Latest Post

Ringkasan Sejarah Islam

Written By Amoe Hirata on Jumat, 21 Februari 2014 | 11.46


A.    Sirah Nabawiyah(1 – 11 H / 622 – 632 M):
-          Masa kekuasaan: 10 tahun (dimulai dari awal hijriah sampai meninggalnya Nabi pada tahun 11 H).
-          Lahirnya piagam Madinah.
-          Pembangungan masjid
-          Pemersaudaraan Muhajirin dan Anshar.
-          Membangun basis Ekonomi.
-          Ghazwah
-          Sarriyah.
-          Haji Wada`
B.     Al-Khulafaa`u Ar-Rosyidin( 11 – 40 H / 632 – 661 M):
-          Masa kekuasaan: 30 tahun.
-          Jumlah Khalifah: 4 (Abu Bakar, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib).
-          Abu Bakar As-Shiddiq(11-13 H/632-634 M) 2 tahun lebih 3 bulan.
a.       Memerangi kaum murtaddin dan pembangkang zakat.
b.      Mengutus pasukan Usamah bin Zaid.
c.       Pembukuan Al-Qur`an yang pertama kali.
d.      Awal mula futuhaat:
- Irak(dipimpin Khalid bin Walid) dan negeri Persia
- Awal mula penyerangan negeri Syam.
-          Umar bin Khathab(13-23 H/634-644 M) 10 tahun.
·         Futuhaat:
1.      Dari sisi negeri Romawi(negeri Syam):
- Perang Yarmuk
- Pencopotan Khalid bin Walid
- Penaklukan Damaskus.
- Penaklukkan Ajnadin
- Penaklukkan Baitul Maqdis(Ilia)
- Penaklukan Mesir
- Penaklukan Alexandria
2.      Dari sisi negeri Persia:
- Perang Namaariq
- Perang Jisr(Kekalahan pertama kali pasca Uhud).
- Perang Buwaib
- Perang Qodisiyah
- Pencopotan Sa`ad bin Abi Waqash
- Perang Nahawanda
-          Utsman bin Affan(23-35 H/644-656 M) 12 tahun.
a.       Pembentukan angkatan laut pertama kali.
b.      Penaklukan Cyprus.
c.       Perang Dzatus Showari.
d.      Pembukuan Al-Qur`an untuk yang kedua kali(33 H).
-          Ali bin Abi Thalib(35-40 H/656-661 M) 5 tahun.
a.       Munculnya fitnah.
b.      Perang Jamal
c.       Perang Shiffin
d.      Peristiwa Tahkim
e.       Munculnya Khawarij.
C.     Al-Khilaafah Al-Umawiyah(41 – 132 H / 661 – 750 M):
-          Masa kekuasaan: 91 tahun.
-          Jumlah khalifah: 14.
-          Kelebihan: Futuhaat, militer, stabilitas keamanan, cikal-bakal perkembangan ilmu pengetahuan.
D.    Al-Khilafah Al-Abbasiyah(132 – 656 H / 750 – 1258 M) 524 tahun:
-          Khalifah-khalifah dinasti Abbasiyah: 37 Khalifah.
-          Kelebihan: Kemajuan dalam bidang keilmuan, baitul hikmah, penerjemahan besar-besaran, kemakmuran ekonomi, banyak lahir ilmuan dan penemuan-penemuan.
-          Negara-negara yang berdiri pada masa khilafah Abbasiyah:
1.      Rustumiyah:
2.      Adarisah:
3.      Agholibah:
4.      Dinasti Zirid Maroko
5.      Thuluniyah
6.      Ikhsyidiyah
7.      Dinasti Hamdan
8.      Samaniyah
9.      Ghoznawiyah
10.  Khawarizmiyah
11.  Ghuriyah(Ghurid)
-          Muslim di Spanyol:
a.       Tahap Pertama: Ketika masih menjadi negara subordinat bagi khilafah yang berkuasa
b.      Tahap Kedua: Abdurrahman Ad-Dakhil dan pendirian dinasti umawiyah di Spanyol.
c.       Tahap Ketiga: Kemunduran pertama bagi Spanyol hingga Abdurrahman An-Nashir menjadi penguasa.
d.      Tahap Keempat: Kembalinya kekuatan dan proklamasi khilafah.
e.       Tahap Kelima: Masa kekuasaan para wazir atau dinasti Amiriyah.
f.        Tahap Keenam: Kemunduran kedua dan berakhirnya kekuasaan dinasti umawiyah di Spanyol.
g.      Tahap Ketujuh: Masa Muluk Thawaif.
h.      Tahap Kedelapan: Masa Murobithun di Spanyol.
i.        Tahap Kesembilan: Masa Muwahhidun.
j.        Dinasti Ahmar( Bani Nashri ) di Kerajaan Granada
-          Dinasti Fathimiyah(Ubaidiyah)
-          Perang Salib
-          Dinasti Mamalik
E.     Al-Mughul Al-Muslimun:
F.      Ad-Daulah Al-Utsmaniyah(1299 – 1923 M):
G.    Dinasti Safawiyah(1501-1736 M):
H.    Asia Tenggara

I.        Afrika

As-Samî` Al-Bashîr

Written By Amoe Hirata on Kamis, 30 Januari 2014 | 20.00

1    Kau Maha Mendengar
Dan Menyaksikan
Segala yang ada
Baik yang tersembunyi
Dan yang nampak
Yang samar dan yang jelas
Yang kecil dan yang besar

Ya as-Samî`
Ya al-Bashîr
Atas Pendengaran dan Penyaksian
Yang Kau miliki
Jadikan aku sadar
Agar banyak mendegar dan Menyaksikan segala

Yang baik dan benar

Dari Gosip Ke Gosip

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 25 Januari 2014 | 12.17

                Menjelang Isya`, rumah Ngatiyem didatangi rombongan keluarga bapak Wardoyo(tetangga depan rumahnya). Ngatiyem dengan lekas menyangka bahwa kedatangan mereka ialah mau mengundang acara resepsi pernikahan anak mereka yang bernama Lestari. Di luar dugaan ternyata mereka mengintrogasi perihal gosip yang menimpa anaknya berupa, “hamil di luar nikah”, karena itulah, nikah dimajukan. Rupanya Ngatiyem, diduga sebagai penyebar gosip tersebut.
                Terjadilah tanya-menanya diantara mereka. Tapi sudah bisa dipastikan, sebagaimana kaidah dunia pergosipan bahwa tidak ada kata pasti dan tidak ada kata pengakuan. Maka pada waktu itu Ngatiyem menjelaskan bahwa gosip itu ia dengar dari Sulastri, sedang Sulastri dari Mina, dan Mina dari Rahayu, Rahayu dari Erna, Erna dari Maimunah, Maimunah dari Tia, Tia dari Minarti. Begitu Minarti terpojok tak bisa menjawab pertanyaan lagi maka secara reflek Minarti menegaskan bahwa sumber gosip ialah Ngatiyem. Begitulah seterusnya, mbulet, muter-muter, tak berujung solusi. Kasus ini dalam dunia pergosipan dinamakan ‘Sirklus Isu’.
                Karena tak menemukan jawaban yang pasti maka keluarga bapak Wardoyo naik pitam. Setiap rumah yang dia datangi ia ancam dengan menyebutkan bahwa dia punya saudara yang menjadi angkatan jadi kapan saja dia bisa menuntut siapa saja yang mencemarkan nama baik anaknya. Namun usahanya tak membuahkan hasil, bahkan menimbulkan rasa muak tetangganya, karena dari dulu yang diunggul-unggulkan ialah saudaranya yang menjadi angkatan.
                Pertanyaanya sekarang ialah apakah si Lestari selaku anak bapak Wardoyo ini benar-benar gadis baik sehingga layak diperjuangkan harga dirinya. Rupanya, si Lastri ini sangat ceroboh. Mengapa demikian? Karena sudah tahu kalau posisinya sebagai guru, dan rumahnya depan masjid masih saja secara terang-terangan di depan warga dia tak malu pulang pergi diapeli pacar. Jadi kasus ini tidak bisa seratus persen menyalahkan tetangga. Memang Lestari sendiri secara tidak disadari menciptakan gosip yang sedang menyebar di kampung. Sebab, kalau memang dia gadis baik-baik dan mampu menjaga diri maka sangat tidak mungkin dia dengan tanpa malu-malu melakukan pacaran di depan tetangganya yang notabene lingkungan rawan gosip, terlebih lagi dia adalah seorang guru. Tindakanya hanya akan mengajari murid-muridnya pacaran.
                Yang bikin tambah runyam ialah bahwa pihak sekolah tempat dimana Lestari ngajar, tanpa klarifikasi terlebih dahulu memerintahkan Lestari - melalui kepala sekolah- agar membuat surat pernyataan tentang kabar miring yang sedang beredar. Sebab, sekolah tidak segan-segan akan mengeluarkan dia kalau memang terbukti benar. Guru yang melakukantindakan a moral tak pantas menjadi pendidik.
                Pada akhirnya, bukan solusi yang keluarga bapak Wardoyo dapatkan. Malah masalah kian menumpuk tak berujung solusi. Pelaku tak ditemukan. Sedang gosip sudah menyebar luas. Dengan tangan kosong ia pulang bersama keluarganya meratapi nasib yang menimpa anaknya. Tapi parahnya kejadian ini tak lantas membuat keluarganya mengintrospeksi diri. Yang ada hanya mengecam dan mengancam tetangga yang diduga gosip.

