Latest Post

Mengenal Dua Tipe Murid A. Hassan

Written By Amoe Hirata on Kamis, 29 Juli 2021 | 19.23


Pada tahun 1976, saat Allah Yarham Ustadz Hud Abdullah Musa, sedang menjalani studi di Karachi, tak disangka Mr. Moehamad Roem transit di Bandara Karachi.

FATIMAH; Ulama Perempuan Indonesia Cucu Syekh Arsyad Al-Banjari

Written By Amoe Hirata on Rabu, 27 Januari 2021 | 15.24


Dalam buku "Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat" (1999: 177, 178), Martin Van Bruinessen menulis catatan menarik bahwa ada ulama perempuan Indonesia yang menulis kitab berjudul "Perukunan Jamaluddin."

Ustadz Wildan dan Khat Naskhi

Written By Amoe Hirata on Senin, 04 Januari 2021 | 07.34


Saya tahu beliau saat menimba ilmu di Bangil pada tahun 1999. Meski hanya beberapa bulan saja di pesantren A. Hassan ini dan tidak pernah diajar langsung, namun nama Ustadz Wildan sedikit banyak sudah masyhur.

Asiyah binti Muzahim Wanita Shalihah Dambaan Surga

Written By Amoe Hirata on Jumat, 25 Desember 2020 | 16.06

 


Namanya ialah Asiyah binti Muzaahim bin Abid bin Ar-Rayyan bin al-Walid[1](merupakan Firaun Mesir pada zaman Yusuf), diriwayat lain dikatakan bahwa Asiyah merupakan keturunan dari bani Israil, bahkan ada yang mengatakan bahwa Asiyah adalah bibi Musa alaihi salam.

Ketika A. Hassan Mendapat Gelar Lubis

Written By Amoe Hirata on Selasa, 22 Desember 2020 | 09.27


DALAM majalah Al-Muslimun No. 121 (April 1980), pada rubrik “Surat Anda”, ada surat menarik yang ditulis oleh Sulaiman Affandi bin H. M. Judi asal Ds. Sumpiuh, Banyumas Jawa Tengah.

Mengenal Sekilas tentang Dr. Kahrudin Yunus

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 19 Desember 2020 | 14.30


Dr. Kahrudin Yunus adalah sarjana Minang yang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar, Mesir. Beliau mendapat gelar M.A. dari Universitas Columbia, dan gelar doktor (Ph.D) dari Universias Amerika, Washington D.C. Karya Yunus pada mulanya terbit dalam bahasa Arab dan baru diterjamahkan ke dalam bahasa Indonesia pada 1955.
 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan