Latest Post

“Berfikir” dalam al-Quran

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 04 September 2010 | 10.25



A.Ayat-ayat al-Quran tentang “Berfikir”.

1.fakkara:
انه فكّر وقدّر(18)فقتل كيف قدّر(19)
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), (al-Muddtsir:18)
2.Tatafakkaru:
قل انما أعظكم بواحدة أن تقومو لله مثني و فرادي ثم تتفكروا ما بصاحبكم من جنة ان هو الاّنذير
لكم بين يدي عذاب شديد(46)

”Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras”(Saba`:46)

3.Tatafakkarun:
- يسئلونك عن الخمر والميصر قل فيهما اثم كبير ومنافع للناس و اثمهم أكبر من نفعهما ويسئلونك ماذا ينفقون قل العفو كذلك يين الله لكم الآيت لعلكم تتفكرون(219)
-Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir(al-Baqara:219)

- أيودّ أحدكم أن تكون له جنة من نخيل وأعناب تجري من تحتها الأنهارله فيها من كل الثمرات وأصابه الكبر وله ذرّية ضعفاء فأصابها اعصار فيه نار فاحترقت كذلك يبين الله لكم الآيِت لعلكم تتفكرون(266)
-Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya(al-Baqara:266)

- قل لا أقول لكم عندي خزائن الله ولا أعلم الغيب ولا أقول لكم اني ملك ان أتبع الا ما يوحي اليّ قل هل يستوي الأعمي والبصير أفلا تتفكرون(50)
-Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"(al-`Anam:50).


4.Yatafakkaruu:

أولم يتفكروا ما بصاحبكم من جنة ان هو الا نذير مبين(184)
-Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.(al-A`raf:184).

- أولم يتفكروا في أنفسهم ما خلق ااه السماوات والأرض وما بين هما الا بالحق وأجل مسمي وان كثير من الناس بلقاء ربهم لكافرون(8)
-Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.(al-Rum:8)

5.Wa Yatafakkaruun:

- ان في خلق السماوات والأرض واختلاف الليل و النهار لأيت لأولي الألباب(190) الذين يذكرون الله قياما وقعودا و علي جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار(191)
-Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ali Imran;190).(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(ali Imran:191).


6.La`allahum Yatafakkaruun:

- ولو شئنا لرفعناه بها ولكنه أخلد الي الأرض واتّبع هواه فمثله كمثل الكلب ان تحمل عليه يلحث أو تتركه يلهث ذلك مثل القوم الذين كذبو بآياتنا فاقصص القصص لعلهم يتفكرون(176)
-Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(al-A`raf:176).

- وأنزلنا اليك الذكر لتبين للناس ما نزّل اليهم ولعلهم يتفكرون(44)
-…..Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan(An-nahl:44).


- لو أنزلنا هذا القرآن علي جبل لرأيته خاشعا متصدّعا من خشية الله وتلك الأمثال نضربها للناس لعلهم يتفكرون(21)
- Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.(al-Hasyr:21)


7.Liqaumi Yatafakkaruun:

- انما مثل الحيوة الدنيا كماء أنزلناه من السماء فاختلط به نبات الأرض مما يأكل الناس و الأنعام حتي اذا أخذت الأرض زخرفها وازّيذنت و ظنّ أهلها أنّهم قادرون عليها أتاها أمرنا ليلا أو نهارا فجعلناها حصيدا كأن لم تغن بالأمس كذلك نفصّل الآيت لقوم يتفكرون(24)
-Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir(Yunus:24)

-وهو الذي مدّ الأرض وجعل فيها رواسي وأنهارا ومن كل الثمرات جعل فيها زوجين اثنين يشي اليل النهار ان في ذلك لآيت لقوم يتفكرون(3)
-Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan(Aa-Ra`d:3)

- ينبت لكم به الزرع والزيتون و النخيل والأعناب ومن كل الثمرات ان في ذلك لآية لقوم يتفكرون(11)
-Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan(an-Nahl:11).

- ثمّ كل الثمرات فاسلكي سبل ربك ذللا يخرج من بطونها شراب مختلف ألوانه فيه شفاء للناس انّ في ذلك لآ ية لقوم يتفكّرون(69)
-kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan(an-Nahl:69).



- ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا اليها وجعل بينكم مودّة و رحمة ان في ذلك لآيت لقوم يتفكرون(21)
-Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir(Ar-rum:21).



-الله يتوفي الأنفس حين موتها والتي لم تمت في منامها فيمسك التي قضى عليها الموت ويرسل الأخرى الي أجل

مسمى ان في ذلك لآيت لقوم يتفكرون(42)

-Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir(Az-Zumar:42)

-وسخّر لكم ما في السماوات وما فى الأرض جميعا منه ان في ذلك لآيت لقوم يتفكرون(13)
-Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir(al-Jaatsiyah:13).

B.Definisi “Berfikir”:

-Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘berpikir” merupakan kata kerja yang di derivasi dari kata “pikir” yang berarti:”Menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu’’, atau “menimbang-nimbang dalam ingatan”.

-Dalam al-Quran kata “berpikir” menggunakan kata”Fakkara” dan “Tafakkara” yang berarti demikian:
1.Fakkara: suatu usaha yang berlebih dan ekstra dalam menggunakan akal dan menyusun beberapa hal yang di ketahui untuk memperoleh sesuatu yang belum di ketahui” .
2.Tafakkara: menggunakan akal pikirnya . Kata “Tafakkara” berasal dari timbangan “Tafa`ala” yang mengandung takalluf(yaitu mengusahakan sesuatu dengan susah payah hingga menjadikanya sebagai karakter diri pribadi) dengan demikian tafakkar merupakan sebuah upaya mengolah dan mengaktualisasikan pikiran yang di lakukan dengan keras hingga menjadikanya karakter diri pribadi.wallahu a`lam.

-Drs. Toto Tasmara mendefinisikan berpikir sebagai berikut: “Berpikir adalah proses untuk menyimpan, mengingat, menganalisis, dan menyimpulkan berbagai informasi yang ada di dalam dan di luar kita, sehingga menjadi sebuah konsep gagasan(ide) yang akan menjadi dorongan dan tindakan” .

C.Urgensi Berfikir.

Pikiran merupakan anugerah besar yang di berikan oleh Allah kepada manusia. Salah satu hal yang membedakan manusia dari hewan ialah terletak pada pikirannya. Pendayagunaan pikiran dengan baik akan membuat utuh esensi kemanusianya, namun jika sebaliknya, maka esensi kemanusianya akan teredusir(terkurangi) atau bahkan terseret pada level hewani dimana melandasi setiap sikap dan langkahnya hanya berdasarkan insting semata. Berpikir merupakan suatu bentuk terrefleksikanya(tercerminnya) rasa syukur seorang hamba kepada Tuhanya, orang yang tidak menggunakan pikiranya dengan baik dan benar maka ia telah mengkufuri nikmat Allah Shubhanahu wata`ala. Dengan membiasakan diri untuk berpikir maka dapat meningkatkan nikmat dari Allah, karena Allah akan menambahkan nikmat-Nya bagi siapa saja yang menyukurinya. Dalam al-Quran kata berpikir disebutkan sebanyak delapan belas kali, ini mengindikasikan bahwa betapa pentingnya berpikir bagi kehidupan manusia. Berpikir merupakan perangkat lunak yang di gunakan untuk mengatasi dan memecahkan problematika yang di hadapi manusia. Bagi orang yang menginginkan kesuksesan baik dunia maupun akhirat, dia harus menggunakan pikiranya dengan baik.

D.Manfaat berpikir

Berikut ini merupakan beberapa manfaat berpikir yang di sadur berdasarkan kontemplasi ayat-ayat tentang ” berpikir” dalam al-Quran:

1.Berpikir sangat urgen sekali dalam suatu perencanaan(planning)(terlepas dari baik atau tidaknya rencana, yang jelas jika menginginkan kesuksesan dalam setiap rencana harus berpikir dengan baik dan matang).

Ini berdasarkan ayat yang artinya:” Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), (al-Muddtsir:18). Ayat ini diturunkan mengenai seorang kafir Mekah, pemimpin Quraisy bernama Al Walid bin Mughirah. Dia merupakan pemuka Quryais yang mengadakan perkumpulan dengan masyarakat Quryais untuk membuat konsensus agar tidak terpecah-pecah dengan maksud menemukan solusi dalam menghalangi laju dakwah Muhammad Shallalahu `alaihi wassallam setelah berpikir panjang dan cukup alot akhirnya mereka sampai pada kesimpulan bahwa Muhammad adalah tukang sihir dan apa apa yang dibawanya merupakan murni karya manusia. Ini artinya bahwa berpikir sangat urgen sekali dalam menentukan perencanaan.

2.Untuk mengetahui sejauh mana kebenaran statemen.

Hal ini berdasarkan ayat yang artinya:….kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras”(Saba`:46). Dan:” -Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.(al-A`raf:184).Kedu ayat di atas menyatakan secara implisit bahwa kalau orang-orang kafir Qurays mau menggunakan pikiranya dengan baik niscaya meraka akan mengetahui bahwa Muhammad bukanlah orang gila, dia hanya bertugas sebagai pemberi peringatan bagi mereka. Dari situ nyatalah bahwa kebenaranya adalah dia bukanlah orang gila, karena mereka mengetahui dengan pasti siapa Muhammad dan mereka tidak mendapati selama bergaul denganya ada indikasi-indikasi kegilaan yang menderanya. Dengan demikian berpikir dapat mengatahui sejauh mana kebenaran statement.

3.Dapat menimbang kadar kemaslahatan dan bahaya sesuatu serta mengetahui proporsionilatasnya.

Ini berlandaskan pada ayat yang artinya:” -Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir(al-Baqara:219), pertama bahwa orang yang berfikir akan mampu untuk mengetahui kadar kemaslahatan dan bahaya sesuatu, pada ungkapan ayat tersebut menggunakan metafor khamar dan judi. Bila orang jeli dalam menggunakan pikiranya ia akan mampu mengatahui kadar bahaya dan manfaat judi, yang dalam konteks ini keduanya lebih banyak bahayanya karena itulah keduanya diharamkan dalam Islam. Kedua dengan berpikir kita akan mengetahui proporsionalitas sesuatu yang mana dalam ayat tersebut di jelaskan bahwa yang di nafkahkan adalah yang lebih dari keperluan. Artinya bahwa dengan berpikir anda mampu mengetahu berapa porsi sesuatu yang harus dikeluarkan sehingga tidak terlampau kurang atau berlebihan.

4.Mampu menangkap fenomena yang ada untuk dijadikan pelajaran.

Ini berdasarkan ayat yang artinya: -Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya(al-Baqara:266)
Ayat diatas menjelaskan tentang perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya karena riya, membangga-banggakan tentang pemberiannya kepada orang lain, dan menyakiti hati orang. Orang yang mau berpikir akan mampu menangkap metafor(permisalan)pada ayat tersebut bahwa orang yang riya usahanya akan siya-siya belaka tak ada arti dan manfaatnya sama sekali dalam hal ini digambarkan bagaikan kebun kurma yang indah dimana ketika pemiliknya tua kebun itu hancur di terpa yang mengandung api.

5.Dengan berpikir bisa mengetahui apakah seseorang menggunakan pikiranya apa tidak.

Ini berdasarkan ayat yang artinya:”Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"(al-`Anam:50). Artinya bahwa dengan berpikir akan mampu mengetahui apakah seseorang itu menggunakan pikiranya apa tidak, orang yang menggunakan pikiranya bak seorang yang melihat sedangkan yang tidak menggunakanya bagaikan orang buta.

6.Berpikir merupakan indikasi “Ulil Albab” .

Ini berdasarkan ayat yang artinya:” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ali Imran;190).(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(ali Imran:191). Diantara ciri ulil albab ialah orang yang selalu berpikir.
7.Berpikir dapat meninggikan derajat seseorang.ini berdasarkan ayat yang artinya:” Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(al-A`raf:176). Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang berpikir tentang aya-ayat Allah akan di tinggikan derajatnya.

E.Metode al-Quran dalam mendorong orang untuk berpikir

Betapapun banyaknya manfaat dari berpikir, namun pada realitanya, kebanyakan orang merasa malas untuk menggunakan potensi pikiranya, seolah berpikir hanya di nikmati oleh kalangan elit saja, budaya berpikir seakan hanya dimiliki oleh intelektual saja, padahal berpikir merupakan hak setiap orang karena sama-sama mempunyai potensi untuk itu. Masalahnya sekarang ialah, bagaimana cara menumbuhkan dan mensugesti seseorang agar berpikir?.Dalam al-Quran ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk merangsang orang agar menggunakan pikiranya, paling tidak ada tiga metode yang disodorkan didalamnya diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Dengan menceritakan kisah(sejarah).

Cerita merupakan metode yang cukup jitu untuk menumbuhkan bahkan miningkatkan tradisi berpikir pada setiap orang, karena kisah memiliki daya tariknya tersendiri untuk merangsang daya pikir seseorang. Allah berfirman dalam al-Quran: Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(al-A`raf:176).Dalam ayat ini ada kata perintah berupa” menceritakan cerita” yang pada akhirnya diharapkan agar bisa membuat orang untuk berpikir. Mengapa cerita? Kalau diamati secara saksama cerita memiliki keunikan serta keistimewaan tersendiri, cerita merupakan refleksi kejadian masa lampau, sekarang dan yang akan datang yang dapat dijadikan cermin oleh sesorang dalam menapaki kehidupanya. Cerita(sejarah) dapat merangsang sel-sel saraf untuk berpikir, hal ini karena didalamnya menyimpan banyak pelajaran dan ibrah ,disamping itu dalam penyajianya tidak banyak mengeluarkan energi karena itulah tak heran jika banyak orang yang suka cerita. Dalam al-Quran hampir sepertiga isinya merupakan kisah ini menunjukkan betapa penting dan berpengaruhnya kisah bagi kehidupan seseorang untuk diambil pelajaran. Bedanya dengan cerita-cerita yang lain, al-Quran memiliki kekhasan tersendiri dalam setiap sajian ceritanya. Cerita didalamnya memang benar-benar realistis dan mempunyai maksud yang sangat jelas yaitu supaya diambil pelajaranya, karena itulah cerita didalamnya bukan sekedar hiburan semata yang tidak membuat orang untuk berpikir akan tetapi di segenap ceritanya merupakan realita yang merangsang orang untuk berpikir dan mengambil pelajaran darinya.

2. Membaca, merenungi, dan menganalisa al-Qurqan

Al-Quran merupakan kitab suci yang menganjurkan seseorang untuk menggunakan pikiranya, al-Quran tidak hanya menyentuh perasaan seseorang saja tetapi sekaligus juga menyentuh pikiranya. Dengan membaca, merenungi, menganalisa al-Quran orang akan merasa terdorong untuk berpikir. Allah ta`ala berfirman:
-…..Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan(An-nahl:44). Ayat ini jelas-jelas menegaskan bahwa al-Quran di turun kan itu untuk di jelaskan kepada manusia sekaligus agar mereka berpikir.

3.Membuat perumpamaan(metafor)
Membuat perumpamaan memiliki daya tarik untuk mendorong orang agar berpikir. Allah berfirman:” . Dan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.(al-Hasyr:21) Dengan membikin perumpaan orang akan merasa terlibat dalam perumpamaan tersebut, otaknya akan bekerja mecerna, menganalisis isi perumpamaan itu sehingga menimbulkan konklusi berpikir. Kalau kita amati dalam al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang mengungkap permisalan, yang mengindikasikan betapa pentingnya untuk mendorong orang agar berpikir.

F.Kesimpulan

Berdasarkan tulisan di atas InsyaAllah anda mampu menyimpulkan bagaimana kedudukan berpikir dalam al-Qura`an.

Wallahu a`lam

Syahadat Kultural

Banyak orang yang mengaku telah bersyahadat padahal dalam waktu yang bersamaan juga ia telah mengkhianati syahadatnya. Syahadat yang dilafalkan hanya sebatas ungkapan lisan yang tidak berbekas pada hati dan perbuatan. Ia lahir dari warisan orang tua yang memang terlahir dalam lingkungan syahadat. Dengan demikian kesan syahadat kurang mengena dalam konteks sosial. Ia hanya sebagai baju normatif yang digunakan untuk pemberitahuan identitas pribadi saja. Maka tidaklah mengherankan jika banyak terjadi sikap ambivalen pada diri orang yang bersyahadat.

Syahadat Kultural ialah syahadat yang lahir dari warisan budaya yang hanya sebatas lisan, tidak mengakar dalam hati dan tidak berpengaruh pada sikap dan tindakan. Bila kita melihat dunia nyata banyak sekali fenomena-fenomena yang tidak sedap dipandang. Ada pensyahadat yang koruptor, pensyahadat yang penipu, pensyahadat yang pencuri dan lain sebagainya. Ini sangat lumrah karena pengetahuan dan pengamalan syahadat tidak dipahami dengan begitu baik ditambah lagi syahadat dianggap formalitas saja.

Dalam Islam nilai syahadat sangatlah luhur. Bahkan ia merupakan tiang fundamental dalam bangunan Islam. Jika ia roboh maka Islam secara otomatis akan roboh. Kesalahpahaman dan penyepelean syahadat hanya akan membuat nama Islam tercoreng dan buruk di mata pemeluk agama lain. Salah satu penyebabnya ialah karena syahadatnya hanya sebatas kultur atau budaya saja. Ia tidak mampu diterjemahkan dan diaplikasikan pada kehidupan nyata.

Secara terminologi syahadat berarti pengakuan verbal yang diiringi dengan hati yang yakin dan di buktikan dengan amalan nyata. Bila orang bersyahadat(bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah utusanya) maka secara sadar ia mengetahui bahwa dia telah bersaksi dengan nama Allah dan Rasulullah. Kesaksian secara sadar ini kemudian menghunjam dalam hati dan selanjutnya aura yang ditebarkan dalam kehidupan nyata ialah kedamaian, kejujuran, kesejahteraan dan nilai-nilai positif lainya.

Kita wajib mempertanyakan pada diri kita masing-masing apakah kita benar-benar mengamalkan syahadat yang sesungguhnya? Apakah selama ini syahadat yang kita lafalkan merupakan warisan budaya belaka? Pertanyaan ini sangat penting karena dapat membebaskan syahadat kita dari formalitas dan kultural. Kalau kita mau mengamati dalam tahiyyat shalat wajib kita selalu membaca syahadat dan kalau dihitung semuanya berjumlah sembilan kali ini belum ditambah dengan shalat sunnah dan doa-doa yang mengandung kata syahadat.

Salah satu hikmah yang dapat dipetik ialah kita harus selalu menyadarkan diri dalam kehidupan nyata bahwa kita telah bersyahadat. Syahadat yang dilandasi dengan pemahaman yang bagus diiringin dengan keyakinan hati yang mendalam dan diaplikasikan dalam kenyataan. Syahadat demikianlah yang akan mampu menegakkan tiang Islam. Perlu kiranya kita merevitalisasi syahadat kita agar kita selalu sadar bahwa kita telah bersyahadat. Jangan sampai yang bersyahadat malah lebih buruk dari pada yang tidak. Syahadat bukan sekedar pengakuan, lebih dari itu ia membutuhkan pembuktian.

"Sudahkah kita bersyahadat?"

"ان شاء الله" Bukan Basa-Basi

Written By Amoe Hirata on Kamis, 26 Agustus 2010 | 01.23

Mengingat pesan yang terkandung dari kata" InsyaAllah" sudah semakin terkikis dari makna semula hingga menjadi budaya, membuat saya tertarik untuk membahasnya. Pesan ringkas yang terkandung di dalamnya ialah hendaknya dalam setiap rencana apapun yang mau kita jalankan selalu di iringi dengan kesadaran dan pengakuan verbal tentang "kehendak Allah ta`ala sebagai latar muara terjadinya segala sesuatu". Kita ini mahluk yang lemah. Karena itu, kelemahan kita itu berkonsekwensi butuh kepada Allah ta`ala. Karena segala sesuatu itu terjadi karena kehendak Allah, maka kita dianjurkan untuk mengiringi setiap perbuatan yang akan kita lakukan dengan ucapan" InsyaAllah".

Lalu seberapa penting kata tersebut dari sisi agama dan sosial? Dari sisi agama membuat kita sadar kembali dan senantiasa "on" bahwa Allah lah yang membuat segala sesuatu terjadi. Dengan demikian, membuat kita sadar akan kelemahan kita sehingga kita tidak berlaku sombong dan mengklaim sesuatu yang belum terjadi. Pada giliranya jika kesadaran itu tertanam pada jiwa seseorang maka akan memancarkan nilai-nilai keimanan yang sangat tinggi.Sedangkan dari sisi sosial menimbulkan rasa aman dan tentram, sebab ia melatari janji atau pekerjaanya dengan kehendak Allah, yang membuat dia tidak asal berbuat dan asal berjanji, karena jika itu sampai terjadi membuat imanya ternodai dan tidak sempurna.

Landasan normatif berupa anjuran untuk mengatakan " InsyaAllah" dapat kita lihat pada surat al-Kahfi ayat 22-23 yang artinya demikian:" Dan janganlah sekali-kali kalian mengatakan untuk sesuatu apapun, aku akan melakukanya besok(22) Melainkan(dengan) Insyaallah, dan sebutlah Tuhanmu jika engkau lupa, dan katakan semoga Tuhanku membimbingku supaya dekat dari petunjuk ini(23). Asbabun nuzul ayat tersebut ialah sebagai berikut:" Di riwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-Dhahaak, dan diriwayatkan pula oleh ibnu Murdawaih dari ibnu Abbas berkata:" (suatu ketika) nabi bersumpah( akan menjawab tiga pertanyaan yang dilontarkan kaum kafir Qurays, beliau berjanji esok hari akan menjawabnya tanpa menyebut InsyaAllah), sampai berlalu empat pulu malam(ternyata wahyu belum turun-turun), lalu Allah menurunkan ayat tersebut.

Secara historis, dari asbabun nuzulz itu bisa kita lihat dengan jelas bahwa Rasulullah mendapatkan pelajaran langsung dari Allah agar tidak sekedar janji tanpa menyebut Insya`allah, sebab siapa yang bisa menjamin itu bakal terjadi kalau bukan Allah, nyatanya Rasul tidak bisa menjawab pertanyaan itu hingga empat puluh malam. Dengan turunya ayat tersebut menjadi pelajaran berharga bagi setiap muslim agar tidak asal berjanji atau berbuat sesuatu tanpa embel-embel InsyaAllah. Hal ini sangat penting karena, ungkapan"InsyaAllah" itu dapat menjamin sukses tidaknya perbuatan kita. Kalaupun ternyata apa yang akan diperbuat itu tidak sesua dengan harapan atau tidak terjadi maka itu memang murni kehendak Allah dansama sekal idak ada campur tangan manusia.

Seiring berjalanya waktu, kata "InsyaAllah" sudah menjadi tradisi atau bahkan budaya yang semakin hari terkikis dari makna dan nilai aslinya. Pada tradisi masyarakat tertentu misalnya di Arab(sprt: Mesir), kata ini terkadang di ungkapkan sebagai ungkapan basa-basi sehingga tidak memiliki ruh spritual. Orang sangat mudah mengucapkan janji atau pekerjaan tertentu dengan ucapan "InsyaAllah" padahal itu sebagai bentuk apologi dan sebagai jawaban untuk menolak sesuatu secara halus. Kita juga banyak menjumpai di negara kita terkadang kata "InsyaAllah" hanya di buat bumbu pemanis dalam komunikasi, ia tidak memiliki kekuatan untuk menyadarkan masyarakat agar selalu berbuat berdasarkan latar kehendak Allah. Maka tak mengherankan jika dalam realita yang ada kata itu sudah tak lagi memiliki arti. Malah, secara diametral menimbulkan sikap-sakap kontraproduktif yang tidak sejalan dengan pesan ilahi. Kelalaian dan penyepelean ini berikutnya menciptakan krisis keparcayaan di kalangan masyarakat yang tentu saja dapat menimbulkan kesenjangan sosial.

Memang perbuatan tersebut tidak dilakukan oleh semua orang. Akan tetapi jika secara kwantitas sudah mendominasi hingga menjadi sekedar budaya tanpa makna, maka akan menimbulkan efek krisis kepercayaan, hal ini bila ditinjau dari sisi sosial. Sedang secara vertikal dapat memperburuk kwalitas iman, bila iman itu berkwalitas rendah maka amalan yang di lakukan akan rendah juga, sebab amal adalah buah dari keimanan kalau keimanan itu bermasalah akan melahirkan perbuatan-perbuatan bermasalah juga. Masalah ini sangatlah layak untuk di jadikan kontemplasi bersama demi memperbaiki hubungan sosial dan keimanan yang makin rapuh.


Epilog:

'InsyaAllah" Bukanlah Basa-basi. " InsyaAllah" yang kita ucapkan akan kita pertanggung jawabkan di sisi Allah, maka dari itu jangan pernah main-main dengan kata itu. Siapa saja yang main-main denganya siap-siap kena batunya.

"Bo'oust at Midnight"

Written By Amoe Hirata on Minggu, 22 Agustus 2010 | 22.42

I. Markas Pemain Sepak Bola

Di pinggiran sebidang jalan aspal samping masjid Bu'ust yang diapit oleh Flat nomor 27 dan 29 terlihat sosok-sosok berkulit hitam lagi asyik duduk menunggu shalat Tarawih usai. Ya di sinilah biasanya tempat mangkalnya kumpulan anak Afrika main bola. Hampir dipastikan sembilan puluh sembilan persen di dominasi oleh bangsa Afrika. Dari Sinegal, Somalia,Nigeria, Chad, Djibotie, Afsel, dan lain sebagainya. Biasanya mereka main sore hari habis Ashar. Karena sekarang bulan Ramadhan plus musim panas mereka merubah jam main mereka.

Sepuluh persen diantara yang main itu berasal dari Azarbaijan, Tajikistan,Tailand dan Indonesia.Terkadang yang sepuluh persen ini kurang begitu dianggap dan cendrung diremehkan. Apa lagi yang dari Indonesiadan Tailand pasti jadi bulan-bulanan sulit mendapat peluang. Disamping karena postur tubuh kecil secara fisik juga kalah jauh sama mereka. Dalam rezim sepakbola pinggir masjid ini mereka yang sepuluh persen tergolong paling rendah kualitasnya.

Menariknya , meskipun minoritas mereka terlihat bahagia mengikuti permainan. Terlebih kalau melihat mahasiswa-mahasiswa Afrika mereka begitu semangat. Nampak gambaran kekompakan dan kebersamaan yang begitu akrab. Tak jarang juga ada yang main tidak sportif hanya menggunakan fisik untuk mencederai lawan. Intinya melihat mereka main cukup bisa menjadi hiburan.

Selain pinggir masjid Bu'ust yang di jadikanmarkas bermain ialah pinggir flat Wafa' Rajab, di depan flat Muhammad Rajab danyang terakhir ialah di samping gedung Aula Pertemuan/tempat Mudir KantorKeamanan. Khusus yang terakhir biasanya sudah melangsungkan permainanya meskipunshalat Tarawih belum selesai.

 II.Markas Mahasiswa Alim

Secara global pusat kegiatan mahasiswa yang tergolong alim di malam hari bulan Ramadhan biasanya di masjid. Banyak sekali aktivitas yang di lakukan. Dari mulai tadarrus al-Qur'an, hafalan, baca buku, tasmi' al-Qur'an, mengulang hafalan, diskusi dan lain sebagainya. Melihat markas inijiwa terasa bersemangat dan pingin gabung. Hampir terdapat mahasiswa berbagai Negara di dalamnya. Ini membuat suasana semakin beragam dan terlihat indah.

III. Markas Santai-Santai

Mahasiswa yang merasa penat dan suntuk di malam Ramadhan biasanya menghabiskan waktu di tempat duduk-tempat duduk di sepanjanga sramah Bu'ust. Ada juga yang di kamar(nonton sinetron, bola dan ada yang sekedar tidur-tiduran),depan kantin, dan yang paling di gandrungi ialah di taman depan flat Mahmud Thala'at  al-Fiqi, taman terindah di asramah Bu'ust. Di situ terlihat banyak sekali mahasiswa-mahasiswa India, Banghlades dan Banggali.

IV. Markas Pekerja

 Bagi para pekerja yang berdomisili di Bu'ust biasanya kalau malam-malam Ramadhan mereka berbincang-bincang di atas rumput ada juga yang nonton tv dan lain sebagainya.

V. Markas Scurity.

Biasanya malam-malam Ramadhan mereka habiskan untuk sekedar ngobrol, bercanda, mengamati mahasiswa yang keluar masuk,dan adayang mendengarkan radio. Mereka terlihat riang dan gembira dengan topi hitam dan pakaian putihnya.

Begitulah barang kali aktivitas yang dapat disorot. Melihat wajah-wajah bahagia penuh canda tawa terasa sangat menyenangkan.Tapi lagi-lagi ingatan rumah merasuki pikiran, hingga rasa kangen timbul kembali. Rasanya ingin pulang bertemu mereka. Tapi ga papa lah entar kalau sudah waktunya pasti ketemu. Yang pasti di bulan Ramadhan ini di jalani dengan gembira dan apa adanya.

Gosip Teriak Gosip

Written By Amoe Hirata on Senin, 09 Agustus 2010 | 19.31

1. Gosip dari kompleks A

Sim Tahu ga kamu ternyata kak Jumali ga konsis, ngomongnya aja:" haram Ji jalan ma cewek yang bukan mahramnya" eh taunya tadi sore aku ngelihat dia jalan bareng ma cewek(cerita Aji Sucipto).
Yang bener aja Ji setahuku tu dia orangnya alim. Mungkin aja kamu salah lihat. Mbok ya dikalrifikasi dulu, kita kan ga boleh membuat fitnah. Kalaupun benar kan ga boleh diceritain kesembarang orang, itu namanya aib, ngomongin aib orang kan ghibah( Nasehat Durasim).

Sim, aku loh bener-bener lihat dia. Orangnya tinggi, gede, hidung mancung, berkulit sawo matang terus berjenggot. Aku belum pikun Sim.Ini bukan masalah ghibah atau tidak, masalahnya aku kecewa banget, dia banyak ngasih nasehat ternyata dilanggar sendiri. Kan ngomongin aib orang untuk maslahat tertentu bukan ghibah namanya.(balas Aji Sucipto).

2. Gosip dari kompleks B

Bang Jumali dari mana nih?(tanya Rio). Heee...dari ngaji di kediaman Ustad Karim Rahman(jawab Jumali). Ooo gitu...makan dulu bang....barusan Rio dah masak, ya seadanya lah..Yo yo aku mau mandi dulu bentar(sambut Jumali). Setelah mandi Jumali keluar lalu sarapan, ditengah-tengah sarapan ia bercerita ke Rio:" Rio, tau ga kamu tadi Sore, dibis aku lihat Toni lagi belanja di Supermarket, padahal ngomongnya ke kita ga punya duit, uang kos belum bayar, waduuuuuh ni anak jengkelin juga". Yah yang sabar aja bang, mungkin aja dia lagi beliin temanya(komentar Rio).
Bukan masalah sabar atau tidak Rio....kamu tau sendiri si Toni kayak gimana, siapa juga yang kuat nahan kesabaran kalau dah berulang-ulang kaya gitu....lagian nih ya mana mungkin dia beliin temanya, dia lo beli makanan, dan aku lihat sendiri dia lagi makan...terus siapa juga yang mo nitip ma dia orangnya juga ga amanah(timpal Jumali). Iya juga sih Bang....udah la bang kita bahas yang lain aja entar takut ghibah.

3. Gosip dari komplek C

Assalamualaikum...pa kabar semuanya....sehat-sahat aja kan?(salam Toni). Wah si Toni...masuk-masuk...alhamdulillah kita baik-baik aja(jawab Asep dan Bondan yang lagi asyik main PS). Oh ya boleh gabung ga ne(pinta Toni). Boleh boleh....tapi tunggu dulu ya soalnya ne baru maen, entar yang kalah ganti gimana?(tawar Bondan). Ok coy, oh iya aku bawa minuman nih, minum sambil ngegame kan asyik tuh(kata Toni). Yup yup...tul tuh...wenak tenan.
Oh iya Sep, Ndan, kamu tahu ga kabar Paidi, kok lama ga kelihatan?(tanya Toni) Dia mah orangnya ga gaul ma kita-kita, sukanya irumah terus, kabar terbaru sih dia dah punya komunitas sendiri(jelas Asep). Wah itu namanya kebangetan Sep, ya minimal shilatur rahim kek ke kita-kita, padahal kan kita sealmamater.....kalau butuh bantuan kan entar ke kita juga, aku benerbener ga tahu jalan pikiran anak itu(komentar Toni). Wes ga usah di urus anak itu kita maen aja, lagian entar kalau butuh, dia pasti kesini kok. Daripada gosip lebih baik main game maaan(sahut Asep dan Bondan serentak).

4. Gosip dari komplek D

Siska tolong angkat telepon dulu...aku lagi masak nih(pinta Santi). yup bentar aku lagi chattingan bentar( jawab Siska). Dasar ni anak...Kebiasaan, chattiiiiing terus ga ada hentinya(sahut Lia). Halo asslamualakum ni dari sapa yah(tanya Lia). Wa`alaikum salam....afwan ukhti ni dari Durasim...bisa bicara dengan ukhti Siska(jawab Durasim). oo bisa bisa...tunggu bentar ya kak tak panggilin dulu anaknya. Sis.....Sis....berhenti dulu chattingya da telpon tuh dari yayangmu(teriak Lia).

Seketika itu juga Siska lari dengan tergopoh-gopoh menyambut telpon. Uuh dasar.....giliran ada telpon aja lari-lari kayak di kejar anjing aja(komentar Lia). Biarin...weeek...suka suka gue kali(timpal Siska). Halo kak assalamualaikum...afwan ana barusan lagi baca kitab fiqih wanita, kakak sehat-sehat aja kan(tanya Siska) Waalakum salam dek....wah rajin banget nih kakak jadi bangga deh..heee...,
Dek gini kakak mau cerita, kamu kenal ga ama si Putri adeknya aji Sucipto(tanya Durasim). Iya kak, dia temen sekuliah ma saya, emangnya kenapa kaka?(tanya Siska keheranan). gini dek, kayaknya dia sirik deh dengan hubungan kita. Denger-denger nih dia nyebarin gosip yang tidak tidak tentang hubungin kita. Katanya aku ma milih kamu tu supaya dapet kekayaan dan biar dapat nilai bagus, kan bapakmu seorang dosen makanya aku jadian ma kamu tu agar dapet itu tadi.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Tau ga teman-teman si Durasim yang nasehatin Aji Sucipto agar ga gosip biar ga ghibah, ternyata barusan dia sedang gosipin adeknya Aji". Dan perlu diketahui bahwa si Siska lagi ngibulin si Durasim, padahal lagi chatting eh ngakunya lagi baca fiqih wanita."

("Si Jumali juga gitu, padahal dia terkenal alim dan pandai agama, tapi ternyata suka gosip dan kepincut ma cewek, sampek sampek nasehatnya sendiri di langgar".

"Giliran si Toni nih, meskipun dia jadi objek gosip Jumali ternyata dia juga gosipin Paidi"
"si Siska dan Durasim memang lagi gosipin si Putri, dan ternyata gosip itu emang bener bahwa Si putri lagi nyebar gosip tentang hubungan Durasim dan Siska. Terkhir perlu di ketahui bahwa Si Putri adalah cewek yang di ajak jalan bareng-bareng ma Jumali".)

Lucu juga ngelihat ke empat komplek itu, padahal dirinya gosip...teriak orang gosip...kalo gini mah ga kelar-kelar....tiada hari tanpa gosip...padahal ni ya mereka itu kawan baik...temen akrab...tapi masih juga saling gosip ketika sedang ga bersama....Malaikatpun paling ketawa melihat ulah mereka....bilangnya ga boleh gosip tapi ni anak gosip juga....wah abot..abot...Arek-arek iki lucu tenan.

"Ups...Astaghfirllah....ternyata aku terjebak dalam area gosip comunity juga"Begini aja deh teman-teman, kita kan sama-sama pernah gosip tuh daripada kita saling menyalahkan lebih baik kita introspeksi diri dan mulai merubah dari sekarang....daripada nyalahin orang kan lebih baik nyalahin diri sendiri....siapa sih yang ga pernah salah.....Inget lo Allah berfirman:" Ma yalfidhu min qoulin illa ladaihi Raqiibun `atid".artinya:" Tidaklah suatu perkataan terucap melainkan padanya ada (malaikat) Raqib dan Atid".......ih ngeri juga tuh....yo wes gitu aja smoga aja ini bukan gosip.

Nasihat Kiai Mbeling Tentang Kepenulisan

Written By Amoe Hirata on Senin, 02 Agustus 2010 | 11.50

“Menulis itu bagus, tapi mengetahui bentuk tulisan dan kapasitas kita dalam menulis itu lebih bagus”. Demikianlah paparan pembuka Kiai Mbeling dalam salah satu acara seminar “Pelatihan Kepenulisan” yang di gelar dalam gedung graha KPH(Kumpulan Penulis Handal). (Belum selesai ia bicara riuh tepukan sudah bergema begitu ramainya hingga ia terpaksa diam sebentar menunggu suasana tenang kembali.)

Kemudian, setelah suasana sudah kembali setabil ia melanjutkan paparanya: ” Siapa saja bisa menulis kalau mau berusaha. Tapi, untuk menghasilkan tulisan yang bagus dan berkualitas itu membutuhkan usaha ekstra”. “ Hatta orang yang tidak berbakatpun bisa menulis berkualitas jika ia mempunyai kesungguhan dan kedisiplinan yang tinggi dalam menulis. Hanya saja, bedanya orang yang mempunyai bakat alamiah dalam menulis dibanding dengan orang tidak berbakat akan lebih cepat prosesnya bagi yang berbakat. Jadi, peran bakat disini berada pada frekwensi kecepatan dalam mencapai hasil tulisan yang berkualitas, bukan pada inti bisa atau tidaknya ia menghasilkan tulisan yang berkualitas”.

“Orang yang berbakat menulis tapi males dan tidak mau latihan menulis dia tidak aka pernah melahirkan tulisan yang bagus dan berkualitas, Karena bakat bukan satu-satunya faktor yang menentukan baik tidaknya tulisan. Orang yang biasa-biasa saja akan mampu menulis yang berkualitas karena ia rajin melatih diri dan berdisiplin tinggi. Pengetahuanya tentang ketidakbakatanya dalam hal tulis-menulis mengilhami dia untuk semakin tertantang melatih diri dan berusaha sedemikian rupa untuk menghasilkan tulisan-tulisan besar. Tentu saja, itu hanya bisa diraih dengan latihan dan terus latihan”.

“Tidak semua bentuk tulisan cocok bagi kita. Ada yang berbakat menulis pengamatan. Ada yang berbakat menulis puisi. Ada yang berbakat menulis cerita. Ada yang berbakat menulis tentang politik dan lain sebagainya. Dengan demikian, mengetahui corak dan tipe kepenulisan kita itu lebih baik dibanding kita menulis tentang apa saja sedang itu tidak cocok bagi kita.
“Bagi yang suka menulis saya sarankan untuk lebih dulu mengetahui kapasitas dan corak kepenulisannya. Setelah menemukan, baru mengembangkanya kearah yang lebih baik hingga mencapai kualitas maksimal. Terkadang banyak yang memaksakan diri untuk menulis tema tertentu sedang ia tidak kapabel dan tidak cocok dalam bidangnya, ini malah berakibat buruk pada dirinya bahkan orang lain”.

(Terakhir ia menandaskan), :” Jangan “main-main” terhadap tulisan karena setiap goresan yang tertulis dari pikiran anda, akan anda pertanggung jawabkan di sisi Allah kelak. Karena itu, pikirkanlah dengan matang setiap tulisan yang mau anda publikasikan hingga betul-betul masak. Bila ceroboh, tulisan hanya malah menimbulkan fitnah baik bagi diri, keluarga, masyarakat , bangsa hingga agama.(seketika itu para hadirin menyimak dengan sangat serius hingga tak terasa waktu kiai mbeling sudah habis yang kemudian diganti oleh pembicara selanjutnya). “Mungkin hanya ini yang dapat saya paparkan semoga bermanfaat bagi calon-calon penulis yang mau merintis kepenulisanya. Sekian”(pungkasnya).
 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan