Latest Post

Othak-Athik Gathuk Bag: I

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 28 Desember 2013 | 08.03

            Kita tentunya tak asing dengan idiom, ‘ilmu’. Ilmu adalah salah satu kata yang berasal dari bahasa Arab yang sudah masuk bahasa Indonesia. Pada kesempatan kali ini, saya akan berusaha mengothak-athikgathukkan beberapa kata, sebagaimana judul diatas. Karena kalau dihubungkan antara satu sama lain sangat erat pertaliannya. Ilmu-Ta`allum-Amal-Alam merupakan kata yang diderivasi dari huruf yang sama, yaitu, ‘`Ain, Lam danMim’. Kata: Ilmu merupakan isim mashdar dari kata kerja `alima yang berarti: pengetahuan tentang suatu bidang yg disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yg dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan). Kata: Ta`allummerupakan isim mashdar dari kata ta`allama-yata`allamu-ta`alluman yang berarti belajar/berusaha mendapatkan ilmu. Kata: `Amal berasal dari kata yang sama tetapi dengan mendahulukan hufuf mim terlebih dahulu baru lam, merupakan isim mashdar dari kata `amila-ya`malu-`amalan yang berarti: perbuatan. Kata: Ta`lim  merupakan isim mashdar dari kata `allama-yu`allimu-ta`liman yang berarti: pengajaran/mengajar. Sedangkan kata: `Aalam berarti: dunia, lingkungan, apa saja yang ada di langit dan di bumi yang secara sederhana didefinisikan: segala sesuatu selain Allah ialah: `Alam. Dari kata`aalam dalam bahasa Indonesia lahirlah kata, ‘pengalaman’.
            Setelah mengetahui derivasi dan arti dari kata-kata diatas, maka tibalah saatnya untuk mengothak-athikgathukkan kata-kata tersebut. Secara simpel sebagaimana berikut :Bila kita ingin derajat yang tinggi, sebagaimana firman Allah, maka harus mempunyai yang namanya, ‘ILMU’. ILMU tidak bisa didapat didapat hanya dengan angan dan ingin, maka harus ada usaha. Usaha mencari ilmu itu namanya, ‘TA`ALLUM(Belajar)’. Ketika sudah mendapatkan ILMU dengan cara TA`ALLUM(Belajar), maka ada hal lain yang perlu dilakukan agar supaya ilmu itu lebih mengakar dan bermanfaat. Hal yang perlu dilakukan ialah: `AMAL’. ILMU tanpa diAMALkan, bagaikan pohon yang tak berbuah. Dalam Al-Qur`an ada beberapa ayat yang tegas yang mengecam orang yang berilmu tapi tak diAMALkan. Tak cukup hanya mengamalkan secara pribadi, supaya ILMU mempunyai manfaat sosial, maka ILMU harus diTA`LIMkan(diajarkan). Nabi mengatakan: Sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak manfaatnya pada yang lainnya. Supaya ILMU bermanfaat secara sosial maka harus diTA`LIMkan(diajarkan). Ketika orang ingin ILMU, kemudian berusaha TA`ALLUM(belajar mendapatkannya), setelah dapat diAMALkan secara pribadi, Kemudian diTA`LIMkan, maka dari proses-proses itu akan lahir yang namanya pengALAMan. Sebaik-baik guru adalah pengALAMan.

Bahasa Diam

Written By Amoe Hirata on Kamis, 26 Desember 2013 | 08.08

Jika kata-kata
Tak lagi ampuh
Untuk dimengerti

Bila kata-kata
Tak lagi mampu
Untuk dipahami

Maka pilihlah!
"Bahasa Diam"

Seperti diamnya Ibrahim
Ketika ditanya Hajar
Sewaktu meninggalkannya sendiri
Di bumi tandus Makkah

Seperti diamnya Maryam
Ketika ditanya bani Israil
Perihal bayi yang dilahirkan

Seperti diamnya Zakariya
Yang menaati perintah Tuhan

Ketiganya sama-sama diam
Karena bahasa terbaik adalah diam
Karena Allahlah yang akan menjelaskan

dengan bahasa diam
Allah menjelaskan himah-hikmah
Yang tak terlampaui oleh kata-kata
Nabipun bersabda:
Berkatalah yang baik
atau hendaknya
Kamu DIAM

Pembeda

Written By Amoe Hirata on Selasa, 17 September 2013 | 07.57

Maha suci Allah
yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran)
kepada hamba-Nya,
agar Dia menjadi
pemberi peringatan
kepada seluruh alam
dari kalangan
Jin dan Manusia

Al-Furqan berarti:

PEMBEDA
Antara yang Hak dan Batil
Antara yang Benar dan Salah
Antara Baik dan Buruk
Antara Cahaya dan Gelap
Antara Petunjuk dan Sesat

PERTOLONGAN
Sebagaimana Allah menolong
Kaum muslimin
di lembah Badar

AL-QUR`AN
Yang membimbing
Jin dan manusia
dari Kegelapan
menuju Cahaya
JALAN KELUAR
dalam agama
dari Kesesatan dan Syubhat

Tempuhlah
Jalan kehidupan
Yang penuh rintangan
Dengan:
FURQON
Hingga Sampai pada
Keridhaan Tuhan

Semoga Bukan 'Kami Indonesia'

Written By Amoe Hirata on Rabu, 10 Juli 2013 | 02.00

Ya Allah
Kami adalah bangsa yang tidak maju-maju
Orientasi hidup kami adalah duit dan duit
Orang baru bisa dihormati
Kalau punya duit banyak
Tidak penting itu
ilmu
Kebijaksanaan
Nasihat
Wejangan
Yang kami butuhkan itu adalah duit, titik!

Ya Allah
Kami sudah mengkader generasi unggulan
Anak kami sudah dibekali nasehat
Kearifan
Petuah
Nak! Nanti kalau mendapat jabatan apapun
Entah, Lurah, camat, bupati, gubernur atau bahkan presiden
Jangan lupa nyari duit yang banyak
Tak usah kamu malu-malu
Wong yang di atas juga pada begitu
Bila perlu jadilah koruptor yang santun

Tak Sekedar Kasat Mata

Written By Amoe Hirata on Kamis, 13 Juni 2013 | 07.01

Pohon yang terlihat kokoh
Namun nyatanya
Dalamnya kropos termakan rayap

 Bunga yang terlihat indah
Namun nyatanya
Mengandung racun mematikan


Gunung berapi yang terlihat tenang
Namun nyatanya
Siap memuntahkan isinya


Lautan yang terlihat santai
Namun nyatanya
Menjelma ombak yang menghancurkan


Tanah yang terlihat diam
Namun nyatanya
Bergoncang keras menyaji gempa


Jangan cukup pada kasat mata
Nyatanya
Bisa sebaliknya?

Pendidikan "Foto Copy"

Written By Amoe Hirata on Jumat, 10 Mei 2013 | 06.56

Yang benar dari guru
Murid wajib menghafal
Meski tak paham

Yang benar dari guru
Murid wajib meniru
Meski tak ngerti

Murid cerdas 
Pandai mengulas

Murid yang pintar
Pandai mengekor

Kreatifitas tertinggi
Ketika sama
Dengan sabda guru

Inovasi terhebat
Ketika persis
Dengan ajaran guru
 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan