Latest Post

RekayasaTuhan

Written By Amoe Hirata on Rabu, 30 November 2011 | 04.03

Hati bertitah tuk terus melangkah....
Menyudahi ratapan-ratapan semu yang selama ini menjamur.....
Pada dogma-dogma nafsu serakah.....
Menguasa laku luka tak beratur.....

Benteng jiwa mulai bersusah.....
Menahan serang badai mushibah tak berukur.....
Tetap saja nafsu merintih payah.....
Akibat gesekan masalah yang tak kunjung lebur....

Semua memang sudah terkerah......
Sampai benak mencapai puncak tafakkur....
Tapi bukan selesai tambah banyak masalah....
MungkinTuhan sedang merekayasa alur....

Kehidupan,yang mungkin jauh....
Dari iradah sang Maha sabar.....
Sekarang memang harus berubah....
Agar tidak terjatuh dalam rimba nestapa belukar.....



Meminta Perlindungan

Written By Amoe Hirata on Rabu, 05 Oktober 2011 | 15.08

            MANUSIA adalah makhluk lemah. Makanya, dalam menjalani hidup di dunia, dia memohon perlindungan. Yang dimohon perlindungan tentu adalah Zat Yang Maha Menciptakan. Karena, sekuat-kuat makhluk, selama dia itu “diciptakan”, maka masih mengandung kelemahan. Buat apa berlindung kepada yang lemah, kalau yang Maha Kuat siap setiap saat membantu.

Kamuflase Ramadhan

Written By Amoe Hirata on Rabu, 21 September 2011 | 03.09

Bulan agung sedang di gandrung....
Oleh, tua-muda, besar-kecil, cowok-cewek, berpasang hingga lajang.....
Yang tak berjilbab mulai berkerudung.....
Yang tak pernah shalat mulai sembahyang.....

Benarkah, mereka betul-betul menjunjung....
Atau sekedar cari untung.....
Kita pun tak tahu Bung!....
Yang jelas arah ke situ cendrung.....

Ada yang bertanya lantang....
Apa keikhlasan arah pertama mereka datang.....
Atau hanya sekedar kepentingan yang tak berujung...
Menuruti nafsu diri yang tak terbendung.....

Biarlah, kita tak usah bingung....
Tuhan lebih tahu, siapa saja yang benar-benar berjuang....
Pasti mendapatkan untung....
Di kala insan-insan lain sedih lagi bimbang....

Realisme Vs Pragmatisme

Written By Amoe Hirata on Selasa, 16 Agustus 2011 | 03.15

Arus logika tak mampu lagi menjamah.....
Matematika realitas yang begitu komplek....
Kejernihan intuisi tak lagi membenah....
Korelasi vertikal horizontal dalam dialek....

Dekrit-dekrit emosi terultimatum sungguh....
Oleh gelimang arus estetik....
Getaran-getaran transendental begitu cepat berubah....
Mengikut arus angin multikritik......

Bilakah........
Kesenjangan-kesenjangan ini terelak.......
Bukankah......
Sinyal-sinyal utopia terus menelisik......

Apakah relisme perlu di kerah......
Tak terbatas hingga menembus dimensi puncak....
Atau pragmatisme di aplikasi dengan jerih.....
Walau romantika interaksi pelan-pelan menghenyak......

Kebersamaan Sejati

Written By Amoe Hirata on Kamis, 14 Juli 2011 | 03.20

Sendiri tak lagi sanggup bertitah….
Membahana sunyi terdawai pelan …
Aneka jiwa-jiwa menyatu jerih….
Mencipta rasa damai pun aman….

Rajutan benang-benang sayang terkasih….
Berkelindan pintal kebersamaan…
Tenun asa tergambar indah…..
Mendendang simponi sedu sedan…..

Sedalam rindu kalbu terenyuh…..
Sepasti qadla qadar Tuhan…..
Bilakah……
Benih-benih persatuan terjalin….

Mulupa segenap salah….
Membangun persaudaraan…..
Merapat kokoh…..
Kebersamaan sejati yang kan abadi bertahan.....

Ketika Nafas Berhembus

Written By Amoe Hirata on Rabu, 08 Juni 2011 | 03.24

Ketika nafas terhembus lirih....
Pelipur lara terasa kian dekat maknai....
Arti kesunyian yang selama ini sirnah....
Terluntah-luntah oleh kelemahan ini...

Ketika nafas terhembus sedang......
Jiwa terasa normal membuncah....
Seolah tiada lagi aral merintang.....
Menunggu harap-harap hati yang slama ini menagih...

Ketika nafas terhembus kencang....
Keluh kesah seakan tiba gelayuti....
Tak peduli dengan sesal sial yang kan datang....
Meski terpelanting jauh bawah sadar lampaui...
 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan