Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Cermin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cermin. Tampilkan semua postingan
Pengalaman Mengantar Istri untuk USG Fetomaternal
Written By Amoe Hirata on Kamis, 13 Oktober 2022 | 08.39
BAKOPA KONTRIBUSI KONKRET AR. BASWEDAN UNTUK GENERASI MUDA ISLAM
Written By Amoe Hirata on Kamis, 30 Desember 2021 | 14.31
Sambut, Sumbat dan Sambat Puasa
Written By Amoe Hirata on Senin, 14 Mei 2018 | 13.05
![]() |
| Add caption |
MENJELANG puasa Ramadhan, banyak orang yang berusaha menyambutnya dengan berbagai bentuk penyambutan laiknya orang yang sedang kedatangan tamu agung.
Apa Persiapan Kita Menuju Ramadhan?
Written By Amoe Hirata on Jumat, 27 April 2018 | 14.47
RAMADHAN sudah tinggal sejengkal, namun sudahkah umat Islam menyiapkan dengan baik akan kedatangannya? Terlebih, beberapa hari lagi akan memasuki bulan Sya’ban yang merupakan bulan paling dekat dengan Ramadhan di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam begitu gencar berpuasa dan beribadah di dalamnya.Ujian Ramadhan Sedang Berlangsung
Written By Amoe Hirata on Rabu, 05 Juli 2017 | 14.39
SATU bulan penuh umat Islam telah menjalani sekolah di Madrasah Ramadhan, kini saatnya, sebelas bulan ke depan, hingga berjumpa Ramadhan kembali, adalah waktu yang paling siginifikan dalam menentukan kelulusan. Akan dirasakan oleh masing-masing individu, apakah dirinya sukses menjalani ujian ini, atau justru gagal.
"Kuncinya Ikhlas Mas!"
Written By Amoe Hirata on Jumat, 17 Maret 2017 | 20.13
MENJELANG senja, di sepanjang jalan KH. Abdullah Syafi’i, kendaraan masih terlihat padat
merayap. Bunyi klakson bersahutan laksana katak di musim penghujan. Dalam
koondisi demikian, aku tetap berjalan seperti biasa dengan santai dari kantor
menuju depan Alfa Mart untuk menunggu mikrolet no 44 menuju terminal Kampung
Melayu.
Mbah Kasiah in Memoriam
Written By Amoe Hirata on Senin, 13 Maret 2017 | 12.04

“AKU tidak tahu akan mati kapan. Yang jelas aku minta kepada Allah subhanahu wata'ala agar dimatikan dalam kondisi sembahyang, bukan dalam kondisi sakit. Aku tidak
mau merepotkan anak-anakku. Aku berharap anak dan cucuku hidup aman, tentram
dan rukun,” demikian memori yang pernah aku dengar sendiri pada tahun 2011
saat beliau masih sugeng dan seger waras.
Jilbab Berbalut Takwa
Written By Amoe Hirata on Senin, 06 Maret 2017 | 13.42
“Mau beli apa ke Tanah Abang?” tanya Puji ketika
Dila mengajaknya secara mendadak. Mereka baru selesai mengikuti kajian di
bilangan Tebet siang ini.
“Mungkin mau beli jilbab
dan beberapa lembar pakaian. Lo gak ada acara lagi `kan abis ini, anterin ya!”
pinta Dila dengan penuh harap. Sejenak Puji berpikir apakah dirinya bisa pergi.
“Okelah, ayo..,” Puji kemudian setuju.
Ibu Karir & Ibu Rumah Tangga
Written By Amoe Hirata on Jumat, 03 Maret 2017 | 19.42
AKU berlari seperti orang gila. Tak peduli orang-orang memandangiku dengan pandangan heran atau mungkin risih karena melihat ibu-ibu sepertiku dengan pakaian kerja rapi, dengan membawa banyak tentengan di tangannya, dan berlarian di jalan malam-malam begini. Aku tetap bergegas sambil terus saja kupandangi jam di tanganku. Waktu menunjukan pukul 20.30. Aku terlambat. Tidak! Aku sangat terlambat. Untuk kesekian kalinya aku membiarkan anakku menunggu terlalu lama. Seharusnya dari jam lima sore aku menjemputnya di tempat penitipan anak tapi karena pekerjaan kantor menuntutku untuk lembur, aku harus siap dengan ini semua.
Tokoh Muslim "Bayaran"
Written By Amoe Hirata on Kamis, 02 Maret 2017 | 19.07
PADA tonggak perjuangan
umat Islam, dalam kondisi kuat, kaum munafik tidak pernah absen menginfiltrasi.
Salah satu bukti riilnya, termanivestasi pada tokoh-tokoh muslim yang dengan
kepentingan pragmatisnya bisa membela siapa saja dan menjual harga diri asal
ada honornya. Sikap demikian tentu menjadi ciri khas orang munafik. Al-Ma`idah
[5] ayat 52, secara clear (terang) menggambarkan fenomena ini. Mereka
rela bergabung dengan orang kafir, asal kepentingan pribadi tidak terganggu dan
bisa terpenuhi.
Mengenang Ngaji Huruf Arab Pegon
Written By Amoe Hirata on Minggu, 19 Februari 2017 | 09.03
![]() |
| Contoh huruf Pegon dalam Kitab Tafsir Surah Al-Baqarah Juz II |
Fajar; Inspirator Ajaib Penghafal Al-Qur'an
Written By Amoe Hirata on Sabtu, 18 Februari 2017 | 14.04
Ma`idaturrahman Ala AQL Islamic Center
Written By Amoe Hirata on Jumat, 17 Februari 2017 | 14.48
Saat
masih mengenyam pendidikan di Al-Azhar, Kairo, Mesir, ada fenomena menarik
setiap kali datang bulan Ramadhan yang menggambarkan betapa dermawannya orang
Arab Mesir. Menjelang berbuka, setiap masjid, bahkan tak jarang juga di
jalanan, mereka menyiapkan ta’jil (berupa air, kurma bahkan makanan
berat seperti nasi dengan aneka lauk ala Mesir) bagi orang yang berpuasa.
Kegiatan ini dilakukan secara massif dan kolektif. Budaya tahunan itu populer dengan
sebutan “Ma’idaturrahman” yang arti sederhananya “Hidangan dari Allah Yang Maha
Pengasih”.
Pucuk Hayya, Pucuk Hayyi
Written By Amoe Hirata on Rabu, 08 Februari 2017 | 22.32
Sewaktu aku masih kecil,
sekitar kelas 3 MI (Madrasah Ibtidaiyah), ada dua kucing yang aku pelihara
bersama adikku. Kucing itu bersaudara kandung. Yang satu berwarna putih
berkelamin betina; sedangkan yang satunya berwarna hitam berkelamin jantan.
Kucing jantan aku beri nama Pucuk Hayya, dan yang betina diberi bana Pucuk
Hayyi.
Label:
Cermin,
Hikmah Sejarah,
Motivasi,
Mutiara Hikmah
Buka Mata, Buka Hati
Written By Amoe Hirata on Selasa, 31 Januari 2017 | 18.05
SETIAP kajian tadabbur Kamis pagi di AQL Islamic Center Tebet, ada sosok
inspiratif yang selalu datang menjajakan dagangan kerupuknya. Aku tidak tahu
persis nama, asal, keluarga, dan kediamannya, karena yang penting adalah
pelajaran yang bisa diambil darinya. Hanya ciri fisik yang bisa diketahui;
seorang yang tidak bisa melihat, membawa tongkat, dan payung yang di bawahnya
diletakkan kerupuk-kerupuk yang siap dijual.
Setiap kali berdagang
selalu laris. Entah apa sebabnya. Di antara yang membuat salut ialah dengan
kondisinya seperti itu, dia mau tetap bekerja. Berdiri di atas kaki sendiri,
tidak meminta-minta ke orang lain. Ia tetap berusahan sebisanya dengan dagangan
ala kadarnya.
4 Problem dan 4 Solusi
Written By Amoe Hirata on Kamis, 15 Desember 2016 | 14.42
Setiap orang pasti pernah
mengalami takut, bersedih, ditipu daya orang, dan (terlalu cinta) dunia.
Berikut ini ada empat solusi dari al-Qur`an sebagaimana yang disampaikan oleh Imam
Ja’far al-Shadiq, seorang Ahli Bait yang sangat paham dengan rahasia-rahasia
al-Qur`an.
Beliau mengatakan, “Aku
heran kepada orang yang takut,” ini adalah problem yang pertama. Solusinya, “sedang dia tidak berlindung dengan firman
Allah subhanahu wata’ala:
حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ
ٱلۡوَكِيلُ
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik
Pelindung" (QS. Ali Imran [3]: 173).
“Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman setelah ayat ini:
فَٱنقَلَبُواْ بِنِعۡمَةٖ
مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضۡلٖ لَّمۡ يَمۡسَسۡهُمۡ سُوٓءٞ
“Maka mereka kembali
dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat
bencana apa-apa,” (QS. Ali Imran [3]: 174).”
“Aku juga heran kepada orang yang
berduka [bersedih],” ini problem yang kedua. Solusinya, “sedang ia tidak
berlindung dengan firman Allah subhanahu wata’ala berikut:
لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ
أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Tidak ada Tuhan selain
Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang
zalim.” (QS. Al-Anbiya [21]: 87).
“Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman setelah ayat ini:
فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ
وَنَجَّيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡغَمِّۚ وَكَذَٰلِكَ نُۨجِي ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
“Maka Kami telah
memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah
Kami selamatkan orang-orang yang beriman” (QS. Al-Anbiya [21]: 88).”
“Aku juga heran dengan orang yang ditipu daya,” problem
yang ketiga. Solusinya, “sedang ia tidak
berlindung dengan firman Allah subhanahu wata’ala:
وَأُفَوِّضُ أَمۡرِيٓ إِلَى
ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ
“Dan aku menyerahkan urusanku kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Ghafir
[40]: 44).
“Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman setelah ayat ini:
فَوَقَىٰهُ ٱللَّهُ سَئَِّاتِ
مَا مَكَرُواْۖ
“Maka Allah
memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka,” (QS. Ghafir [40]: 45).
“Aku juga heran dengan orang yang mencari dunia dan perhiasannya,” problem
yang keempat. Solusinya, “sedang ia tidak berlindung dengan firman Allah subhanahu
wata’ala:
مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا
قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِۚ
“Maasyaallaah, laa quwwata illaa
billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali
dengan pertolongan Allah).” (QS. Al-Kahfi [18]: 39).
“Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman setelah ayat ini:
فَعَسَىٰ رَبِّيٓ أَن
يُؤۡتِيَنِ خَيۡرٗا مِّن جَنَّتِكَ
“Maka mudah-mudahan
Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini).”
(QS. Al-Kahfi [18]: 40).”
















