Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Cermin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cermin. Tampilkan semua postingan

Pengalaman Mengantar Istri untuk USG Fetomaternal

Written By Amoe Hirata on Kamis, 13 Oktober 2022 | 08.39

Kisah ini berangkat dari pengalaman mengantar istri ke RS. Soetomo, Instalasi Rawat Jalan, Gedung E, bagian Poli Obsgyn (Obgyn). 

BAKOPA KONTRIBUSI KONKRET AR. BASWEDAN UNTUK GENERASI MUDA ISLAM

Written By Amoe Hirata on Kamis, 30 Desember 2021 | 14.31

 


Di antara kebrilianan AR. Baswedan adalah memiliki pikiran yang jauh ke depan. Bisa dibilang melampaui zamannya. Dalam kondisi sekritis apapun, beliau masih mampu mengeluarkan ide-ide cemerlang dan tidak dibayangkan banyak orang.

Dua Ulama Nusantara Pengharam Sepak Bola

Written By Amoe Hirata on Kamis, 29 November 2018 | 01.21



            DI nusantara, paling tidak ada dua ulama yang tercatat pernah mengharamkan permainan sepak bola. Pertama, Dr. H. Abdul Karim Amrullah, ayah Hamka. Kedua, Teungku Muhammad Daud Beureueh.

Sambut, Sumbat dan Sambat Puasa

Written By Amoe Hirata on Senin, 14 Mei 2018 | 13.05

Portofolio Fotografi Pemandangan Alam - Ancient Inca Stone Staircase  #LANDSCAPEPHOTOGRAPHY, #PHOTOGRAPHICSCENERY
Add caption

MENJELANG puasa Ramadhan, banyak orang yang berusaha menyambutnya dengan berbagai bentuk penyambutan laiknya orang yang sedang kedatangan tamu agung.

Apa Persiapan Kita Menuju Ramadhan?

Written By Amoe Hirata on Jumat, 27 April 2018 | 14.47

Hasil gambar untuk menuju ramadhan 1439 RAMADHAN sudah tinggal sejengkal, namun sudahkah umat Islam menyiapkan dengan baik akan kedatangannya? Terlebih, beberapa hari lagi akan memasuki bulan Sya’ban yang merupakan bulan paling dekat dengan Ramadhan di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam begitu gencar berpuasa dan beribadah di dalamnya.

Ujian Ramadhan Sedang Berlangsung

Written By Amoe Hirata on Rabu, 05 Juli 2017 | 14.39

            SATU bulan penuh umat Islam telah menjalani sekolah di Madrasah Ramadhan, kini saatnya, sebelas bulan ke depan, hingga berjumpa Ramadhan kembali, adalah waktu yang paling siginifikan dalam menentukan kelulusan. Akan dirasakan oleh masing-masing individu, apakah dirinya sukses menjalani ujian ini, atau justru gagal.

"Kuncinya Ikhlas Mas!"

Written By Amoe Hirata on Jumat, 17 Maret 2017 | 20.13

            MENJELANG senja, di sepanjang jalan KH. Abdullah Syafi’i, kendaraan masih terlihat padat merayap. Bunyi klakson bersahutan laksana katak di musim penghujan. Dalam koondisi demikian, aku tetap berjalan seperti biasa dengan santai dari kantor menuju depan Alfa Mart untuk menunggu mikrolet no 44 menuju terminal Kampung Melayu.

Mbah Kasiah in Memoriam

Written By Amoe Hirata on Senin, 13 Maret 2017 | 12.04


AKU tidak tahu akan mati kapan. Yang jelas aku minta kepada Allah subhanahu wata'ala agar dimatikan dalam kondisi sembahyang, bukan dalam kondisi sakit. Aku tidak mau merepotkan anak-anakku. Aku berharap anak dan cucuku hidup aman, tentram dan rukun,” demikian memori yang pernah aku dengar sendiri pada tahun 2011 saat beliau masih sugeng dan seger waras.

Bumbu Cinta Rumah Tangga

Written By Amoe Hirata on Kamis, 09 Maret 2017 | 04.50

   “Tapi aku tidak bisa masak mba.”
          “Dia nyari istri bukan koki, walaupun Rizal itu termasuk orang yang suka pilih-pilih kalau soal makanan, dia lebih suka makanan rumah, ‘halalan thoyyiban’ katanya. Jarang tuh kulineran sana-sini”

Jilbab Berbalut Takwa

Written By Amoe Hirata on Senin, 06 Maret 2017 | 13.42

“Mau beli apa ke Tanah Abang?” tanya Puji ketika Dila mengajaknya secara mendadak. Mereka baru selesai mengikuti kajian di bilangan Tebet siang ini.
            “Mungkin mau beli jilbab dan beberapa lembar pakaian. Lo gak ada acara lagi `kan abis ini, anterin ya!” pinta Dila dengan penuh harap. Sejenak Puji berpikir apakah dirinya bisa pergi. “Okelah, ayo..,” Puji kemudian setuju.

Ibu Karir & Ibu Rumah Tangga

Written By Amoe Hirata on Jumat, 03 Maret 2017 | 19.42

AKU berlari seperti orang gila. Tak peduli orang-orang memandangiku dengan pandangan heran atau mungkin risih karena melihat ibu-ibu sepertiku dengan pakaian kerja rapi, dengan membawa banyak tentengan di tangannya, dan berlarian di jalan malam-malam begini. Aku tetap bergegas sambil terus saja kupandangi jam di tanganku. Waktu menunjukan pukul 20.30. Aku terlambat. Tidak! Aku sangat terlambat. Untuk kesekian kalinya aku membiarkan anakku menunggu terlalu lama. Seharusnya dari jam lima sore aku menjemputnya di tempat penitipan anak tapi karena pekerjaan kantor menuntutku untuk lembur, aku harus siap dengan ini semua.

Tokoh Muslim "Bayaran"

Written By Amoe Hirata on Kamis, 02 Maret 2017 | 19.07

        PADA tonggak perjuangan umat Islam, dalam kondisi kuat, kaum munafik tidak pernah absen menginfiltrasi. Salah satu bukti riilnya, termanivestasi pada tokoh-tokoh muslim yang dengan kepentingan pragmatisnya bisa membela siapa saja dan menjual harga diri asal ada honornya. Sikap demikian tentu menjadi ciri khas orang munafik. Al-Ma`idah [5] ayat 52, secara clear (terang) menggambarkan fenomena ini. Mereka rela bergabung dengan orang kafir, asal kepentingan pribadi tidak terganggu dan bisa terpenuhi.

Aku Hanya Ingin Menikah Dengannya

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 25 Februari 2017 | 18.46

“Aku ingin menikah dengannya. Hanya dengannya.” Aira berucap lirih, bahkan air matanya pun ikut berbicara mengungakapkan isi hatinya. Kepada teh Riri, gadis berhijab biru itu mengadu.

Teramat Pilah-Pilah, Telat Nikah-Nikah

Written By Amoe Hirata on Selasa, 21 Februari 2017 | 13.24

            “Sungguh ironis. Ada akhwat yang paham agama,  malah mencari jodohnya lewat jalur independen (suka-suka dia) dengan berkedok ‘ta’aruf’ sedangkan akwat lainnya berusaha menjalani ta’aruf tapi...,” Ais menggantung ucapannya.

Mengenang Ngaji Huruf Arab Pegon

Written By Amoe Hirata on Minggu, 19 Februari 2017 | 09.03

 
Contoh huruf Pegon dalam Kitab Tafsir Surah Al-Baqarah Juz II
          Di langgar Al-Mahfudh, sekitar tahun 1994-1998, aku pernah belajar huruf Arab Jawi atau Pegon. Belajar menulis huruf Pegon merupakan di antara pelajaran favoritku di lembaga diniyah non-formal ini. Waktu itu, yang diamanahi menjadi guru di antaranya adalah almarhum Cak. Am Rasyid dan Bapakku sendiri.

Fajar; Inspirator Ajaib Penghafal Al-Qur'an

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 18 Februari 2017 | 14.04


          JAKARTA- SETIAP orang tua, pasti menginginkan bayinya terlahir normal. Namun, apa daya, jika keinginan itu seolah pupus di tengah jalan, lantaran takdir tak sesuai harapan. Akankah, ini menjadi penyebab orang tua frustasi, atau justru pelecut motivasi.

Ma`idaturrahman Ala AQL Islamic Center

Written By Amoe Hirata on Jumat, 17 Februari 2017 | 14.48

            Saat masih mengenyam pendidikan di Al-Azhar, Kairo, Mesir, ada fenomena menarik setiap kali datang bulan Ramadhan yang menggambarkan betapa dermawannya orang Arab Mesir. Menjelang berbuka, setiap masjid, bahkan tak jarang juga di jalanan, mereka menyiapkan ta’jil (berupa air, kurma bahkan makanan berat seperti nasi dengan aneka lauk ala Mesir) bagi orang yang berpuasa. Kegiatan ini dilakukan secara massif dan kolektif. Budaya tahunan itu populer dengan sebutan “Ma’idaturrahman” yang arti sederhananya “Hidangan dari Allah Yang Maha Pengasih”.

Pucuk Hayya, Pucuk Hayyi

Written By Amoe Hirata on Rabu, 08 Februari 2017 | 22.32


            Sewaktu aku masih kecil, sekitar kelas 3 MI (Madrasah Ibtidaiyah), ada dua kucing yang aku pelihara bersama adikku. Kucing itu bersaudara kandung. Yang satu berwarna putih berkelamin betina; sedangkan yang satunya berwarna hitam berkelamin jantan. Kucing jantan aku beri nama Pucuk Hayya, dan yang betina diberi bana Pucuk Hayyi.

Buka Mata, Buka Hati

Written By Amoe Hirata on Selasa, 31 Januari 2017 | 18.05

SETIAP kajian tadabbur Kamis pagi di AQL Islamic Center Tebet, ada sosok inspiratif yang selalu datang menjajakan dagangan kerupuknya. Aku tidak tahu persis nama, asal, keluarga, dan kediamannya, karena yang penting adalah pelajaran yang bisa diambil darinya. Hanya ciri fisik yang bisa diketahui; seorang yang tidak bisa melihat, membawa tongkat, dan payung yang di bawahnya diletakkan kerupuk-kerupuk yang siap dijual.
            Setiap kali berdagang selalu laris. Entah apa sebabnya. Di antara yang membuat salut ialah dengan kondisinya seperti itu, dia mau tetap bekerja. Berdiri di atas kaki sendiri, tidak meminta-minta ke orang lain. Ia tetap berusahan sebisanya dengan dagangan ala kadarnya.

4 Problem dan 4 Solusi

Written By Amoe Hirata on Kamis, 15 Desember 2016 | 14.42

           
Setiap orang pasti pernah mengalami takut, bersedih, ditipu daya orang, dan (terlalu cinta) dunia. Berikut ini ada empat solusi dari al-Qur`an sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ja’far al-Shadiq, seorang Ahli Bait yang sangat paham dengan rahasia-rahasia al-Qur`an.
            Beliau mengatakan, “Aku heran kepada orang yang takut,” ini adalah problem yang pertama. Solusinya,  “sedang dia tidak berlindung dengan firman Allah subhanahu wata’ala:
حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَكِيلُ
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung" (QS. Ali Imran [3]: 173).
“Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman setelah ayat ini:
فَٱنقَلَبُواْ بِنِعۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضۡلٖ لَّمۡ يَمۡسَسۡهُمۡ سُوٓءٞ
Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, (QS. Ali Imran [3]: 174).”
            “Aku juga heran kepada orang yang berduka [bersedih],” ini problem yang kedua. Solusinya, “sedang ia tidak berlindung dengan firman Allah subhanahu wata’ala berikut:
لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya [21]: 87).
“Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman setelah ayat ini:
فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَنَجَّيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡغَمِّۚ وَكَذَٰلِكَ نُ‍ۨجِي ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman” (QS. Al-Anbiya [21]: 88).”
            “Aku juga heran dengan orang yang ditipu daya,” problem yang ketiga. Solusinya,  “sedang ia tidak berlindung dengan firman Allah subhanahu wata’ala:
وَأُفَوِّضُ أَمۡرِيٓ إِلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ
Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Ghafir [40]: 44).
“Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman setelah ayat ini:
فَوَقَىٰهُ ٱللَّهُ سَيِّ‍َٔاتِ مَا مَكَرُواْۖ
Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka,” (QS. Ghafir [40]: 45).
“Aku juga heran dengan orang yang mencari dunia dan perhiasannya,” problem yang keempat. Solusinya, “sedang ia tidak berlindung dengan firman Allah subhanahu wata’ala:
مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِۚ
Maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (QS. Al-Kahfi [18]: 39).
“Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman setelah ayat ini:
فَعَسَىٰ رَبِّيٓ أَن يُؤۡتِيَنِ خَيۡرٗا مِّن جَنَّتِكَ
Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini).” (QS. Al-Kahfi [18]: 40).”
 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan