Latest Post

Akhok Vs Ahok

Written By Amoe Hirata on Kamis, 16 Februari 2017 | 10.48

           
“Pentas Pilgup DKI makin seru saja,” tiba-tiba Badar nyeletuk di tengah-tengah cangkrukan pendopo Al-Ikhlas. “Seru apanya Dar, yang benar itu saru (kotor),” Tarmudzi ikut-ikutan menimpali. “Saru piye (kotor gimana) ?” “Saru karena masih ada saja yang culas, curang, ga sportif dalam pemilihannya. Berbagai cara dilakukan untuk memenangkan calonnya,” lanjut Badar.

Pucuk Hayya, Pucuk Hayyi

Written By Amoe Hirata on Rabu, 08 Februari 2017 | 22.32


            Sewaktu aku masih kecil, sekitar kelas 3 MI (Madrasah Ibtidaiyah), ada dua kucing yang aku pelihara bersama adikku. Kucing itu bersaudara kandung. Yang satu berwarna putih berkelamin betina; sedangkan yang satunya berwarna hitam berkelamin jantan. Kucing jantan aku beri nama Pucuk Hayya, dan yang betina diberi bana Pucuk Hayyi.

5C; Kunci Sukses Ala Sarikhuluk

Written By Amoe Hirata on Selasa, 07 Februari 2017 | 14.28


            PADA salah satu acara workshop yang bertema: “Sukses Dunia-Akhirat” yang dilakoni Sarikhuluk di desa Melati, ada seorang tukang becak bertanya: “To the point saja ya Cak. Apa kunci kesuksesan menurut njenengan?”

Sang Singa Mimbar; Penolak Komunisme Menyebar

Written By Amoe Hirata on Senin, 06 Februari 2017 | 11.13

DI kalangan Partai Masyumi, beliau dikenal dengan julukan “Singa Mimbar”. Gelar ini sangat beralasan karena ulama ini mempunyai kecakapan  yang baik dalam beretorika. Sangat fasih dalam berkhutbah. Tak hanya itu, ayah dari Endang Syaifuddin Anshary ini juga dikenal sebagai penulis produktif dan tajam. Hasil buah penanya sudah tertuang di dalam 23 judul buku. Belum lagi tulisan-tulisan lain yang tersebar di berbagai majalah dan surat kabar.

Peran Kebangsaan Ulama

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 04 Februari 2017 | 20.19

KH. Salim sedang menjalankan peran kebangsaan menjadi diplomat Indonesia
            Saya mencoba membayangkan, jika peran ulama pra kemerdekaan hanya berkutat masalah pendidikan, berkecipung pada wacana akademik saja, berkiprah pada ranah transfer ilmu semata, agaknya tidak mungkin kemerdekaan bisa terealisasi.

Sang Guru Ngaji

                        Pertama kali bertatap muka dengan sosok karismatik ini, saat menjadi peserta PKU (Program Kaderisasi Ulama) Gontor 2014/2015. Waktu itu beliau menekankan pentingnya mengetahui positioning kita dalam gerakan dakwah. Sadar posisi akan membantu para dai mendakwahkan Islam secara tepat dan proporsional sesuai dengan kemampuan masing-masing.
 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan