Home » » Kafillah

Kafillah

Written By Amoe Hirata on Selasa, 31 Januari 2017 | 11.50

            SُETIAP ibu pada dasarnya ingin melahirkan bayinya secara normal. Namun apa daya jika sudah berusaha secara maksimal, tapi tetap saja harus caesar. Kecewa pasti, tapi keimanan kepada takdir, membuat kekecewaan menjadi pelajaran. Lahirlah seorang bayi perempuan secara caesar pada 23 Januari 2017 jam 00.10.
            Namanya Kaffah Aysyi Fillah, disingkat Kafillah. Nama “kaffah” terinspirasi dari Surah Al-Baqarah [2] 208. Orang-orang beriman dipanggil oleh Sang Maha Rahman untuk masuk ke dalam agama Islam secara kaffah (menyeluruh, total). Di samping itu juga ada larangan untuk mengikuti langkah-langkah setan sebab setan adalah musuh yang nyata.
            Diharapkan dengan nama kaffah anak perempuan ini ke depannya mampu berjuang secara total untuk Islam. Sebab –sebagaimana pernyataan nabi dalam sirah nabawiyah- agama Islam ini tidak akan pernah menang kecuali diperjuangkan secara total meliputi berbagai macam aspeknya.
            “Aysyi” terisnpirasi dari Surah Al-Qari’ah [101] : 7. Orang yang berat timbangan amal kebaikannya, maka ia akan mendapatkan kehidupan yang diridhai Allah. Bisa juga diambil dari sya’ir yang dilantunkan nabi ketika pertama kali membangun Masjid Nabawi:
اللهمّ لا عيش إلّا عيش الآخرة ... فاغفر للأنصار والمهاجرة
“Ya Allah tidak ada kehidupan sejati melainkan kehidupan akhirat....Maka ampunilah orang-orang anshar dan muhajirin.” (Abu Sa’ad, Syarfu al-Musthafa,  II/385). Maksudnya, diharapkan anak ini mengorientasikan hidupnya untuk kehidupan sejati, akhirat. Apa saja aktivitas yang dilakukan di dunia, dia orientasikan untuk kehidupan akhirat.
            Sedangkan “fillah” terinspirasi dari Surah Al-Haj [22] : 78. Orang beriman diperintah untuk berjihad fillah (karena dan untuk Allah) dengan sebenar-benarnya. Diharapkan semua perjuangan anak ini dalam rangka mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat dilakukan semata-mata karena Allah subhanahu wata’ala bukan karena yang lain.
            Singkatan “kafillah” terinspirasi dari Surah Az-Zumar [39] : 36. Berasal dari kata kafa – yakfi – kifayah yang artinya cukup dan disandarkan dengan Allah. Maksudnya, semoga anak merasa cukup hanya Allah sebagai saksi, penolong, penghitung, Yang Maha Mengetahui, dan wakil bagi segenap aktivitasnya di dunia menuju akhirat.
            Bila digabungkan ketiga nama tersebut “Kaffah Aysyi Fillah” maka bermakna: Seluruh perjuangan dalam kehidupanku aku persembahkan karena dan untuk Allah subhanahu wata’ala  semata. Semoga “Kaffah Aysyi Fillah” mampu merealisasikan nama baiknya. Wallahu a’lam.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan