Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Humor Segar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Segar. Tampilkan semua postingan
Nambah Istri Apa Nambah Anak?
Written By Amoe Hirata on Selasa, 24 Mei 2016 | 15.55
Ada seorang suami ingin menambah anak. Namun sayangnya si istri, enggan
menurutinya. Dengan bahasa yang halus, tapi juga mengena sasaran si suami pun
memberi pertanyaan kepada istrinya, "Adek, kamu mau aku NAMBAH istri atau
kamu Nambah anak?" Istrinya pun menyerah, "Nambah anak saja
deh." Jawabnya dengan cukup kecut.
TAHALLUL
Written By Amoe Hirata on Rabu, 06 Januari 2016 | 16.23
Ketika Pak Boy –bukan nama
sebenarnya- menunaikan ibadah tahallul(mencukur rambut) di waktu haji,
ada orang Arab jail, mengambil guntingnya tanpa izin. Pak Boy pun naik pitam.
Namun ia bingung karena tidak bisa berbahasa Arab. Ia pun mencari akal:
bagaimana caranya agar kemarahannya tersalurkan, dan dimengerti oleh orang Arab
iseng tadi?.
Seolah mendapat ilham dari
langit, ia pun dengan lantang mengatakan: “A`udzu billahi minas syaithanir
rajim.(Aku berlindung pada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk)”
Sambil mengarahkan jari telunjuk ke muka orang Arab, di sertai mimik wajah
sangar. Jurus itu akhirnya berhasil. Orang Arab itu melempar gunting, lalu lari
tunggang langgang.
Namaku Bukan 'ANTUM"
Written By Amoe Hirata on Selasa, 09 Juni 2015 | 21.54
Sore
hari, Dino Prasityo(bukan
nama sebenarnya, tapi benar kejadiannya) mengikuti sebuah kajian keilmuan
penulis. Mengingat latar belakang dirinya yang tidak mengerti bahasa Arab, saat
temannya menyapa, pikiranya dipenuhi tanda Tanya. Yang ditanyakan teman barunya ialah: “Antum siapa? Antum dari
mana? Antum suka nulis apa? Gimana
menurut pandangan antum....,”
dan seterusnya, yang intinya ada kata, ‘antum’.
Dino
pun penasaran. Hatinya bergumam: “Sejak kapan namaku diganti menjadi: ANTUM? Namaku bukan ANTUM!”. Berkali-kali ia datang pada acara kajian,
rupanya ia mendapat panggilan yang sama. Rasa penasarannya membuat tak tahan.
Akhirnya ia pun bertanya pada mbah Google. “Googling dulu ah......”
ujarnya bersemangat. Namun malang nasibnya. Apa yang dicari tak kunjung
ditemukan.
Pada saat kebingungan
memenuhi pikirannya. Ketika keluar rumah, ia ketemu tetangganya yang lumayan
mengerti bahasa Arab. Dengan senyum manis temannya menjawab: “Goblok kamu Dino.
‘Antum’, dalam bahasa Arab artinya: KAMU. “Gubrak,...!!!” Dino memukul
lirih kepalanya sendiri. Ia melanjutkan, “Ealah Cak....Cak. Tak kira
namaku dirubah”. Mengingat itu, ia nyengir sendiri. Ia beruntung bisa
bertemu teman baru yang mengerti agama, meski dengan kekonyolan.
Sejak saat itu, Si Dino
dipanggil teman-temannya dengan sebutan: ANTUM. Sebuah panggilan yang merubah
kehidupannya. Dari kegelapan menuju cahaya. Ya. Sebelum mengenal forum kajian
ini ia berada pada kehidupan nakal remaja. Kehendak Allah mengentarkannya pada
komunitas kajian penulis. Ia bersyukur sekaligus terharu. Jalan yang
dipandangnya kelem, sekarang sudah mulai terang. “Alhamdulillah,...” desis
lirihnya.
PAK POLISI: Jangan Tangkap Aku!
Written By Amoe Hirata on Selasa, 19 Mei 2015 | 06.07
Pagi-pagi Jailani sudah menonton berita di TV. Waktu itu berita yang sedang ditonton adalah tentang penangkapan teroris. Ketika sedang asyik-asyik nonton, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Dengan segera ia bergegas membuka pintu. Ia kaget bukan main, setelah diintip dari lubang pintu, ternyata yang datang adalah gerombolan polisi yang bersenjata lengkap. Cepat-cepat ia berpikir: "Aku pernah ngelakuin kesalahan apa ya? Perasaan tidak, lha para polisi ini ngapain ya?". Dengan nekat, akhirnya ia membuka pintu juga. Pertama kali yang dikatakanya: "Maaf pak polisi jangan tangkap saya, saya ga pernah ngelakuin kesalahan apa-apa, please!".
Mendengar ucapan Jailani para polisi serentak tertawa. Salah satu kepala polisi berkata: "Tidak kok mas, kedatangan kami kesini adalah untuk mengundang anda menjadi penceramah di hari ulang tahun polisi". Lha kenapa kok pakai banyak polisi dan bedil segala kalau cuman ngundang?"tanya Jailani penasaran. Pak polisi menjawab: "Gini mas kami dah kebanyakan nganggur, daripada nganggur terus mendingan para anggota tak bangunin semua biar ga tidur, kerjaanya molor sih pagi-pagi". Hati Jailani berkata:" Ealah ternyata cuman ngundang ceramah toh, kirain mo nangkap aku, tahu gitu aku ga ngomong apa-apa, jadi malu deh".





