dunia, dimana tidak ada satupun negara yang mampu menyainginya dan mampu menentang kehendaknya. Amerika harus menjadi indikator tunggal bagi dunia. Inilah inti dari dokumen pembentukan Pax-Americana.
Yang
mendasari sikap politik, pemikiaran, dan tindakan Bush dan orang-orang dekatnya
yang dikenal sebagai Neo-Konservatif, Kelompok Hawkish, ataupun Penjahat
Perang, seperti Paul Wolfowitz, Dick Ccheney, Richard Perle, Donald Rumsfeld,
Condoleeza Rice, dan lainnya adalah keyakinannya terhadap pokok-pokok pikiran
yang terdapat di dalam injil Darby dan Scofield yang mengharuskan seorang
Kristen mendukung Zionis-Israel tanpa syarat apapun. Injil ini sengaja dibuat
oleh Konspirasi Yahudi agar orang-orang Kristen Amerika bisa menjadi kuda
tunggangan bagi cita-cita satanis mereka.
Setelah
Komunisme dianggap sudah berakhir, maka Islam-lah yang mereka pandang sebagai
batu penghalang yang paling keras bagi pencapaian tujuannya. Sebab itu,
kekuatan hijau ini harus dihancurkan dibuat lumpuh untuk selama-lamanya.
Peperangan yang digelar di Afghanistan dan kemudian Irak, dan sekarang juga
Lebanon, memiliki dua keuntungan bagi Amerika dan Israel, yakni penguasaan
wilayah-wilayah kaya minyak, penguasaan geo-strategis di Timur Tengah, dan
menggairahkan Industri perang Amerika dan Israel agar berjalan lebih cepat
untuk menghasilkan laba.
Perang adalah bisnis. Dalam kedua perang di awal millenium ini, invasi terhadap Afghanistan dan Irak, Industri persenjataan Amerika Serikat juga terbukti melakukan uji coba sejumlah persenjataan baru dengan kaum Muslimin sebagai tikus percobaannya. Semua ini diselimuti oleh ideologi Kabbalah dan sesuai dengan ajaran Talmud, karena pelaku utama dari seluruh kebijakan yang ditempuh Amerika, dan diikuti oleh sebagian Eropa, pelaku-pelakunya adalah anggota dari Freemasonry dan illuminati.
Perang adalah bisnis. Dalam kedua perang di awal millenium ini, invasi terhadap Afghanistan dan Irak, Industri persenjataan Amerika Serikat juga terbukti melakukan uji coba sejumlah persenjataan baru dengan kaum Muslimin sebagai tikus percobaannya. Semua ini diselimuti oleh ideologi Kabbalah dan sesuai dengan ajaran Talmud, karena pelaku utama dari seluruh kebijakan yang ditempuh Amerika, dan diikuti oleh sebagian Eropa, pelaku-pelakunya adalah anggota dari Freemasonry dan illuminati.
Konspirasi
Yahudi Internasional bermain de belakang layar. Rothschild dan Rockefeller
misalnya, terus menggerakkan mesin-mesin bisnis mereka untuk menciptakan satu
dunia baru, suatu dunia yang dipersiapkan bagi kehadiran kedua kalinya Sang
Kristus. Yang dipercaya mereka akan memimpin mereka dalam mengalahkan
musuh-musuhnya. Dalam nama Dollar, Minyak, dan Tuhan, semuanya bergerak, menuju
satu titik: Peperangan dan Akhir Zaman.
Hari
Akhir atau Zaman Akhir merupakan sesuatu yang diyakini oleh umat Islam, Umat
Kristen, dan Kaum Yahudi. Ketiga kepercayaan ini sama-sama meyakini bahwa umur
dunia suatu ketika akan habis, bumi akan berhenti berputar, dan manusia akan
dibawa ke mahkamah terakhir. Hanya saja, di dalam nash-nash ketiganya,
Islam memiliki nash yang lebih lengkap dan komprehensif, disebabkan
berasal langsung dari firman Allah SWT di dalam al-Qur`an, yang terjaga
keasliannya sejak diturunkan pertama kali hingga detik ini.
Bahkan Allah ta`ala menjamin bahwa kitab suci al-Qur`an akan terus dijaga hingga tidak ada satu ayat pun yang berubah hingga akhir zaman. Ini sangat berbeda dengan Injil maupun Taurat, yang sudah tidak bisa lagi dipastikan mana yang asli mana yang bikinan manusia, karena di dalam sejarahnya baik Injil maupun Taurat, mengalami intervensi manusia sangat banyak.
Bahkan sekarang ini kita mengenal adanya Masonic Bible yang isinya tidak bertentangan dengan ajaran Kabbalah yang merupakan induk dari ajaran sihir dan okultisme dunia, Injil Darby dan Scofield yang isinya mendukung keberadaan kaum Zionis dan tunduk pada Talmud, dan sebagainya. Bahkan di dalam agama Kristen Katolik, beredar sejumlah injil apokripa yang terlarang bagi umatnya dan hanya boleh dibaca oleh petinggi-petinggi gereja. Injil apokripa adalah ratusan Injil yang ‘dibuang’ dalam Konsili Nicea 325 Masehi, seperti Injil Maria, Injil Thomas, Injil Barnabas, dan Injil-Injil lain yang menganggap Yesus hanyalah utusan Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri.
Bahkan Allah ta`ala menjamin bahwa kitab suci al-Qur`an akan terus dijaga hingga tidak ada satu ayat pun yang berubah hingga akhir zaman. Ini sangat berbeda dengan Injil maupun Taurat, yang sudah tidak bisa lagi dipastikan mana yang asli mana yang bikinan manusia, karena di dalam sejarahnya baik Injil maupun Taurat, mengalami intervensi manusia sangat banyak.
Bahkan sekarang ini kita mengenal adanya Masonic Bible yang isinya tidak bertentangan dengan ajaran Kabbalah yang merupakan induk dari ajaran sihir dan okultisme dunia, Injil Darby dan Scofield yang isinya mendukung keberadaan kaum Zionis dan tunduk pada Talmud, dan sebagainya. Bahkan di dalam agama Kristen Katolik, beredar sejumlah injil apokripa yang terlarang bagi umatnya dan hanya boleh dibaca oleh petinggi-petinggi gereja. Injil apokripa adalah ratusan Injil yang ‘dibuang’ dalam Konsili Nicea 325 Masehi, seperti Injil Maria, Injil Thomas, Injil Barnabas, dan Injil-Injil lain yang menganggap Yesus hanyalah utusan Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri.
Taurat
pun demikian. Bahkan kaum Zionis-Yahudi meletakkan kitab suci yang diturunkan
kepada Nabi Musa ini di bawah Kitab Talmud. Ada ayat dalam Talmud yang
menyatakan seluruh pemahaman dari Taurat harus mengikuti arahan Talmud.
Padahal Talmud sesungguhnya merupakan kitab bikinan para rahib-rahib Yahudi
yang berasal dari kitab-kitab sihir dan satanisme ajaran Kabbalah. Kitab Talmud
inilah yang menjadi pegangan kaum Zionis-Yahudi dan juga Zionis-Amerika di
dunia sekarang.
Dalam
pandangan Ordo Kabbalah yang kini mengejawantah menjadi kaum Zionis-baik Yahudi
maupun pendukungnya, akhir dunia akan
terjadi ketika telah terbentuk The Great Israel yang batas-batas
wilayahnya jauh lebih luas ketimbang Tanah Palestina, mencakup sebagian tanah
Mesir, Tanah Saudi Arabi, Tanah Irak, Tanah Turki, bahkan mencaplok seluruh
wilayah Lebanon dan Syiria.
The Great Israel kini tengah dibentuk di Timur Tengah dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Suatu ketika, jika tahap pertama cita-cita Kabbalah ini berhasil, maka mereka akan menyatakan bahwa Yerusalem dengan Haikal Sulaimannya merupakan pusat dari agama Kristen sesungguhnya. Jadi mereka akan menggusur kekuasaan Vatikan dan juga Paus, dengan seorang raja dunia yang diangkat dan mengklaim sebagai pewaris darah keturunan Yesus Kristus.
The Great Israel kini tengah dibentuk di Timur Tengah dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Suatu ketika, jika tahap pertama cita-cita Kabbalah ini berhasil, maka mereka akan menyatakan bahwa Yerusalem dengan Haikal Sulaimannya merupakan pusat dari agama Kristen sesungguhnya. Jadi mereka akan menggusur kekuasaan Vatikan dan juga Paus, dengan seorang raja dunia yang diangkat dan mengklaim sebagai pewaris darah keturunan Yesus Kristus.
Terbentuknya
The Great Israel merupakan juga terbentuknya The New World Order,
dimana Amerika Serikat akan menjadi panglimanya. Seluruh dunia akan dijadikan
budak-budak Zionis, harus mengikuti nilai-nilai Americana, dan segala hal yang
terkait dengan Amerika. Ini cita-cita mereka.
Dalam
Islam, hal tersebut dianggap sebagai puncak kerusakan di muka bumi. Suatu
pertanda bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi akan muncul Imam Mahdi yang
akan memimpin peperangan terakhir umat Islam melawan Dajjal dan pengikutnya. Di
saat itu juga muncul Nabi Isa dari Menara Putih di dekat masjid Damaskus,
Syiria, yang membenarkan ajaran Nabi Muhammad dan menyeru kepada kaumnya agar
segera bertobat dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya.
Nabi Isa juga bergabung dalam barisan Imam Mahdi untuk menghancurkan Dajjal. Ini suatu saat pasti terjadi. Pada akhirnya, umat Islam akan menjadi pemimpin dunia dengan kepemimpinan yang penuh keadilan dan keberkahan, hingga datangnya kiamat.
Nabi Isa juga bergabung dalam barisan Imam Mahdi untuk menghancurkan Dajjal. Ini suatu saat pasti terjadi. Pada akhirnya, umat Islam akan menjadi pemimpin dunia dengan kepemimpinan yang penuh keadilan dan keberkahan, hingga datangnya kiamat.
[Resume buku: “KNIGHTS TEMPLAR, KNIGHTS OF CHRIST, Konspirasi Berbahaya Biarawan Sion Menjelang Armagedon”, karya, Rizki Ridyasmara].