Pelajaran:
1.       Hati-hati dengan gosip. Gosip dapat menimbulkan fitnah besar yang dapat merugikan diri.
2.       Gosipin orang memang tidak boleh. Tapi, jangan sampai kita menciptakan kondisi dimana orang cendrung menggosipi kita lantaran perbuatan jelek kita sendiri.
3.       Sirklus Pergosipan memiliki kaidah paten berupa: “ Tak ada kata pasti, yang pasti ialah katanya dan katanya”.
4.       Bila takut digosipin jangan membuat orang menggosip anda lantaran kecerobohan sendiri.

Muhajirin dan Anshar

Written By Amoe Hirata on Jumat, 03 Januari 2014 | 13.43



Muhajirin dan Anshar gambaran ideal dari sebuah relasi ‘manusia madani’ dalam entitas peradaban yang diprakarsai Nabi Muhammad berdasar pemahaman mendalam terhadap wahyu. Di dalamnya umat menjadi satu. Individualisme, egoisme, dan otoriterianisme tak menemukan ruang di dalamnya. Sekat-sekat primordialisme, sukuisme, dan nasionalisme lebur menjadi satu sebagai entitas baru yang ditransformasikan dengan istilah ‘ummatan wasathan(umat pertengahan)’. Umat yang tak memihak kepada ekstrim kiri dan ekstrim kanan. Umat yang selalu memosisikan diri pada titik keseimbangan. Pemikirannya lebih maju. Visi-misinya menembus batas-batas pakem standar manusia. Berpijak di bumi tapi berskala langit; hidup di dunia tapi berorientasi akhirat. Sebuah gambaran indah sepanjang sejarah manusia yang diasuh Nabi. Saat dimana kebaikan menjadi rebutan. Sebuah hormoni indah yang sulit dicari padanannya didunia. Saat kepedulian sosial melampaui kepentingan pribadi. Saat orang-orang baik begitu mewarnai. Saat kejelekan menjadi terbonsai. 

Mereka berlomba-lomba berkontribusi dalam kebaikan, untuk menegakkan nila-nilai ilahi. Akidah dan keyakinan yang kuat menjadi fundamen dan tulangpunggung bangunannya. Akhlak dan ‘rahmat sosial’ menjadi dinding dan atapnya. Kerukunan dan persatuan menjadi ‘lem perekat’ penting yang membuatnya bertahan dalam ‘komunitas madani’. Sebuah komunitas yang dinobatkan sebagai sebaik-baik generasi. Sebuah komunitas yang secara global memiliki kontribusi sosial yang tinggi. Mereka bukan maksum, tapi amal dan perjuangan mereka melampaui kekhilafan yang membuat orang kagum. Yang ingin dicapai bukan lagi urusan wilayah teritorial tertentu. Ia menembus batas ruang dan waktu. Mewujudkan kontribusi sebesar-besarnya bagi kehidupan alam, sebagai investasi akhirat. Secara horisontal dibingkai dengan spirit ‘rahmatan lil `alami(rahmat bagi sekalian alam)’, secara vertikal dibingka dengan spirit transendental  ‘rabbani(berorientasi ketuhanan).

Kidung Doa di Tahun Baru

Written By Amoe Hirata on Selasa, 31 Desember 2013 | 07.58

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Limpahkanlah
Kasih dan sayang-Mu
Pada hamba
Yang selalu haus akan
Kasih dan sayang-Mu

Ya Allah Ya Rahim Ya Ghafur Ya Wadud
di samping sayang-Mu
anugerahkanlah
pada hamba
ampunan dan cinta-Mu

Ya Allah Ya Aziz Ya Alim
Anugerahkanlah
Kemuliaan dan percikan ilmu-Mu
Pada hamba
Yang selalu fakir akan
Kemuliaan dan ilmu-Mu

Ya Allah Ya Aziz Ya Ghaffar
Hibahkanlah
Kemuliaan dan ampunan-Mu
Pada hamba
Yang penuh dengan
Kehinaan dan dosa

Ya Allah Ya Aziz Ya Hamid
Berikanlah
Kemuliaan dan kesanggupan memuji-Mu
Pada hamba
Yang sarat akan
Kekerdilan dan kurang memuji-Mu

Ya Allah Ya Aziz Ya Rahim
Anugerahkanlah
Kemuliaan dan rasa sayang-Mu
Pada hamba
Yang butuh akan
Kemuliaan dan sayang-Mu

Ya Allah Ya Aziz Ya Wahhab
di samping kemuliaan
limpahkanlah
pada hamba
Pemberian-Mu

Ya Allah Ya Aziz Ya Hakim
di samping kemuliaan
anugerahkanlah
pada hamba
kebijaksanaan

Ya Allah Ya Aziz Dzuntiqom
di samping kemuliaan
lindungilah hamba
dari murka-Mu

Ya Allah Ya Aziz Ya Muqtadir
di samping kemuliaan
anugerahkanlah
pada hamba
keberdayaan

Ya Allah Ya Sami` Ya Bashir
Berilah hamba
Kemampuan
Untuk selalu mendengar
dan melihat
Perintah dan ayat-Mu

Ya Allah Ya Sami` Ya Alim
di samping pendengaran yang baik
anugerahkanlah
pada hamba
keluasan ilmu

Ya Allah Ya Sami` Ya Qarib
di samping pendengaran yang bagus
anugerahkanlah
pada hamba
Kedekatan dengan-Mu

Ya Allah Ya Sami` Ya Alim
di samping pendengaran yang baik
anugerahkanlah
pada hamba keluasan ilmu

Ya Allah Ya Hakim Ya Khabir Ya Alim
Anugerahkanlah
Pada hamba
Kebijaksanaan, informasi dan ilmu
Yang bermanfaat
dari-Mu

Ya Allah Ya Alim Ya Halim Ya Hakim Ya Qadir Ya Khabir
di samping ilmu
anugerahkanlah
pada hamba
Kesantunan, kebijaksanaan, kemampuan dan informasi
Yang baik
Dari-Mu

Ya Allah Ya Qowwi Ya Aziz Ya Matin
Anugerahkanlah
Pada hamba
Kekuatan dan keberdayaan
Untuk didedikasikan hanya
Untuk-Mu

Ya Allah Ya Waasi` Ya Alim
Anugerahkanlah
Pada hamba keluasan dan ilmu
Yang bermanfaat
Dari-Mu

Ya Allah Ya Syakir Ya Alim
Anugerahkanlah
Pada hamba
Kemampuan untuk senantiasa
Bersyukur dan ilmu
Dari-Mu

Ya Allah Ya Syakur Ya Halim
di  samping syukur
anugerahkanlah
pada hamba
kesantunan dan kesabaran
dalam meniti titah-Mu

Ya Allah Ya Fattah Ya Alim
Anugerahkanlah
Keterbukaan dan luasnya ilmu
Yang bermanfaat
Dari-Mu

Ya Allah Ya Khallaq Ya Alim
Anugerahkanlah
Pada hamba
Kreatifitas dan ilmu
Yang bermanfaat
Dari-Mu

Ya Allah Ya Wahid Ya Qahhar
Jadikan hamba
Selalu bertauhi pada-Mu
dan hindarkan hamba
dari amarah-Mu

Ya Allah Ya Razzaq Ya Dzal Quwwah Matin
Limpahkanlah rezeki-Mu
Pada hamba
dan anugerahkanlah pada hamba
kekuatan
yang bermanfaat dari-Mu

Ya Allah Ya Afuwwu Ya Ghafur Ya Qadir
Anugerahkalnlah
Pada Hamba
Permaafan, ampunan dan keberdayaan
dari-Mu

Ya Allah Ya Rabb Ya Ghafur
didik dan peliharalah hamba
dalam bingka rahmat
dan ampnan-Mu

Ya Allah Ya Ghafur Ya Rahim Ya Halim Ya Syakur Ya Wadud
di samping ampunan
anugerahkanlah
pada hamba
sayang, kesantunan, terima kasih dan cinta
dari-Mu

Ya Allah Ya Tawwab Ya Rahim Ya Hakim
Terimalah
Taubat hamba
Serta anugerahkanlah
Pada hamba sayang dan kebijaksanaan
dari-Mu

Ya Allah Ya Barr Ya Rahim
Jadikanlah hamba
Orang yang selalu berbuat baik
dan anugerahkanlah
pada hamba
sayang-Mu

Ya Allah Ya Khabir Ya Bashir
Berilah hamba
Informasi dan pandangan yang jeli
Terhadap peristiwa yang terjadi

Ya Allah Ya Lathif  Ya Khabir
Anugerahkanlah
Pada Hamba
Kelembutan dan informasi
Dari-Mu

Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyam
Jadikan hidup hamba
Selalu bergantung pada-Mu
dan mandiri di hadapan
manusia

Ya Allah Ya Haq Ya Mubin
Tunjukkanlah
Pada hamba
Segala yang haq
dan anugerahkanlah
pada hamba kemampuan
untuk menjelaskannya

Ya Allah Ya Qarib Ya Mujib
Jadikanlah hamba
Semakin dekat dengan-Mu
Dan kabulkanlah
Doa hamba

Euforia Tahun Baru

Merasa bahagia
Karena tahun baru
Lantas luap kegembiraan
Berlebihan

Merasa suka
Karena tahun anyar
Lantas luap kesenangan
Berlebihan

Kembang api dibakar
Pesta pora digalakkan
Pada saat itu
Agama disembunyikan
Pada semak-semak
Hawa nafsu

Boleh-boleh saja
Manusia
Meluap kesenangan
Namun,
Jika berlebih
Pasti kan celaka

Sah-sah saja
Orang
Membuncah kegembiraan
Tapi,
Jika berlebih
Pasti kan sengsara

Dalam euforia:
“Tahun Baru”
Harkat dan martabat
Manusia
digadaikan

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan