Latest Post

Tampilkan postingan dengan label wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wawasan. Tampilkan semua postingan

Dua Generasi Pembebas Palestina III

Written By Amoe Hirata on Rabu, 19 Oktober 2016 | 11.16

Dr. Majid Al-Kilani mengatakan dalam bukunya (Hakadza dhahara jīlu shalāhuddin wa hakadza ‘ādat al-Qusd), di dunia Barat jika orang merasa gagal, maka dia melakukan bunuh diri (istilahnya: intahara nafsan). Sedangkan dalam tubuh umat Islam, jika merasa gagal tidak melakukan bunuh diri, tapi membunuh fungsi sosial (istilahnya: intahara ijtima’iyyan).

SYI`AHISASI: Ancaman atau Ketentraman?

Written By Amoe Hirata on Rabu, 01 Juli 2015 | 05.53

"اتَّقُوا اللهَ فِيْنَا وَفِيْ أَنْفُسِكُمْ...أَنَّنَا نُحِبُّ أَهْلَ الْبَيْتِ...خُطَطُكُمْ لِتَحْوِيْلِ أَهْلِ السُّنَّةِ إِلَى شِيْعَة فِي مِصْرَ لَنْ تُفْلِحَ أَبَدًا".
   Bertakwalah pada Allah baik pada diri kita maupun kalian. Kita sama-sama mencitai Ahlul Bait. (Namun)Usaha kalian dalam menyebarkan ideologi Syi`ah di Mesir, tidak akan berhasil selamanya.
Begitulah petikan dari Syaikh Ali Jum`ah ketika masih menjadi Mufti Mesir, yang penulis dapat dari situs resmi Dār Al Iftā` Mesir (http://www.dar-alifta.org/Viewstatement.aspx?ID=616&text=%D8%A7%D9%84%D8%B4%D9%8A%D8%B9%D8%A9 ). Beliau mengingatkan, ‘penyebaran idielogi Syi`ah di wilayah Sunni hanya akan membuat stabilitas keamanan masyarakat terganggu.
Statemen ini beliau katakan dalam Aula Muhammad Abduh, ketika sedang menyampaikan kuliah yang diselenggarakan Majma` Buhuts Al Islami di Al-Azhar sebagai peringatan atas bahaya pemikiran Syi`ah(9 Oktober 2012).
            Ada lima poin penting yang beliau paparkan mengenai perbedaan mendasar Syi`ah dengan Sunni. Pertama, akidah al-badā`(idiologi Syi`ah yang menyatakan bahwa Allah telah menetapkan sesuatu kemudian mengubah pendapatnya dan menarik kembali keputusannya. Pendapat ini sangat ditentang Ahlu Sunnah).
Kedua, tahrīf(penyimpangan) Al Qur`an. Syi`ah meyakini, dalam Al Qur`an yang diyakini oleh Ahlus Sunnah ada tahīf-nya. Ada ulama Syi`ah yang bernama Syaikh An-Nuri sampai mengarang kitab yang berjudul: “Fashlu al-Khithāb fī Tahrīfi Kitābi Rabbi al-Arbāb(Penjelasan tentang penyimpangan dalam Kitab Al Qur`an)”. Pandangan ini sangat ditolak oleh Sunni.
            Ketiga, perbedaan terkait mengenai keadilan sahabat serta celaan mereka terhadap sahabat-sahabat yang mulia. Banyak sekali bukti tertulis dalam kitab-kitab mereka yang mencela para sahabat. Ada sekitar 110 jilid kitab rujukan inti Syi`ah yang lima di antaranya mencela para sahabat nabi, yang kemudian berusaha dilenyapkan agar mereka tidak mendapat pertentangan dari yang lain. Keempat, perbedaan terkait masalah taqiyah. Menurut beliau, Syi`ah tidak segan-segan melakukan kebohongan demi membela pendapatnya. Sedangkan Ahlus Sunnah mengecam keras hal itu.
Kelima, Ahlus Sunnah tidak mengakui kemaksuman seorang pun kecuali para nabi. Adapun Imam Ahlul Bait mereka memang takwa dan berilmu, namun tidak sampai maksum dan bukan sebagai sumber hukum. Demikianlah beberapa poin penting yang disampaikan beliau dalam kuliahnya.
            Sebenarnya banyak sekali usaha yang menginginkan terjadinya rekonsiliasi antara paham Ahlus Sunnah dan Syi`ah. Di antara ulama yang berusaha mewujudkannya: Syaikh. Mahmud Syaltut, Syaikh, Manshur Rajab, Syaikh. Abdul Aziz Isa, Syaikh. Al-Baquri, bahkan Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dan masih banyak yang lainnya. Hanya saja usaha ini menjadi sia-sia lantaran dilanggar sendiri oleh Syi`ah yang jelas-jelas memiliki ideologi berbeda dengan Ahlus Sunnah.
            Kalau antara Syi`ah dan Sunni memang bisa benar-benar menyatu, maka tidak mungkin dalam sejarah pahlawan sekaliber Nuruddin Mahmud Zanki, Asaduddin Syirkuh, Imam Al-Ghazali dengan madrasah Nidhamiyahnya, Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi yang notabene merupakan bagian dari Ahlus Sunnah –secara bertahap dan bijak- mengubah ideologi Al-Azhar(atau Mesir) dari Syi`ah menjadi Sunni kembali(baca: Muhammad Shallābi, Shalāhuddīn al-Ayyūbi wa juhūduhu fī al-Qaḍā `ala al-Daulah al-Fāṭimiyah wa Tahrīri Baiti al-Maqdis).

            Sikap ulama Mesir terhadap Syi`ah –baik tempo dulu maupun sekarang- semestinya bisa menjadi pelajaran berharga bagi Bangsa Indonesia untuk mewaspadai ideologi Syi`ah. Bagaimana mungkin minyak dan air bisa menyatu? Kalau ideologi ini dibiarkan berkembang, maka sangat mungkin terjadi apa yang dipaparkan oleh Syaikh Ali Jum`ah bahwa penyebaran Syi`ah dalam komunitas Sunni hanya akan merusak stabilitas keamanan. Semoga kita bisa terhindar dari fitnah besar ini. Wallāhu a`lam.

Kepedulian Sosial Muslim Niamey

Written By Amoe Hirata on Rabu, 14 Januari 2015 | 10.21

“Setiap orang menginginkan keberuntungan. Namun ia hanya bisa diraih dengan jalan yang penuh gelombang (rintangan). Semuanya akan mudah bagi orang yang telah ditetapkan Allah meraih keberuntungan dunia-akhirat. Di antara cara (efektif) untuk meraihnya ialah dengan mempersembahkan kebaikan pada orang lain dengan berbagai macam watak, karakter, dan jenisnya. Tidak ada seorang pun yang menyangkal bahwa orang yang berusaha keras menebarkan kebaikan baik maknawi(seperti: nasihat, ilmu, dan musyawarah), maupun materi(seperti: harta), pasti akan dicintai oleh yang menerima kebaikan tersebut. Berangkat dari situ, kami mengajak ‘hayya `ala al-falāh’(mari menuju keberuntungan) yang diulang-ulang muadzin lima kali sehari”. Demikan sambutan Syaikh Husain Sa`ad Thāhir selaku direktur utama dalam situs resmi lembaga yang dipimpinnya (http://alfalah96.com/), Al-Falāh Al-Khairiyah.
Niger adalah sebuah negara bersistem republik yang wilayahnya terkurung oleh daratan (landlocked). Secara geografis, ia terletak di bagian barat Afrika. Negara ini berbatasan dengan Nigeria dan Benin di sebelah selatan; Mali di barat; Aljazair dan Libya di utara; dan Chad di sebelah timur. Nama negara ini diambil dari Sungai Niger. Ibu kotanya ialah Niamey. Penduduknya berjumlah sekitar 17.129.076.  Hampir delapan puluh persen wilayahnya didominasi gurun pasir. Di mata internasional, negara ini dikategorikan sebagai  bagian negara termiskin serta paling rendah pertumbuhan penduduknya.
 Hampir  delapan puluh persen lebih penduduknya beragama Islam. Islam bisa menyebar luas sampai pada wilayah ini  melalui seorang da`i kenamaan yang bernama Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni. Dengan dakwah yang telaten, teladan yang baik, kedisiplinan tinggi, kesabaran yang tangguh bersama Abdullah bin Yasin, ia mampu –atas petunjuk Allah- mengisalamkan lebih dari sepuluh negara Afrika Barat, termasuk Niger. Negara ini merupakan bekas jajahan Perancis. Ia baru merdeka pada 3 Agustus 1960. Sekarang Kepala Presidennya bernama: Mahamadou Issoufou.
Secara umum, kondisi ekonomi negara ini bergantung pada ekspor hasil pertanian, berpusat di wilayah  bagian selatan yang tanahnya relatif subur. Di samping itu, negara ini juga mengekspor bahan baku penting, di antara yang paling menjadi andalan ialah uranium. Meski demikian, Niger tetap tidak mampu bangkit secara mandiri, baik dalam bidang ekonomi, maupun sosial ditambah lagi persoalan lain yang tak kalah mirisnya berupa rendahnya tingkat kesehatan, pendidikan dan kondisi lingkungan yang tidak kondusif.
Dalam kondisi negara yang begitu miskin dan memprihatinkan itu, berangkat dari firman Allah: “dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa”(Qs. Al-Maidah: 2) dan sabda Rasulullah: “Allah akan senantiasa menolong hamba, selama dia menolong saudaranya”(Hr. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi), serta ajaran-ajaran agama Islam yang mendorong untuk berbuat kebaikan dan ihsan kepada manusia, maka di Niamey(Ibu Kota Niger) didirikanlah Lembaga Al-Falāh Al-Khairiyah oleh orang-orang yang mempunyai perhatian khusus pada kebaikan. Ia merupakan lembaga sosial swasta yang berkonsentrasi dalam beberapa bidang berikut:
Pertama, dakwah. Baik melalui masjid, maupun dengan mendirikan sekolah-sekolah Qur`an. Kedua, pendidikan. Dengan cara membangun sekolah sebagai wadahnya, serta mengusahakan penghapusan buta huruf. Ketiga, kesehatan. Membangun klinik kesehatan, mengobati orang sakit, dan menyediakan obat-obatan. Keempat, kemanusiaan. Yaitu dengan cara mengasuh anak yatim dan membuatkan asramah, menanggung biaya para guru dan dai, membuat kegiatan buka bersama bagi orang berpuasa, membagikan daging kurban serta pembagian baju gratis.
Lembaga ini didirikan pada 13 Februari 1996. Ia berdiri dengan adanya keputusan No. 6-86 yang dikeluarkan oleh Mentri Dalam Negeri Republik Niger pada tanggal 1 Maret 1996. Setelah diresmikan pemerintah, lembaga ini dengan segera memulai aktivitas dan program-programnya. Ia juga membuka kerjasama dengan berbagai yayasan dan lembaga sosial Islam baik di dalam maupun luar negeri. 
Tujuan lembaga ini didirikan ialah sebagai berikut: Pertama, Berdakwah pada Allah Swt. dengan penuh hikmah, dan nasihat yang baik. Kedua, Menanamkan akidah yang lurus serta menjelaskan ajaran-ajaran Islam yang toleran. Ketiga, Menyebarkan wawasan keislaman berdasarkan manhaj salaf (ulama terdahulu) al-shalih (yang baik) dalam perspektif al-Qur`an dan Sunnah. Keempat, Menyebarluaskan kebaikan dan berkhidmah untuk kepentingan kemanusiaan. Kelima, Berusaha meringankan beban orang fakir-miskin dan memperbaiki kondisi hidup dan kesehatan mereka.
Keenam, menebarkan ilmu dan memberantas kebodohan, meningkatkan kemampuan guru, para imam dan para muadzin. Ketujuh, Mendorong upaya penelitian ilmiah serta berbagai bentuk keahlian yang membuahkan penemuan-penemuan yang konstruktif. Al-Falāh Al-Khairiyah Niamey Niger merupakan satu lembagai sosial yang selalu berupaya meningkatkan kemajuan masyarakat khususnya di negara Niger sebagai markas utama, dan negara lain pada umumnya.
Semua itu berjalan melalui kantor-kantor organisasi khusus yang diawasi beberapa organisasi, yayasan, dan asosiasi besar dunia yang menyokong secara intensif proyek ini, seperti: organisasi al-Hilāl al-Ahmar al-Imārati(semacam PMI di Indonesia), organisasi Dubai al-Khairiyah, Dār al-Birr dan organisasi-oraganisasi lain yang memiliki peranan besar dalam upaya pemberian bantuan di negara Niger secara khusus. Lembaga ini akan terus bekerja untuk memberikan bantuannya tanpa batas.
Di antara amal penting yang dilakukan oleh lembaga sosial ini –dan masih terus berjalan hingga sekarang- ialah kegiatan pengasuhan anak yatim serta membangun tempat tinggal bagi mereka serta menganggung biaya belajar dan kehidupan mereka. Melalui lembaga ini, pengadopsian dan pengasuhan sejumlah besar dari anak yatim dan faqir telah berjalan dengan baik di berbagai desa Niger. Sangat besar harapan lembaga ini untuk berkontibusi dalam bidang sosial khususnya pengasuhan anak yatim.

Liputan Kegiatan Rasulullah di Bulan Ramadhan

Written By Amoe Hirata on Rabu, 11 Juni 2014 | 08.43


No
Tahun
Bulan
Rangkaian Peristiwa

1
2 thun sebelum kenabian






R


A


M


A


D


H


A


N
-Rajin i`tikaf sebulan penuh waktu bulan Ramadhan di gua Hira.
2
Tahun 1 Kenabian
-Muhammad mendapat wahyu pertama di gua Hira` pada hari Senin sebagai pertanda diangkatnya sebagai Nabi.

3
Tahun 4 Kenabian
-Rasulullah keluar menuju masjid al-Haram, pada waktu itu ada pembesar Qurays, lalu tiba-tiba Rasulullah membaca surat An-Najm pada mereka, sampai ketika pada ayat sajadah mereka turut bersujud karena terkesan dengan ayat al-Qur`an.

4
Tahun 10 Kenabian
-Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi, wafat sebulan pasca wafatnya Abu Thalib pada bulan Rajab.
5
1 Hijriah
-Sarriyah Hamzah bin Abdul Muthallib ke Saiful Bahri[Maret, 623M].





6





2 Hijriah
-Menjalankan kewajiban puasa yang pertama kalinya
-Perang Badar Kubro[Malam Jum`at tanggal 17 Ramadhan].
-Meninggalnya Ruqayya binti Muhammad
-Menikahkan Fathimah dengan Ali bin Abi Thalib
-Mengutus `Umair bin Adi Al-Khathmi ke Ashmaa` binti Marwan dari bani Umayyah bin Zaid yang mana mengganggu dan mengejek Islam
-Jibril membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan


7


3 Hijriah
-Nabi menikah dengan Zainab binti Khuzaimah
-Lahirnya cucu Rasulullah Al-Hasan bin Ali
-Jibril membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan

8
4 Hijriah
-Jibril membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan

9

5 Hijriah
-Jibril membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan


10


6 Hijriah
- Sarriyah Abu Bakar As-Shiddiq/Zaid bin Al-Haritsa ke Wadi(lembah) Al-Quro
- Mengirim sarriyah ke bani Fuzarah.
-Jibril membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
11
7 Hijriah
-Sarriyah Ghalib bin Abdillah Al-Laitsi ke bani `Uwal dan bani `Abd bin Tsa`labah di daerah yang bernama Al-Maifa`ah.
- Fathu al-Khaibar[Pembebasan Khaibar].
-Jibril membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan



12



8 Hijriah
-Sarriyah Abu Qotadah menuju klan bani Idham pada awal bulan Ramadhan sebelum fathul Makkah.
-Fathul Makkah[Pembebasan Kota Makkah].
-Sarriyah Khalid bin Walid untuk menghancurkan patung al-`Uzzah.
-Jibril membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
-Selama menghabiskan masa singgahnya di Makkah, Rasulullah meng-qashar shalat dan tidak berpuasa.





13








9 Hijriah
-Jibril membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak sekali setiap malam Ramadhan.
-I`tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
- Sarriyah `Amru bin `Ash untuk menghancurkan patung Suwaa`
-Sarriyah Sa`ad bin Zaid Al-Asyhali untuk menghancurkan Patung Manat.
- Sarriyah Ali bin Abi Thalib ke Yaman untuk yang ke dua kalinya
-Raja Himyar mengutus Malik bim Muraarah Ar-Rahawai kepada Rasulullah
-Rasulullah pulang dari perang Tabuk sampai Madinah pada bulan Ramadhan, kemudian menerima delegasi dari Tsaqif yang diwakili oleh Urwah bin Mas`ud yang kemudian masuk Islam.

14
10 Hijriah
-Jibril membacakan Al-Qur`an pada Nabi Sebanyak dua kali
-Kedatangan delegasi dari Ghassan yang kemudian masuk Islam
-I`tikaf sebanyak duapuluh hari.

Konspirasi Berbahaya Biarawan Sion Menjelang Armagedon

Written By Amoe Hirata on Kamis, 29 Mei 2014 | 22.18

Setelah berhasil mengeluarkan Adam dan Hawa dari Taman Eden, Iblis yang tadinya menjelma dalam bentuk seekor ular mengikuti langkah manusia untuk selalu memalingkannya dari jalan Allah SWT.

Di bumi, Iblis menemukan wadah yang tepat dengannya dalam Ordo Persaudaraan Ular (Tha Brotherood of Snake) sebagai kendaraan untuk misinya itu.

Ordo Persaudaraan Ular diyakini merupakan cikal bakal Ordo Kabbalah yang membesar dan berpusat dalam masa kekuasaan rezim Fir`aun di Mesir, dan seiring perjalanan waktu kemudian membentuk Ordo Biarawan Sion, lalu membentuk lagi Ordo Ksatria Templar, membentuk lagi Freemasonry, Illuminati, dan organisasi-organisasi esoteris rahasia lainnya yang eksis hingga sekarang.

Banyak peneliti menemukan benang merah yang teramat kuat antara Biarawan Sion, Ksatria Templar, Freemasonry, Rosicrusian, Illuminati, dan sebagainya. Benang merah itu adalah ideologi esoteris yang bernama Kabbalah. Perkumpulan-perkumpulan rahasia dan sangat tertutup ini diyakini sebagai pihak yang bermain di belakang layar dalam berbagai peristiwa penting dunia. 

Perang Salib misalnya, adalah Peter si Pertapa yang merupakan anggota Ordo Kabbalah yang berada dalam Gereja Yohanit yang mula-mula memprovokasi Paus Urbanus II agar mengakhiri perjanjian Aelia yang berisi perjanjian damai antara Kristen dengan kaum Muslim yang telah ditandatangani Khalifah Umar bin Khattab dan Uskup Agung Yerusalem Sophronius bersamaan dengan diserahterimakan kota suci Yerusalem dari kekuasaan pihak Kristen ke tangan kaum Muslimin. 

Salah satu tokoh Perang Salib pertama, Godfroi de Boillon, yang juga tokoh Biarawan Sion dan Templar, juga diyakini merupakan anggota dari Ordo Kabbalah Gereja Yohanit, sama seperti Peter. Hughes de Payens-Grand Master Ksatria Templar pertama- dan kedelapan Ksatria Templar lainnya juga merupakan anggota Ordo Kabbalah Gereja Yohanit. Mereka inilah anak-anak Iblis, sama sekali bukan pengawal sejati Yesus atau Nabi Isa Alaihissalam.

Senjata utama yang dipergunakan oleh Ordo Kabbalah, cikal bakal Zionis-Yahudi, adalah emas, militer, dan propaganda. Dengan ketiganya mereka merencanakan strategi penguasaan dunia menuju satu pemerintahan bumi, The New World Order. Dengan cara apapun, jalan apapun, strategi apapun, mereka sekuat tenaga akan berjuang untuk mencapai tujuan akhir tersebut.

Dengan emas mereka menguasai sistem perekonomian negara-negara terkuat dunia, Inggris, Perancis, dan kemudian Amerika, dan akhirnya mampu mengendalikan mereka. Bahkan Amerika sepenuhya telah menjadi kuda tunggangan mereka untuk memuluskan ambisinya.

Dengan militer, antara lain menguasai bisnis peralatan perang, bisnis tentara bayaran, mafia, dan bisnis militer lainnya, juga organisasi ketentaraan resmi di negara-negara dunia terkuat, mereka semakin melicinkan usahanya. Dari dentuman mesiu, ketakutan, teror, darah, konflik dan nyawa, mereka menangguk kentungan yang besar. Selain itu, bisnis ini juga menciptakan kondisi dimana mereka menjadi ditakuti dan berkuasa di dalam menentukan kebijakan dunia. 

Yang terakhir adalah propaganda. Dengan senjata terakhir ini, opini masyarakat dunia digiring menuju satu keyakinan untuk mendukung keberadaan Israel di Tanah Palestina. Di sisi lain, dengan senjata propaganda ini mereka juga merusak agama-agama lainnya dengan kebudayaan sampah yang bernama kebudayaan Barat.

Banyaknya kejanggalan yang menyelimuti peristiwa runtuhnya Menara WTC, 9 September 2001, disertai dengan sikap mencurigakan yang ditunjukkan pemerintah Bush merupakan indikasi kuat bahwa peristiwa itu memang dirancang untuk terjadi dan menimpa warga Amerika Serikat non-Yahudi. 

Orang-orang Amerika no-Yahudi itu sengaja dikorbankan oleh pemerintahan Bush guna menjustifikasi rencana serangan ke Afganistan dan Irak, dan ke seluruh wilayah di dunia yang dianggap bisa menjadi penghalang cita-cita mereka, yakni membentuk Amerika Serikat menjadi satu imperium baru di dunia, dimana tidak ada satupun negara yang mampu menyainginya dan mampu menentang kehendaknya. Amerika harus menjadi indikator tunggal bagi dunia. Inilah inti dari dokumen pembentukan Pax-Americana.

Yang mendasari sikap politik, pemikiaran, dan tindakan Bush dan orang-orang dekatnya yang dikenal sebagai Neo-Konservatif, Kelompok Hawkish, ataupun Penjahat Perang, seperti Paul Wolfowitz, Dick Ccheney, Richard Perle, Donald Rumsfeld, Condoleeza Rice, dan lainnya adalah keyakinannya terhadap pokok-pokok pikiran yang terdapat di dalam injil Darby dan Scofield yang mengharuskan seorang Kristen mendukung Zionis-Israel tanpa syarat apapun. Injil ini sengaja dibuat oleh Konspirasi Yahudi agar orang-orang Kristen Amerika bisa menjadi kuda tunggangan bagi cita-cita satanis mereka.

Setelah Komunisme dianggap sudah berakhir, maka Islam-lah yang mereka pandang sebagai batu penghalang yang paling keras bagi pencapaian tujuannya. Sebab itu, kekuatan hijau ini harus dihancurkan dibuat lumpuh untuk selama-lamanya. Peperangan yang digelar di Afghanistan dan kemudian Irak, dan sekarang juga Lebanon, memiliki dua keuntungan bagi Amerika dan Israel, yakni penguasaan wilayah-wilayah kaya minyak, penguasaan geo-strategis di Timur Tengah, dan menggairahkan Industri perang Amerika dan Israel agar berjalan lebih cepat untuk menghasilkan laba. 

Perang adalah bisnis. Dalam kedua perang di awal millenium ini, invasi terhadap Afghanistan dan Irak, Industri persenjataan Amerika Serikat juga terbukti melakukan uji coba sejumlah persenjataan baru dengan kaum Muslimin sebagai tikus percobaannya. Semua ini diselimuti oleh ideologi Kabbalah dan sesuai dengan ajaran Talmud, karena pelaku utama dari seluruh kebijakan yang ditempuh Amerika, dan diikuti oleh sebagian Eropa, pelaku-pelakunya adalah anggota dari Freemasonry dan illuminati.

Konspirasi Yahudi Internasional bermain de belakang layar. Rothschild dan Rockefeller misalnya, terus menggerakkan mesin-mesin bisnis mereka untuk menciptakan satu dunia baru, suatu dunia yang dipersiapkan bagi kehadiran kedua kalinya Sang Kristus. Yang dipercaya mereka akan memimpin mereka dalam mengalahkan musuh-musuhnya. Dalam nama Dollar, Minyak, dan Tuhan, semuanya bergerak, menuju satu titik: Peperangan dan Akhir Zaman.

Hari Akhir atau Zaman Akhir merupakan sesuatu yang diyakini oleh umat Islam, Umat Kristen, dan Kaum Yahudi. Ketiga kepercayaan ini sama-sama meyakini bahwa umur dunia suatu ketika akan habis, bumi akan berhenti berputar, dan manusia akan dibawa ke mahkamah terakhir. Hanya saja, di dalam nash-nash ketiganya, Islam memiliki nash yang lebih lengkap dan komprehensif, disebabkan berasal langsung dari firman Allah SWT di dalam al-Qur`an, yang terjaga keasliannya sejak diturunkan pertama kali hingga detik ini. 

Bahkan Allah ta`ala menjamin bahwa kitab suci al-Qur`an akan terus dijaga hingga tidak ada satu ayat pun yang berubah hingga akhir zaman. Ini sangat berbeda dengan Injil maupun Taurat, yang sudah tidak bisa lagi dipastikan mana yang asli mana yang bikinan manusia, karena di dalam sejarahnya baik Injil maupun Taurat, mengalami intervensi manusia sangat banyak. 

Bahkan sekarang ini kita mengenal adanya Masonic Bible yang isinya tidak bertentangan dengan ajaran Kabbalah yang merupakan induk dari ajaran sihir dan okultisme dunia, Injil Darby dan Scofield yang isinya mendukung keberadaan kaum Zionis dan tunduk pada Talmud, dan sebagainya. Bahkan di dalam agama Kristen Katolik, beredar sejumlah injil apokripa yang terlarang bagi umatnya dan hanya boleh dibaca oleh petinggi-petinggi gereja. Injil apokripa adalah ratusan Injil yang ‘dibuang’ dalam Konsili Nicea 325 Masehi, seperti Injil Maria, Injil Thomas, Injil Barnabas, dan Injil-Injil lain yang menganggap Yesus hanyalah utusan Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri.

Taurat pun demikian. Bahkan kaum Zionis-Yahudi meletakkan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa ini di bawah Kitab Talmud. Ada ayat dalam Talmud yang menyatakan seluruh pemahaman dari Taurat harus mengikuti arahan Talmud. Padahal Talmud sesungguhnya merupakan kitab bikinan para rahib-rahib Yahudi yang berasal dari kitab-kitab sihir dan satanisme ajaran Kabbalah. Kitab Talmud inilah yang menjadi pegangan kaum Zionis-Yahudi dan juga Zionis-Amerika di dunia sekarang.

Dalam pandangan Ordo Kabbalah yang kini mengejawantah menjadi kaum Zionis-baik Yahudi maupun  pendukungnya, akhir dunia akan terjadi ketika telah terbentuk The Great Israel yang batas-batas wilayahnya jauh lebih luas ketimbang Tanah Palestina, mencakup sebagian tanah Mesir, Tanah Saudi Arabi, Tanah Irak, Tanah Turki, bahkan mencaplok seluruh wilayah Lebanon dan Syiria. 

The Great Israel kini tengah dibentuk di Timur Tengah dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Suatu ketika, jika tahap pertama cita-cita Kabbalah ini berhasil, maka mereka akan menyatakan bahwa Yerusalem dengan Haikal Sulaimannya merupakan pusat dari agama Kristen sesungguhnya. Jadi mereka akan menggusur kekuasaan Vatikan dan juga Paus, dengan seorang raja dunia yang diangkat dan mengklaim sebagai pewaris darah keturunan Yesus Kristus.

Terbentuknya The Great Israel merupakan juga terbentuknya The New World Order, dimana Amerika Serikat akan menjadi panglimanya. Seluruh dunia akan dijadikan budak-budak Zionis, harus mengikuti nilai-nilai Americana, dan segala hal yang terkait dengan Amerika. Ini cita-cita mereka.

Dalam Islam, hal tersebut dianggap sebagai puncak kerusakan di muka bumi. Suatu pertanda bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi akan muncul Imam Mahdi yang akan memimpin peperangan terakhir umat Islam melawan Dajjal dan pengikutnya. Di saat itu juga muncul Nabi Isa dari Menara Putih di dekat masjid Damaskus, Syiria, yang membenarkan ajaran Nabi Muhammad dan menyeru kepada kaumnya agar segera bertobat dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. 

Nabi Isa juga bergabung dalam barisan Imam Mahdi untuk menghancurkan Dajjal. Ini suatu saat pasti terjadi. Pada akhirnya, umat Islam akan menjadi pemimpin dunia dengan kepemimpinan yang penuh keadilan dan keberkahan, hingga datangnya kiamat.

[Resume buku: KNIGHTS TEMPLAR, KNIGHTS OF CHRIST, Konspirasi Berbahaya Biarawan Sion Menjelang Armagedon”, karya, Rizki Ridyasmara].
 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan