KERATON (khususnya Surakarta dan Yogyakarta) bila dilihat pada zaman ini, yang lebih menonjol terlihat sebagai institusi kebatinan Jawa; tidak mencerminkan ajaran Islam; berisi adat mistis; terpisah dari Islam; bahkan hubungan antara Islam dan keraton dinafikan buktinya, sehingga orang yang melihatnya keduanya adalah entitas yang terpisah. Benarkah demikian?
Latest Post
Relasi Antara Islam dan Keraton: Fakta atau Mitos?
Written By Amoe Hirata on Sabtu, 25 November 2017 | 19.49
Otak Lumpur Vs Kepala Batu
Written By Amoe Hirata on Rabu, 08 November 2017 | 16.16
“Mengikuti perkembangan percecokan anak bangsa memang ga ada habisnya,” ungkap Paiden mengawali kegiatan diskusi nonformal bin nonprofit yang diberi nama agak simpel tapi terkesan merakyat: NGOPI. Aktivitasnya memang di-sambi ngopi, tapi rupanya itu adalah singkatan dari: Ngopeni Ilmu (Memperhatikan Ilmu). Nama ini diinisiasi oleh Sarijan yang sudah diverifikasi dan di-ACC –cie guaya istilah apa itu- oleh Mbah Sarikhuluk.
Usia ABG Tapi Jasa Gede
Written By Amoe Hirata on Selasa, 07 November 2017 | 18.53
“Ayah!” panggil Evan kepada orangtunya yang bernama Wibowo. “Iya Van, ada
apa?” “Maaf sebelumnya, Evan ingin curhat sama ayah, di sekolah, Evan sering
dianggap kurang gaul, kutu buku, cupu, culun, kudet dll deh pokoknya. Bagi
mereka, gaul itu, khususnya di zaman digital kaya’ sekarang ini, harus
punya gadget teranyar, main browsing-browsing-an, ngetweet,
facebook-an, instagram-man dan semacamnyalah emboh (ga
tau) namanya apa.”
Poligami Dicaci, Prostitusi Dimaklumi
Written By Amoe Hirata on Jumat, 13 Oktober 2017 | 14.31
![]() |
| Sumber Gambar: Tribunnews |
JAGAT media tanah air
baru-baru ini –bahkan hingga sekarang- heboh dengan aksi ustadz kondang, Arifin
Ilham. Dai yang biasa memimpin majelis dzikir ini, memajang foto tiga istri
bersama dirinya di media sosial. Karuan saja, hal ini mendapat respon yang
beragam; banyak yang menghujat, mencaci, nyiyir, mem-bully, dan
tak sedikit pula yang membelanya.






