Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Humor Segar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Segar. Tampilkan semua postingan

Seterika Meong

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 25 Februari 2017 | 20.24

            Al-kisah, aku sedang menaiki busway menuju kantor. Saat duduk, terdengar obrolan hangat antarpenumpang. Senda gurau pun semakin meramaikan suasana yang tadinya sunyi.

Nambah Istri Apa Nambah Anak?

Written By Amoe Hirata on Selasa, 24 Mei 2016 | 15.55

Ada seorang suami ingin menambah anak. Namun sayangnya si istri, enggan menurutinya. Dengan bahasa yang halus, tapi juga mengena sasaran si suami pun memberi pertanyaan kepada istrinya, "Adek, kamu mau aku NAMBAH istri atau kamu Nambah anak?" Istrinya pun menyerah, "Nambah anak saja deh." Jawabnya dengan cukup kecut.

TAHALLUL

Written By Amoe Hirata on Rabu, 06 Januari 2016 | 16.23


                       Ketika Pak Boy –bukan nama sebenarnya- menunaikan ibadah tahallul(mencukur rambut) di waktu haji, ada orang Arab jail, mengambil guntingnya tanpa izin. Pak Boy pun naik pitam. Namun ia bingung karena tidak bisa berbahasa Arab. Ia pun mencari akal: bagaimana caranya agar kemarahannya tersalurkan, dan dimengerti oleh orang Arab iseng tadi?.
            Seolah mendapat ilham dari langit, ia pun dengan lantang mengatakan: “A`udzu billahi minas syaithanir rajim.(Aku berlindung pada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk)” Sambil mengarahkan jari telunjuk ke muka orang Arab, di sertai mimik wajah sangar. Jurus itu akhirnya berhasil. Orang Arab itu melempar gunting, lalu lari tunggang langgang.

Namaku Bukan 'ANTUM"

Written By Amoe Hirata on Selasa, 09 Juni 2015 | 21.54

            Sore hari, Dino Prasityo(bukan nama sebenarnya, tapi benar kejadiannya) mengikuti sebuah kajian keilmuan penulis. Mengingat latar belakang dirinya yang tidak mengerti bahasa Arab, saat temannya menyapa, pikiranya dipenuhi tanda Tanya. Yang ditanyakan teman barunya ialah: “Antum siapa? Antum dari mana? Antum suka nulis apa? Gimana menurut pandangan antum...., dan seterusnya, yang intinya ada kata, ‘antum’.
            Dino pun penasaran. Hatinya bergumam: “Sejak kapan namaku diganti menjadi: ANTUM? Namaku bukan ANTUM!”. Berkali-kali ia datang pada acara kajian, rupanya ia mendapat panggilan yang sama. Rasa penasarannya membuat tak tahan. Akhirnya ia pun bertanya pada mbah Google. “Googling dulu ah......” ujarnya bersemangat. Namun malang nasibnya. Apa yang dicari tak kunjung ditemukan.
            Pada saat kebingungan memenuhi pikirannya. Ketika keluar rumah, ia ketemu tetangganya yang lumayan mengerti bahasa Arab. Dengan senyum manis temannya menjawab: “Goblok kamu Dino. ‘Antum’, dalam bahasa Arab artinya: KAMU. “Gubrak,...!!!” Dino memukul lirih kepalanya sendiri. Ia melanjutkan, “Ealah Cak....Cak. Tak kira namaku dirubah”. Mengingat itu, ia nyengir sendiri. Ia beruntung bisa bertemu teman baru yang mengerti agama, meski dengan kekonyolan.

            Sejak saat itu, Si Dino dipanggil teman-temannya dengan sebutan: ANTUM. Sebuah panggilan yang merubah kehidupannya. Dari kegelapan menuju cahaya. Ya. Sebelum mengenal forum kajian ini ia berada pada kehidupan nakal remaja. Kehendak Allah mengentarkannya pada komunitas kajian penulis. Ia bersyukur sekaligus terharu. Jalan yang dipandangnya kelem, sekarang sudah mulai terang. “Alhamdulillah,...” desis lirihnya.

PAK POLISI: Jangan Tangkap Aku!

Written By Amoe Hirata on Selasa, 19 Mei 2015 | 06.07

         Pagi-pagi Jailani sudah menonton berita di TV.  Waktu itu berita yang sedang ditonton adalah tentang penangkapan teroris. Ketika sedang asyik-asyik nonton, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Dengan segera ia bergegas membuka pintu. Ia kaget bukan main, setelah diintip dari lubang pintu, ternyata yang datang adalah gerombolan polisi yang bersenjata lengkap. Cepat-cepat ia berpikir: "Aku pernah ngelakuin kesalahan apa ya? Perasaan tidak, lha para polisi ini ngapain ya?".  Dengan nekat, akhirnya ia membuka pintu juga. Pertama kali yang dikatakanya: "Maaf pak polisi jangan tangkap saya, saya ga pernah ngelakuin kesalahan apa-apa, please!".
        Mendengar ucapan Jailani para polisi serentak tertawa. Salah satu kepala polisi berkata: "Tidak kok mas, kedatangan kami kesini adalah untuk mengundang anda menjadi penceramah di hari ulang tahun polisi".  Lha kenapa kok pakai banyak polisi dan bedil segala kalau cuman ngundang?"tanya           Jailani penasaran. Pak polisi menjawab: "Gini mas kami dah kebanyakan nganggur, daripada nganggur terus mendingan para anggota tak bangunin semua biar ga tidur, kerjaanya molor sih pagi-pagi". Hati Jailani berkata:" Ealah ternyata cuman ngundang ceramah toh, kirain mo nangkap aku, tahu gitu aku ga ngomong apa-apa, jadi malu deh".
 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan