Latest Post

Bidadari Anggun Penebar Senyum.

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 05 Juni 2010 | 14.04

Bingung menimpa penuh misteri….
Menyosok bak momok menakutkan….
Tak biasa datang menyapa sunyi…
Mengaget seruak sanubari impian….

Terbirit jiwa lari menghindar jauh mendayu…
Momok ngeri tak jua pergi tinggalkan….
Heran-heran dalam kelam kalbu mengeluh …..
Ada apa gerangan……?

Kepala toleh kiri toleh kanan….
Memastikan kepergian misteri yg hampiri…
Akal membentak penuh heran….
Kenapa kau ragu dalam ilusi bagai mimpi…

Buktikan, benarkah ia momok menakutkan….
Ataukah bidadari anggun penabar senyum ….
Sejanak Sanubari maju membuktikan……
Oooo…..rupanya gadis jelita datang mengetuk hati……

Sebongkah tanah kasih sayang.

Kesah berkeluh mesrah….
Menghembus halus sukma persada…
Daya tak lagi bersanggubkan….
Berayun lirih, bertatih pelan…..

Debur ombak beralun kencang….
Menghempaskan buih pantai angkara…
Bahtera sanubari oleng tertabrak kerang….
Menggelepar dipuput bayu bertualang….

Aneh tak terbayang pikir menalar….
Kening mengernyit heran…
Tangan berpagut tak rela melepaskan…
Sedih menerpa jiwa hingga terkapar…..

Sebongkah tanah kasih sayang tlah menunggu….
Menyambut keluh, melapang…
Mengharu penuh iba kalau….
Asa kembali tersenyum riang…..

Kidung Cinta II

Cinta butuh ketulusan…
Mengharmoni pada hati, sukma serta jiwa…
Jalan titian cinta tak selalunya indah…
Tak selalunya mulus, tanpa rintangan menghadang…

Cita terkadang bisa membutakan bahkan menulikan…
Jika tertuang pada samudra nafsu setan…
Cinta adalah kesanggupan untuk memberi tanpa pamrih…
Membalas tanpa tendensi, kecuali hanya ketulusan…

Cinta adalah pemersatu antara…
Pertautan tali kasih seseorang…
Cinta terkadang tak memiliki, yang berarti…
Bertepuk sebelah tangan kiranya…

Cinta butuh penjagaan oleh,…
Rasa cemburu yang tak berlebihan…

Cinta tak mengenal batas, jarak , ruang, dan waktu…
Semua nampak lebur dalam simfoni kemurnian…
Bila cinta tak memantulkan kasih sayang..
Berarti hanya kepalsuan…

Bila cinta tak memberi pencerahan..
Maka hanyalah kebutaan…
Bila cinta hanya tertujuakan pada keindahan materi…
Berarti hanyalah hawa nafsu semata…
Bila cinta terjalin terlampau dini, gampang berubah…
Maka cinta monyet namanya…

Cinta bak tanaman yang indah mempesona..
Membutuhkan perawatan…
Cinta bak satuan organisasi…
Membutuhkan menejemen…

Cinta tanpa nurani dan kesalehan budi…
Akan menjadi liar tak karuan…
Cinta sejati hanya pada Zat Penumbuh cinta…
Zat yang Maha Rahman, Rahim…

Cinta sejati pada akhirnya bermuara pada-Nya…
Yang tak terbatas waktu, tersekat ruang, terlenyap kematian…
Gapailah cinta sejati yang membawakan…
Kedamaian dan kebahagian sejati…

Resah, Bimbang, Ragu.

Resah, bimbang, ragu…..
Jantung berdetak, kencang melancang….

Resah, bimbang, ragu….
Malu tersipu, riang menggirang…

Resah, bimbang, ragu…
Maju langkah ragu, mundur tak teratur….

Resah, bimbang, ragu….
Datang tak dikira, pergi tak kembali…

Resah, bimbang, ragu….
Sedih menyendiri, bahagia penuh tawa…

Resah, bimbang, ragu…
Diam tak bergeming, gerak kan beranjak….

Resah, bimbang, ragu…
Mimpi lampau tinggi, nyata jauh terkira…..

Resah, bimbang, ragu…
Mengharap penuh gagap, mengelak penuh galak…

Resah, bimbang, ragu….
Berontak bagai ombak, tenang tak jalang….

Resah, bimbang, ragu….
Kalbu menahan rindu, jauh hati melugu…

Resah, bimbang, ragu…
Gagal tak terungkap, jatuh tak beranjak….

Resah, bimbang, ragu….
Kemana lagi arah menuju, entahlah ku tak tau…

Kidung Cinta I

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 29 Mei 2010 | 23.28

Karunia terindah, terbesar berpantulkan….
Pada cinta, yang tumbuh....
Dari pancaran Rahman Rahim Tuhan…

Cinta adalah bunga dari daun kasih sayang..
Dahan pengorbanan, akar ketulusan....
Yang tumbuh…
Dari lahan hati yang suci murni…

Cinta kan tumbuh subur bila disirami..
Dengan air kedamaian dan pupuk ketulusan…
Cinta itu suci, bak bayi yang dilahirkan…
Tanpa khilaf, dosa apatah lagi kesalahan…

Cinta adalah kekuatan, berkemampuan…
Mengubah biadab menjadi beradab…
Mengubah Kebengisan menjadi kelembutan…
Mengubah malas menjadi semangat…
Mengubah setres menjadi bahagia…

Cinta adalah energi yang mampu…
Menebar kedamaian seantero alam…
Cinta membutuhkan pembuktian yang
Tergambar dalam perjuangan dan pengorbanan…

Dialog antara Akal, Nafsu dan Hati tentang memilih Wanita

Suatu ketika, diruangan khusus yang hampa, kosong, sepi dan sunyi tak berpenghuni nampak ketiga pemimpin besar Kerajaan Jasad Manusia(yang selanjutnya disingkat menjadi KJM) yaitu, Akal, Nafsu dan Hati, sedang asyik berdialog. Tak ada yang tahu kenapa mereka tumben-tumben ngumpul jadi satu kayak sedang ngadain sidang pleno membahas tentang unek-enek, tetekbengek warga negaranya.

Terjadilah hiruk-pikuk, desas desus dikalangan rakyat KJM, mereka sedang ngrumpi tentang perkumpulan mendadak gawat darurat yang sedang di selenggarakan oleh raja mereka. Ada yang bilang :” Ah mungkin aja sedang ngebahas masalah kenaikan gaji pegawai kerajaan”, ada juga yang nyeletuk:” menurutku sih paling mau ngadain perang ”, ada yang komentar:” alah ngapain juga ngurusin mereka, yang penting sebagai rakyat kita kan aman tentram, bahagia sentausa”.

Rupanya desas-desus itu sampai ke istana kerajan KJM. Untuk menghindari kesalah pahaman, dengan segera para raja KJM mengutus Majelis Kedaulatan Mulut(MKM) untuk mengumumkan secara terbuka bahwa mereka sedang mengadakan dialog tentang wanita. Dan dialog secara resmi, akan diadakan dalam gedung kerajaan yang akan disaksikan secara terbuka oleh rakyat KJM, ya mungkin aja biar terkesan demokratis gitu.

Mendengar pengumuman itu rakyat merasa kebingungan, ngapain para raja ngebahas tentang wanita , apa pentingnya? Apa manfaatnya? Apa relevansinya?. Walaupun merasa bingung tetap saja mereka datang karena jarang-jarang lo mereka di undang oleh para raja, ya syukur-syukur dapet makan enak atau order-order lain yang di tujukan untuk kemaslahatan rakyat.

Berkumpulah rakyat pada ruang yang telah disediakan oleh pegawai kerajaan, dengan penuh takdhzim dan khidmad. Ketika itu yang menjadi Mc adalah pentolan MKM, yang punya otoritas sebagai pegawai komunikasi kerajaan.

Dengan suara baritonya Mc memulai acaranya dengan mengucapakan, :’’ Para raja, pegawai dan rakyat sekalian yang saya hormati, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh salam sejahtera semoga anda sekalian selalu di karunia kesehatan oleh Allah ta`ala amiin. Sebagai Mc, biar waktu ga molor segera saja saya persilahkan kepada para raja untuk memulai dialognya.

Mulailah dialog diantara mereka:

Akal: Wanita menurutku sebagai mitra kerja yang membantu pria untuk menjalankan tugas-tugasnya, jadi kalau milih wanita ga perlu ngelihat fisik, yang penting punya kemampuan, beres dah.

Nafsu: Saya kurang setuju, bagi saya fisik sangatlah penting, karena wanita tanpa kecantikan fisik tidaklah bermakna, rasanya akan hambar, karena sebagai mitra tak hanya cukup mempunyai skill kalau fisiknya jelek bikin kerja ga semangat bahkan males.

Hati:Menurut hemat saya, pendapat kalian ada benernya dan ada kurang tepatnya. Benernya, pendapat akal memang lebih melihat ke inti daripada fungsi wanita, namun kurang tepat jika menafikan fisik sama sekali, karena fisik juga bisa turut membantu mendorong semangat kerja bila ditempatkan pada kapasitasnya. Sedang benernya nafsu terletak pada tidak mengabaikan fisik walaupun yang perlu di kritisi bahwa fisik peranannya bukan pada wilayah inti, dia bak kebutuhan secunder yang dapat menyokong kebutuhan primer. Secara ideal, memang syogyanya kita bisa memiliki keduanya karena bila kedua hal itu menyatu hidup akan terasa lengkap dan sempurna. Namun bila keduanya tidak mungkin bersatu secara utuh ya diambil sebisanya tanpa harus menafikan sama sekali.

Dengan penuh riuh tepuk tangan para rakyat sangat mendukung pendapat raja Hati, karena memang selama ini dia dianggap sangat bijaksana. Belum selesai diskusi, tiba-tiba listrik mati, jadi dengan terpaksa Mc meminta maaf pada rakyat bahwa dialog terpaksa ditunda sementara waktu, karena da kesalahan teknis, dialog akan dilanjutkan pada pekan depan.

Suara gemuruh terdengar, huuuuuuuuuuuuuuuuuu……..huuuuuuuuuuuuuuuu…..gimana sih panitianya ko tiba-tiba listrik mati padahal dialog baru dimulai dan cukup seru, untung aja kita dah makan kalo ga tambah kecewa aja kita, ya mudah-mudahan pekan depan bisa lancar dan lebih menarik. Keluarlah rakyat dengan agak kecewa, bahkan ada yang nyeletuk, yakhrab baitak(ancor rumah lo, sialan), untung aja dia ga kedengaran pejabat, kalau sampei ketahuan mungkin orang itu akan ditangkap.
 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan