Nambah Istri Apa Nambah Anak?
Written By Amoe Hirata on Selasa, 24 Mei 2016 | 15.55
Ada seorang suami ingin menambah anak. Namun sayangnya si istri, enggan
menurutinya. Dengan bahasa yang halus, tapi juga mengena sasaran si suami pun
memberi pertanyaan kepada istrinya, "Adek, kamu mau aku NAMBAH istri atau
kamu Nambah anak?" Istrinya pun menyerah, "Nambah anak saja
deh." Jawabnya dengan cukup kecut.
JILBAB: Sepucuk Surat Cinta dari Sang Rahman
AKU dapati
setiap wanita berhijab yang menutupi dadanya dengan kain kudung, terlihat
begitu cantik. Kali ini aku heran pada diriku? Aku kira memakai kain di atas
kepala terlebih lagi dengan jilbab yang besar akan sangat menyiksa si pemakai,
tapi kali ini pengelihatanku seakan dapat melihat binar-binar cahaya dari
wajah setiap wanita berjilbab. Mereka nampak anggun daripada kebanyakan wanita
yang menggunakan pakaian minimalis. Mereka terlihat bersahaja dan berhati
terbuka daripada wanita metropolis dengan pakaian modis tapi tipis.
Aku tidak
berhenti memandanginya,
“Ada yang aneh
dengan diriku?” aku terperanjat, merasa tak enak hati karena telah memandangi
wanita berjilbab biru tua di hadapanku ini dengan seksama hingga membuatnya
merasa risih mungkin.
“Eehm, enggak ka!”
“Ada yang mau kamu tanyakan dek?”
Tanyanya
Aku sempat
terdiam. Dalam batin ku ingin bertanya memang! Pikiranku pun mulai merangkai
kata yang pas. Namun lidah serasa enggan bergoyang!
“Kenapa kita
harus pake jilbab?!” aku melontarkan pertanyaan begitu saja, dengan nada bicara
sedatar mungkin.
“Karena Allah.”
Jawabnya mantap. Singkat dan tegas
“Aku tahu sich!
Allah mewajibkan perempuan untuk menutup aurat tapi apa gak cukup tertutup
saja? Maksudku aku berpakaian sopan, tidak berlebihan dan tidak seksi githu!
Aku pun bersikap baik dan rajin beribadah walau pun ada kalanya sangat malas,
terus untuk apa aku berjilbab?”
Sejenak Ka Iren
memilih diam! Kaka kelas waktu aku SMP ini menatapku lamat-lamat.
“Walaupun Allah
memerintahkan kita untuk beribadah, bukan berarti Allah membutuhkan ibadah
kita. Semua manfaat ibadah yang kita lakukan itu akan kembali kepada kita.
Bismillah… Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka
bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi
Maha Terpuji.”
Kata-kata yang
ia maksudkan untuk menjawab setiap pertanyaanku, serasa menyentuh hatiku dan
membuatku hanya diam seperti paku. Tidak ada satu kata pun yang terlupa dari
pembicaraan yang hanya singkat dan menggantung itu. Sungguh sangat disayangkan!
Mungkin waktunya tidak tepat saat Ka Iren mengharuskan pamit dengan amat
menyesal dan meninggalkanku dengan kegalauan sangat!. Bahkan satu pertanyaanku
belum dijawabnya dengan sempurna! Namun aku tidak merasa tersesat, setelah
kuselami aku sadar bahwa sebenarnya mungkin ini sebuah lentera yang dapat
menuntunku pada cahaya di atas cahaya.
Aku membuka
lemari pakianku, hanya ada 2 blus lengan panjang, bekas 2 lebaran lalu yang
hanya dipakai saat shalat ied. Sampai saat ini, aku masih saja berfikir; apa
aku harus pakai jilbab? Pertanyaan itu
terus saja merajai kelapaku, ditengah kegelisahan ini aku mengutarakan niat ku
pada bapakku, “Nanti kamu susah cari kerja! POKOK-nya kamu gak boleh pake
jilbab!” pengutaraan itu dipatahkannya mentah – mentah! Dan membuatku tidak
berdaya dengan penolakan itu.
Masih belum
berhenti, tidak ingin menyerah walau pun aku sudah mulai lelah mencari sebuah
hidayah. Entah mengapa aku punya keyakinan bahwa hidayah itu terkadang harus
diperjuangkan! Bukan sekedar pemberian Tuhan. Karena sekali lagi hidup adalah
perjuangan dan meraih jannah- Nya harus dengan terus berjuang!
Akhirnya hujan
turun di penghujung bulan September. Aku masih saja sama seperti kemarin. Aku
berdiri di depan jendela kamar dengan memandang derasnya hujan yang mengguyur
Jakarta sejak sore tadi. Sayup-sayup aku mendengar suara adzan berkumandang di tengah
geliat melodi rintik hujan dan sahutan petir saling menyambar. Waktunya shalat
isya. Dan tidak seperti biasanya aku begitu bersemangat menyegerakan shalat
isya. Aku mengambil wudhu. Air yang membasahi bagian-bagian tertentu tubuhku jatuh
pasrah, tetes demi tetesnya seperti keikhlasanku yang menyerahkan segalanya
untuk ku tukar dengan sebuah hidayah.
Aku bertakbir!
Allahuakbar mengangkat tangan dan sungguh-sungguh menghayati apa yang aku
lakukan! Shalatku, ibadah dan matiku hanya untuk Allah Ta’alla. Seusai shalat,
tanpa ku sadari butiran bening air mataku membentuk aliran sungai di pipi. Ada
sesuatu yang sungguh tak ku mengerti, sesuatu yang seakan membuncah! Aku masih
duduk tergeletak di atas sajadah panjang membentang!
Pandanganku tiba-tiba
terpatri pada sebuah al-Qur`an di atas lemari kaca yang telah lama tak pernah
ku buka bahkan hanya sekedar memandangnya. Al-Qur’an besar dan telah lusuh itu
seakan menarikku untuk meraihnya. Benar saja ku ikuti apa kata hati! Sebelum ku
buka al-Quran berdebu itu, aku memohon pada satu-satunya Tuhanku, “Ya allah,
aku tahu aku bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa! Tapi aku yakin Kau maha kuasa
dan Kau amat mengasihi diriku yang lemah dan hina ini. Aku memohon petunjukMu,
aku meminta hidayahMu, Tunjukan aku wahai Tuhanku,, Aku mohon… Aku amat
memohon….”
Dengan mengucap,
“Bismillah,” ku buka al-Qur’an itu, ku buka dengan sembarang namun penuh
keyakinan bahwa Allah Maha Penyayang dan segala petunjuk ada di TanganNya.
“Dan katakanlah
kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan
memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya(auratnya),
kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke
dadanya,,, SURAT AN- NUR AYAT 31, aku sungguh tidak tahu…
Air mataku berderai
tanpa bisa ku bendung! “Inikah jawabanMu Tuhan,..? Inikah surat cintaMu untuk
ku?… ALLAH……aku terisak sampai rasanya tak mampu berucap. Gemetar tubuhku, aku
bahkan bisa merasakan keringat dingin membasahi tubuhku, setangah gugup aku
terus saja masih menangis! Mungkin mengalahi tangisan hujan pada malam itu!
Tangisku bahkan tak mampu mengeluarkan suara erangan ataupun suara-suara lain.
Tangis ku diam! Tangisan yang dalam. Aku mencoba untuk meneruskan ayat yang ku
baca..
“Dan hendaklah
mereka menutup kain kudung ke dadanya…. Hampir-hampir aku mengakhiri bacaanku
karena aku sungguh tak mampu menahan lahar kehampaan yang menyeruak keluar
diriku dan melegakan diriku dan mengisi kekosongan hati ku dengan cahaya
Illahi. “ALLAH…ALLAH…ALLAH.. “ Hanya asmaNya yang mampu ku ucap…
“Dan hendaklah
mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (
auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami
mereka, atau putra – putra mereka, atau putra – putra suami mereka, atau putra
– putra mereka, atau saudara – saudara lak – laki mereka, atau putra – putra
saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama islam)mereka, atau hamba
sahaya yang memiliki mereka, atau para pelayanan laki – laki (tua) yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak – anak yang belum mengerti
tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar
diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada
Allah, wahai orang – orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
Itu jawabaNya,
itu surat cintaNya, Bismillah…. ku memantapkan diri dengan berhijab!. Aku yakin
Allah bersamaku, Allah di dekatKu – sangat dekat! Bahkan ketidaksetujuan bapak
menjadi satu dari berbagai ujian setelahnya yang terus aku perjuangan untuk
tetapi istiqomah di jalan yang telah ku pilih.
Keputusanku,
menjadi kemarahan besar bagi bapak tapi aku tidak gentar sedikit pun!
Belum lagi
masalah pakaian, baju-baju dan bawahan semuanya ku sisihkan! Lemari ku kosong melompong!
Hanya ada 2 blus, 2 celana jeans, satu rok panjang yang agak transparan dari
lutut ke bawah, satu baju seragam putih panjang dan satu rok abu-abu panjang!
Alhamdulillah, aku masih bisa pergi ke sekolah dengan seragam putih abu-abu
yang biasa dipakai setiap jum’at.
Keputusanku
menjadi kehebohan di sekolah, aku merasa seketika menjadi pusat perhatian semua
orang yang pastinya terheran-heran dengan perubahan drastis dari diriku. Heran,
ada saja di antara temanku yang menyayangkan keputusanku, dan ada pula yang
sama-sama mengucap syukur dan memberikan selamat khususnya para pengurus ROHIS!
Dan di hari itu juga aku memutuskan untuk ikut berperan actif bergabung di
dalam organisasi ROHIS, mereka menyambut baik niatku, aku merasa organisasi ini
wadah yang pas untuk menempa diri dan belajar banyak tentang wawasan keislaman
dan akhlak rasulullah SAW agar aku dapat menjadi insan rabbani yang berhati.
Hari Senin
sampai Rabu aku terpaksa mengenakan pakaian putih abu-abu. Senin pertama aku
yakin pihak sekolah mafhum dan tidak memberikan hukuman padaku dengan alasan
mendasar yang telah kujelaskan sebelumnya bahwa aku belum bisa membeli rok
putih panjang.
Aku dipusingkan
dengan hari Kamis! Sekolah menuntut, agar setiap siswa di hari itu mengenakan
baju batik dan rok hitam. Tak jadi soal baju batikku yang pendek karena aku
masih bisa merangkap dengan baju putih panjang sebelumnya, tapi untuk rok
hitamnya?
Aku tidak ingin
keputusanku ini menjadi masalah baru bagi bapakku, pasalnya keuangan keluarga
kami pada saat ini tengah mengalami krisis. Alhamdulillah aku masih punya sedikit
tabungan, tapi ternyata jumlahnya masih tidak mencukupi untuk membeli rok hitam
yang harganya mungkin berkisar dari 40 – 60 ribu rupiah.
Ada jalan! Allah
pasti memberikan kemudahan dan menunjukan kasih sayangNya. Uang di tanganku
hanya 25 ribu rupiah aku pergi ke pasar siang itu juga, masuk dari toko satu ke
toko seragam lainya, ternyata harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan uang di
dompet, malah lumayan 2 kali lipatnya.
Sampai toko yang
kelima, harga yang ditawarkan masih terlalu mahal untukku, 50 ribu rupiah, “Ya
Allah kurang banget uangnya” aku membatin dalam hati. Aku kalut, besok rok nya
sudah harus ku pakai? Kalau tidak aku tidak bisa sekolah! Aku memtuskan untuk
kembali ke rumah dulu, berikhtiar lagi tapi tetap tidak mungkin aku meminta
uang pada bapak! Sama sekali tidak! Aku masih punya Allah tempat aku meminta,
“Ya Allah, yang kutemukan di rumah ini hanya 5 ribu, uang jajanku untuk
seminggu kedepan!, tapi tetap aku mengucap syukur padaMu…alhamdulillah”
Aku kembali lagi ke pasar! Kali ini aku memasuki toko ke-6, siapa tahu harganya
bisa lebih murah! pemilik toko yang seorang perempuan Padang melayaniku dengan
sangat ramah,
“Mau beli apa dek?” Tanya nya
dengan senyum mengembang
“Rok hitam panjang uni.” jawabku,
sepertinya ia senang ku panggil uni sebutan bagi perempuan-perempuan Padang,
dan ia menyodorkanku rok hitam dengan ukuran yang ternyata terlalu kebesaran
untukku, kemudian ia melihat dengan seksama tubuhku, memperkirakan nomor berapa
yang pas di pinggangku. Aku menjajal rok kedua yang ia berikan dan yang ini
pas.
“Berapa Uni?”
“45 saja!”
“20 uni?” tawarku. Setahu ku
dalam ilmu penawaran, kita harus menawar dari setangah harga yang diinginkan si
penjual di awal penawaran.
“Tidak bisa. lah..” ucapnya.
Melihat wajah uni yang masih memajang senyum merekah itu, aku pikir masih ada
harapan untuk menawar lebih murah lagi.
Aku berkata dengan seolah-olah
berat aku menjawabnya,
“ 25 yaa, Uni!”
“Tidak bisa dek, ya sudah kalau
untuk ade 40 saja lah. Itu sudah harga pas!”
“Tidak bisa 30 saja uni!” Dia
hanya menggeleng,
Ya Allah, uangku
masih kurang. Tapi ini sudah toko yang paling murah dari toko sebelumnya yang
aku masuki. Dengan sangat berat hati, rasanya lemas, aku tidak punya uang lagi.
Tapi itu sudah harga pas yang sudah ia tawarkan, aku tahu itu memang harga yang
paling murah dibandingkan toko lainnya, tidak cukup tega aku menawar lebih
murah lagi. Aku mengembalikan rok nya yang sedari penawaran tadi berada di tanganku,
dan dengan suara parau aku mengucap lirih,
“Yaudah deh, nanti saya kemari
lagi! Insya’allah” Gontai aku melangkah, sedangankan uni nya hanya bisa menatap
sedikit kecewa barang daganganya belum berhasil ia jual.
Sudah kesekian
toko di pasar ini ku singgahi tapi rasanya aku harus berusaha lebih keras lagi!
Aku pun pulang dulu ke rumah siapa tahu, aku bisa menemukan uang ku yang
terkadang suka lupa ku simpan di mana?
“Alhamdulillah,,,”
aku mengucup syukur lagi yang tak terhingga, aku menemukan uang 5 ribu di tas
kecil yang biasa ku pakai saat pergi-pergian. Ini benar-benar berkat
pertolongan Allah, uang ku telah terkumpul 35 ribu rupiah, ditoko terakhir
masih kurang 5 ribu, tapi aku masih bisa mencari di toko lainnya, masih ada
kok. “Bismillah, bantu aku ya Allah”
Rupanya, toko
seragam di pasar ini sudah ku jajali semua. Bagaimana ini? Dan aku hanya terus
berjalan jadi seperti orang linglung setengah cape bolak-balik rumah pasar yang
jaraknya lumayan membuat sekali jalan berkucuran keringat!
Aku terus saja
berkata dalam hati, ALLAH….ALLAH…sampai akhirnya aku engeh! Perjalananku
ini terus bergerak ke toko terakhir milik uni yang menawarkan harga di bawah
yang lainnya, aku pun mencoba kembali masuk. Aku kaget! Uni langsung
menyambutku dengan memegang rok hitam yang tadi aku jajal dan dengan setengah
berteriak berkata padaku,
“Dek, ini. 35
ribu saja. Itung-itung neng jadi pelanggan di sini, jadi sebagai permulaan saya
kasih diskon dahsyat.!”
“Alhamdulillah…”
aku sungguh tak menyangka. Aku senang bukan kepalang, dengan masih setengah
tidak percaya aku berkata pada si uni
“Bener nie Uni??!”
Uni menjawabnya dengan senyuman
selebar daun kelor. Aku yakin Allah bersama setiap hamba-hambaNya yang yakin
akan kuasa dan kebesaranNya. Maha suci Allah dengan segala rahmanNya…
Kekhawatiran
bapak tidak terbukti! Dengan kesungguhan dan keyakinan akan kasih sayangNya,
aku dapat melewati setiap fase masa SMKku dengan gemilang, menyenangkan dan
sangat berarti. Kini aku bangga menjadi seorang muslimah yang insya’allah
istiqomah selalu sampai berhasil masuk ke jannahNya.
Saat ini, Selain
tengah menyelesaikan pendidikan strata satu jurusan Kependidikan Islam, aku
juga bekerja di salah satu perusahaan terkemuka di Jakarta Timur. Alasan
penolakan bapak takut aku tidak mendapatkan pekerjaan yang layak terjawab
sudah! Malah dengan aku berhijab aku mendapatkan banyak hal yang tidak bisa aku
dapatkan jikalau aku tidak menutup auratku, mahkota ku.
Yakin akan
kekuasaanNya! bahwa selalu yang terbaik yang Ia berikan pada setiap hambaNya.
Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika tidak ia sendiri yang mau
merubahnya karena setiap hal dalam kehidupan adalah perjuangan!. Teruslah
berjuang, tancapkan keyakinan dalam dada, pegang kuat-kuat janjiNya, Berdiri di
atas agama Islam dengan membawa panji muslimah sejati yang tidak akan mundur
dari medan tempur kehidupan dengan segala coba dan segala uji.
[By: Mesti Farah].
Tipologi Perempuan Ala al-Qur`an
Written By Amoe Hirata on Senin, 23 Mei 2016 | 13.48
Al-Qur`an yang berfungsi sebagai hudan(petunjuk), sejak lebih dari 14 abad silam,
telah menggambarkan tipologi perempuan dengan sangat gamblang. Di dalamnya ada dua tipe wanita yang bisa
dijadikan teladan bagi setiap muslimah: Pertama, wanita shalihah. Kedua, wanita
thalihah atau suu`(rusak dan berperangai jelek). Berikut
ini akan dijelaskan rinciannya:
PERTAMA: TELADAN PEREMPUAN SHALIHAH
Saat Masih Kecil
Jika anda masih kecil, anda bisa melihat sosok
Maryam. Cirinya: menjaga kehormatan
diri,
rajin ibadah(QS, Al-Anbiya[21]:
91) dan QS. At-Tahrim[66]: 12), dekat dengan Tuhan, dan sopan kepada orang tua(QS. Ali Imaran[3]: 37). Sejak kecil diasuh dengan pendidikan rabbani.
Memiliki ibu yang shalihah dan pengasuh yang shalih(Nabi Zakariyah).
Saat Gadis/Remaja
Bila anda gadis, bisa belajar dari
Maryam yang menjaga kesucian diri, rajin beribadah, taat, dan menjaga diri dari
yang bukan mahramnya(QS, Al-Anbiya[21]: 91) dan QS. At-Tahrim[66]: 12). Sampai-sampai ketika
malaikat datang berwujud seorang laki-laki, maka dia segera berlindung kepada
Allah(QS. Maryam[19]: 18).
Dari kedua putri Nabi Syu`aib bisa dijadikan teladan bagi para gadis.
Karakternya: Pertama, berbakti kepada
orang tua. Saat orang tuanya sudah
tua renta, mereka berdua berinisiatif membantunya dengan cara menggembalakan
kambing. Kalau bahasa sekarang mungkin, seperti wanita yang bekerja di luar
karena kondisi darurat untuk membantu keluarga.
Kedua, menjaga kehormatan
diri dengan memelihara sifat malu
dan tidak tebar pesona. Meski niat
membantu kedua orang tua, keduanya tetap mampu menjaga kehormatan diri. Saat
hendak memberi minum gembalaan, keduanya tidak bergumul dengan penggembala
laki-laki dan menunggu mereka selesai baru kemudian memberi minum gemblaannya.
Saat Musa menawarkan bantuan, keduanya tidak tebar pesona, malah menunjukkan
sikap malu, dan menjelaskan kondisi riil keluarganya. Bahkan, memberikan upah
kepada Nabi Musa. Berdasarkan perintah ayahnya.
Ketiga, cerdas memilih
pasangan(QS. Al-Qashah[28): 23-26). Di kemudian hari, ternyata salah satu dari
putri Nabi Syu`aib ini menjadi istri Musa. Mereka sangat pintar menunjukkan
kriteria orang yang bisa diandalkan dalam mengemban tugas, baik sebagai
pegawai, mau pun seorang suami. Ada dua kriteria penting yang direkomendasikan
kepada Syu`aib:
1. Kuat(dalam tafsir dijelaskan bahwa penutup sumur yang digunakan untuk
memberi minum air gembalaan, itu hanya bisa diangkat oleh beberapa orang,
sedangkan Musa bisa mengangkatnya sendiri).
2. Amanah, tepercaya(saat Musa mengikuti kedua anak Syu`aib, dia
berjalan duluan di depan mereka, bukan membelakangi mereka, di sinilah letak
amanahnya. Tidak menggunakan kesempatan dalam kesempitan)
Saat Menjadi Saudari Perempuan
Kita bisa belajar dari kisah saudari Musa yang taat pada ibunya dan
sangat sayang kepada adiknya. Saat Musa dihanyutkan, dia ikuti terus
perjalanannya hingga merasa sudah tenang ketika Musa diadopsi oleh Fir`aun.
Bahkan, pada akhirnya dengan kecerdikannya, ia mampu mengembalikan adiknya
kepada ibunya sebagai ibu susunya. Saudari demikian, bukan hanya sayang adik,
tapi juga perhatian kepada nasib adiknya(QS. Thaha[20] 40 dan QS.
Al-Qashah[28]: 11-13).
Saat Menjadi Istri
Sebalumnya perlu diterangkan bahwa
ciri istri yang terbaik adalah memiliki kriteria berikut: qanitat(rajin
melakukan ketaatan), taaibah(gemar bertaubat jika melakukan kesalahan), `aabidaat(gemar
beribadah), dan saa`ihaat(gemar berhijrah dari kejelekan menuju
kebaikan)(QS. At-Tahrim[66]: 5).
Kita bisa
mengambil contoh sosok Hawa. Sebagai istri, ia menjalankan perannya dengan baik
serta menjadi penentram suami(QS. Al-A`raf[7]: 189]). Mendukung suami, dan
memiliki misi melahirkan generasi shalih(QS. Al-A`raf[7]: 189]). Ketika
melakukan kesalahan, segera mengakui dan cepat bertaubat(QS. Al-A`raf[7]: 23). Terakhir, mengorientasikan biduk
rumah tangganya untuk kepentingan akhirat. Mereka sangat mengerti bahwa:
manusia yang berorientasi akhirat, taat dan mengikuti petunjuk Tuhannya, maka
tidak akan merasa takut, dan sedih(QS. Al-Baqarah[2]: 38), bahkan tidak akan
tersesat dan celaka(QS. Thoha[20]: 123).
Kadang
ada masa di mana Allah belum mengaruniai keturunan, dari kisah istri Nabi
Ibrahim, perempuan bisa belajar kepada ketegarannya, selalu otimis terhadap
rahmatNya dan tidak pernah putus asa(QS. Hud[11]: 71-73; QS. Al-Hijr[15]: 53-56
dan QS. Ad-Dzariyat[51]: 29). Di sisi lain, kita bisa belajar darinya tentang
cara menghormati tamu dengan sebaik-baiknya(QS. Ad-Dzariyat[51]: 26). Ketika
ada tamu, langsung disembelihkan domba kemudian dihidangkan setelah masak.
Dari
istri Nabi Muhammad, setiap muslimah bisa belajar tentang: hidup zuhud,
menghendaki Allah dan RasulNya, muhsinat(gemar berbuat baik), menjaga
kesucian diri, rajin beribadah dan taat kepada Allah dan Rasulnya, beramal
shalih, bertakwa, menjaga etika, menjalankan tugas rumah dengan baik, tidak
berbusana tabarruj seperti trend jahiliah, mendirikan shalat, menunaikan
zakat, dajin mengingat dan membaca al-Qur`an(QS. Al-Ahzab[33]: 28-34).
Ketika
menjadi istri shalihah, tetapi dianugerahi suami yang tidak shalih, jahat, maka
bisa menjadikan Asiah binti Muzahim sebagai teladannya. Meski suami kafir, dia
tidak ikut kafir. Ia beriman bersama Musa(anak angkatnya). Optimis terhadap
Tuhannya, serta bermimpi dibangunkan rumah di surga(Qs. At-Tahrim[66]: 11).
Merupakan contoh dari seorang istri yang gigih memegang kebenaran, meski
dihalang-halangi oleh suami.
Saat Menjadi Ibu
Ibu yang baik adalah yang selalu
mendoakan kebaikan kepada anaknya. Sebagaimana istri Imran(QS. Ali Imran[3]:
35). Sebelum melahirkan, dia sudah memohon agar dikaruniai anak shalih, di
samping itu akan dipersembahkan untuk kepentingan agama. Hawa pun demikian, ia
juga berdoa agar dikaruniai anak yang shalih(QS. Al-A`raf[7]: 189]).
Kita
bisa belajar kepada ibu Musa bagaimana rasa kasih sayang(dengan memberikan asi
yang cukup), ketegaran dan kesabarannya dalam mendidik anak, sampai-sampai dia
rela anaknya dihanyutkan ke sungai agar selamat, walau pun rasa keibuaannya
sangat tidak tega(QS. Al-Qashas[28]: 7-13), pada akhirnya anaknya dikembalikan,
dan menjadi penentram jiwanya.
Selain itu, Maryam
binti Imran juga bisa dijadikan teladan sebagai seorang ibu. Ia mendidik anaknya
secara baik. Ia bisa menjadi contoh bagi anaknya. Memiliki sifat qaanitah(QS.
At-Tahrim[66]: 12) dan shiddiqah(QS.
Al-Ma`idah[5]: 75). Isa `alaihis salam adalah bukti rill bagaimana ia
mampu menjadi ibu yang sukses bagi anaknya. Beliau sukses mendidik Isa menjadi anak yang berbakti
kepada orang tua, berperangai lembut tidak kasar, rajin ibadah, dan senantiasa
membawa kedamaian dalam hidupnya(QS. Maryam[19]: 31-33).
Saat Menjadi
Wanita Karir
Jika anda wanita karir yang menjadi
kepala, maka anda bisa meniru Bilqis, dalam menjalankan roda kepemimpinan(QS. An-Naml[27]: 23). Dalam menjalankan kepemimpinannya, ia tidak
menggunakan sistem otoriter, tapi selalu
mengedepankan musyawarah(QS. An-Naml[27]: 29) dengan para pejabatnya. Ia juga
memiliki pengalaman dan keilmuan yang cukup memadai(QS. An-Naml[27]: 34),
peduli dengan nasib rakyatnya sehingga melakukan langkah-langkah penyelamatan
jika dirasa ada sesuatu yang membahayakan(QS. An-Naml[27]: 35).
Di
sisi lain, sebagai seorang ratu, dia juga sangat hati-hati dalam bersikap dan
tidak gampang mengklaim(QS. An-Naml[27]: 42). Lebih istimewa lagi, ia tak
segan-segan mengakui kesalahan dan segera menerima kebenaran jika dirinya
memang salah(QS. An-Naml[27]: 44).
KEDUA : TELADAN PEREMPUAN THALIHAH
Saat Menjadi Istri
Perempuan ga baik pun juga ada
contohnya. Pertama, Istri Abu Lahab. Tipe wanita pedengki, penebar fitnah, dan
enggan menerima kebenaran. Kerjaannya selalu menebar api dendam dan permusuhan(QS.
Al-Lahab[111]; 4-5).
Para istri pembangkang diwakili oleh
istri Nabi Luth dan Nuh(QS. At-Tahrim[66] 10. Mereka hidup di dalam bahtera
rumah tangga orang shalih, namun menyia-nyiakannya. Kehidupan mereka bagaikan
ayam yang mati di lumbung padi. Sifat dasarnya adalah mengkhianati suami.
Saat Menjadi Istri
Pejabat
Jika anda perempuan yang menjadi
istri pejabat, terbiasa dalam hidup glamour suka kehidupan bersolsialita, suka
ngrumpi(QS. Yusuf[12]: 30), suka brondong(QS. Yusuf[12]: 23) lalu berusaha
bermaksiat dan mendapatkannya dan rentan selingkuh, maka istri Aziz jangan
sampai dijadikan contoh. Yang bisa dijadikan contoh darinya adalah: mengakuai
kesalahan dan bertaubat kepada Allah(QS. Yusuf[12]: 51-53). Wallahu a`lam bi
al-Shawaab.
Timur Lenk, Bashar al-Assad dan Tragedi Aleppo
Written By Amoe Hirata on Selasa, 17 Mei 2016 | 10.48
TIMUR LENK beserta tentaranya
yang dikenal pemberani sampai Halab(Aleppo) pada Shafar 803 H(`Arbasyah, `Ajâibu
al-Maqdûr fîAkhbâri Taimûr, 175). Di kota Aleppo telah bergabung pasukan
Mamalik Syam(Aleppo, Damaskus, Shafad, Tharabils, Humat, dan Homsh) di bawah
kepemimpinan Emir Aleppo, Damardasy al-Muhammadi.
Terjadi
friksi yang tajam di antara Emir Mamalik mengenai teknis menghadapi musuh(`Arbasyah,
`Ajâibu al-Maqdûr fîAkhbâri Taimûr, 178). Ada kelompok yang berpandangan
lebih mengedepankan negosiatif bersama Timur Lenk. Satu lagi lebih memilih
menyerang secara total. Sedangkan yang lain lebih memilih bertahan di dalam
benteng kota. Pendapat yang dominan dan menjadi pilihan pada akhirnya
menghadapi Mongol di luar Aleppo, saat mereka putus asa dengan bala bantuan
dari tentara Mamluk Utama dari Kairo. Pendapat ini sangat tidak tepat sasaran,
melihat jumlah tentara Timur Lenk.
Berlangsunglah
peperangan antara kedu kubu. Pada awalnya pertempuran berimbang, namun akhirnya
Mamalik dibuat kocar-kacir oleh tentara Timur Lenk. Pasukannya pun mampu merangsek
ke dalam benteng Aleppo. Terjadi tragedi yang mengerikan. Pembunuhan masal tak
dapat dihindarkan. Sedemikian banyak orang yang dibunuh hingga menumpuk, sehingga
sulit dilewati kavaleri.
Para emir berlindung di balik benteng
Aleppo yang kokoh. Namun sayang,
mereka pun –dengan berat hati- terpaksa menyerahkan diri, melihat kondisi yang
sedemikian mencekam, ditambah bala bantuan dari Mamluk Mesir tak kunjung sampai
ke Aleppo. Kondisi mereka berada di
bawah tekanan Mongol yang membantai penduduk Aleppo di depan mata kepala.
Tujuan mereka menyerahkan diri jelas, yaitu: agar penyembelihan masal segera dihentikan dalam tempo
secepatnya.
Perkiraan mereka meleset.
Keputusan yang diambil sama sekali tidak merubah kondisi yang terjadi.
Pembantaian besar-besaran terus berlangsung, para wanita diperkosa, anak kecil
pun tak ada yang selamat dari pembantaian yang mengernyitkan dahi ini. Tak
cukup sampai di situ, dibakarlah Aleppo dalam waktu empat hari berturut-turut, sampai akhirnya
kota Aleppo hancur lebur akibat kebengisan Timur Lenk. Para emir yang
menyerahkan diri dipenjara. Kota Aleppo saat itu menjadi puing-puing
reruntuhan.
Korban yang berjatuhan
saat itu sekitar dua puluh ribu tewas, sedangkan tawanan lebih dari tiga ratus
ribu.
Kondisi Mamalik Mesir tak
begitu menguntungkan. Mereka didera konflik internal. Perebutan kekuasaan
seolah sudah mengakar di sanubari mereka. Melihat kondisi yang genting ini,
berdirilah Syaikh Sirajuddin Umar al-Balqini, mengerahkan ulama dan para imam
menyerukan ultimatum jihad di seantero jalan dan masjid Kairo.
Ada kesamaan antara Timur
Lenk dan Bassar al-Assad. Sama-sama Syi`ah(Timur Lenk masuk syi`ah berkat
al-Sayyid Barakah ketika bertemu di daerah Balakh. Tokoh inilah yang berperan
besar dalam memprovokasi Timur Lenk melakukan pembantaian), dan sama-sama
membantai kaum Muslim sunni. Cara-cara otoriter biasa digunakan dalam
meluluskan keinginannya.
Aleppo bisa jatuh karena
beberapa alasan –setelah takdir Allah- yaitu: Pertama, kelangkaan sosok pemimpin kuat di Aleppo. Kedua,
perebutan kekuasaan antar penguasa. Ketiga, saudara sesama Mamalik di Mesir tak
sigap dalam membantu karena terjadi konflik internal juga di Mesir akibat
perebutan kekuasaan. Akhirnya, Timur Lenk dengan segenap kelihaian dan
kecerdikannya, mampu dengan mudah menghancurleburkan Aleppo.
SABDA CINTA [II]
Written By Amoe Hirata on Rabu, 11 Mei 2016 | 07.45
Teman,
Enyahlah kau rasa bosan!
Aku tidak tahu jam berapa sekarang, tapi aku rasa ini waktu
yang sama seperti waktu kemarin saat lelaki itu datang ke kamarku. Dan benar
saja, aku mendengar pintu diketuk, 3 kali ketukan. Itu pasti dia!
“Kamu lagi?” tanyaku padanya,
“Ya, kenapa? Kamu sudah menungguku
dari tadi ya?” Hah? Aku tersenyum kecut.
“Aku senang kamu tersenyum, walau pun
senyum seperti itu membuat wajahmu sangat aneh. Kamu harusnya senyum selebar
mungkin,” Aku diam.
“Ok. Lain kali aku berharap dapat
melihat senyum lima jarimu, tersenyum dengan sempurna.”
Senyum?
Aku bahkan sudah lupa bagaimana caranya? dan yang lebih menyedihkan aku tidak
bisa melihat senyumku sendiri.
“Oya, kemarin kamu bilang tentang
jendela? Apa yang istimewa? Apa jendela itu terbuat dari emas?”
“Kamu bercanda? Emas? Mana mungkin?”
“Ini istimewa karena dari jendela ini,
kamu bisa melihat pemandangan yang sangat indah!”
“Dan aku tahu, bagiku ini adalah hal
terkonyol dalam hidupku. Dan sepertinya kamu membuang-buang waktuku.”
Aku
ingin menangis, tapi tidak! dan aku sadar ini bukan mimpi, kenyataannya aku
adalah seorang wanita buta yang tidak bisa melihat apa pun kecuali kegelapan
dan wanita lumpuh yang tak mampu hanya sekedar bergerak. Apa ini kehidupan?
“Kamu marah?” Tanyaanya, aku memilih
diam!
“Aku berharap kamu tidak marah, aku
di sini karena ingin menunjukanmu pemandangan yang indah dari jendela kamarmu,
aku tahu keadaanmu. Oleh karena itu aku disini, aku akan benar-benar
menunjukkannya kepadamu. Aku akan menjadi matamu, dan sebagai imbalannya aku
berharap kita bisa menjadi teman. Dan karena kamu diam saja, aku anggap kamu
menyetujuinya.”
Laki
– laki ini aneh sekali, dia yang bertanya dan dia juga yang menjawabnya. Aku
bisa apa? dan aku rasa ide ini tidak terlalu buruk, aku tidak tahu sampai kapan
aku akan berada di rumah sakit ini. Aku rasa aku memang membutuhkan teman agar
hidupku tidak terlalu membosankan.
***
Mata
ini buta namun hatiku mulai terbuka
“Suster
bisa tolong merapikan kamarku, tidakkah masih berantakan?”
“Baik
Mba, tapi ini sudah tampak seperti biasanya.”
“Tidak
suster, coba lebih teliti bahkan kalau perlu kau bisa menambahkan bunga atau
apalah agar kamar ini benar-benar baik bagi siapa pun yang masuk ke dalamnya.”
“Baik
Mba, saya akan memastikannya kembali dan melengkapinya seperti apa yang Mba
inginkan.”
“Terima
kasih suster, ”
Adakah
yang berbeda dari diriku saat ini? Menurut dokter kesehatanku stabil dan
keluargaku masih terus meminta dokter memberikan pengobatan terbaik untukku. Mungkin
setiap hal di dunia ini hanya perlu penerimaan yang baik dan perlahan aku mulai
bisa menerima diriku dengan mengikhlaskan apa pun yang terjadi dalam hidupku.
Seperti kata Sabda mungkin saat ini penglihatanku sedang dijernihkan oleh Tuhan
agar aku dapat melihat dengan mata batinku, dan kakiku yang lumpuh ini mungkin
Tuhan hanya ingin membuatku berhenti dari pelarianku selama ini mejauh dariNya.
Sabda
“Hay Cinta…”
Kali
ini aku benar-benar tersenyum seperti kuncup bunga saat mekar. Suara Sabda
terdengar merdu bagaikan petikan melodi yang dibawakan oleh Dewa Gitar, Brian
May. Aku tak sabar menantikan cerita-ceritanya di balik jendela itu.
“Apa aku terlamabat? Sepertinya
tidak.”
“Seperti biasa, kau orang yang
paling sering bertanya dan menjawab pertanyaanmu sendiri.” Aku merasa semakin
hari senyumku tak terkendali?
“Seperti itulah aku, banyak bertanya
dan dari pertanyaan-pertanyaan itulah aku yakini satu hal bahwa ada pertanyaan
yang terkadang tidak memerlukan jawaban.”
“ Sudah-sudah tak usahlah kau banyak
bergurau tentang dirimu sendiri. Segeralah kau ceritakan apa yang saat ini
terjadi di luar sana?”
“Baik-baik, rupanya selain kau ini
perempuan yang judes kau juga orang yang tidak sabaran.”
Suasana
hening sejenak, atau saat ini aku merasakan waktu berhenti sesaat. Dengar-dengar
Sabda mulai berbicara,
“Ya ampun!”
“Kenapa?” tanyaku sangat penasaran.
“Sabda? Kenapa kamu diam saja?” Aku
rasa aku dapat merasakan sekujur tubuhku berkeringat.
“Kamu tahu apa yang aku lihat?”
“Tentu saja tidak!”
“Cepat ceritakan padaku apa yang kau
lihat di balik jendela itu!” desakku
“Aku melihat, seorang anak kecil jatuh
dari gendongan ibunya. Ya ampun..ya ampun!”
“Benarkah? Kenapa bisa sampai seperti itu? Betapa cerobahnya
si ibu itu, kasihan sekali anak kecil itu”
“Iya, anak itu hanya bisa terus menangis. Apakah aku harus
turun untuk membantunya?”
“Bagaimana dengan ibunya? Apa yang ia lakukan terhadap
anaknya? Kalau kau merasa dapat membantunya kenapa kau masih diam di sini
Sabda.”
“Tidak, aku tidak akan ke mana-mana
karena anak itu sudah dipelukan ibunya dan sudah ada banyak orang yang menolong
mereka.”
“Lalu apa yang terjadi kemudian?” Aku
menggigit bibirku karena ikut merasa gusur dengan keadaan anak itu.
“Lah kok?”
“Kenapa lagi?” tanyaku masih dalam
resah
“Sekarang gantian ibunya yang
menangis, bahkan tangisnya mengalahi tangisan anaknya.”
Aku
semakin penasaran apa yang terjadi sebenarnya?
“Bukankah tadi kau bilang anaknya
yang terjatuh dari pangkuan ibunya. Tidak ada yang terjadi pada ibunya kan? Ibu
itu tidak mengalami luka sesuatu kan?”
“Cinta, kau tahu?”
“Apa lagi Sabda aku tidak dapat
melihat seperti yang kau lihat aku hanya bisa mendengar apa yang kau ceritakan
padaku, jangan malah membuat aku kebingungan seperti ini atau Kau telah
mempermainkanku?”
“Tentu tidak Cinta, aku mengatakan apa
yang aku lihat. Kau tahu Cinta, ibu itu mungkin tidak mengalami luka fisik
seperti pada anaknya tapi Ibu itu merasakan sakit yang jauh lebih besar dari
apa yang bisa kita lihat pada anaknya. Karena apa? Karena cinta dan kasih
sayang yang tulus dari seorang ibu.”
“Selalu ada pesan Tuhan dari setiap
apa yang kita lihat Cin, tapi bukan dari mata kita ini tapi melihat dari hati
dan sayangnya banyak orang yang matanya terbuka tapi hatinya tertutup. Kau
tenang saja, ibu dan anak itu sudah pergi dengan keadaan baik-baik saja.”
“Syukurlah,”
“Cinta, Ada yang menarik dari apa
yang tadi aku saksikan.”
“Menarik kau bilang?” Aneh si Sabda
ini bukannya prihatin malah dia bilang menarik kejadian anak yang terjatuh dari
pangkuan ibunya?
“Aku merasa kasihan dengan anak itu
pun dengan ibunya juga yang terlihat sangat merasa bersalah. Tapi aku jadi semakin
menyakini satu hal dalam hidup ini.”
“Apa?”
“Bahwa Sesungguhnya Tuhan lebih
sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu tadi kepada anaknya.”
Aku
terdiam, seperti ada sesuatu yang menusuk hatiku. Perasaan yang teramat menyesakkan
karena aku lebih sering lalai mengingatNya apalagi setelah kecelakaan yang
menimpaku, aku tidak merasakan keberadaanNya.
“Tidak ada seorang pun yang lebih
sayang melebihi Tuhan. Jika kita saja menghargai kasih sayang orang lain dengan
membalasnya pula dengan kasih sayang termasuk orang tua kita, tapi mengapa kita
lalai dengan tidak menghargai kasih
sayang Allah kepada kita? Paling tidak kita syukuri segala nikmat yang telah Ia
berikan apa pun keadaan kita pada hari ini.”
Mata
Cinta
Keberartian. Dalam hidup ini harus ada penerimaan yang baik,
rasa syukur dan sikap penuh semangat. Aku tahu di mana sekarang letaknya
kebahagiaan, kebahagiaan yang dulu sering kali aku cari-cari, baru aku sadari saat
ini bahwa kebahagiaan itu letaknya ada di hati. Aku tidak akan menyalahi
takdirku (lagi) aku hanya akan menerima dan menjalaninya dengan sebaik-baiknya
seperti berpindah dari takdir baik menuju takdir yang lebih baik.
Dokter akan membuka perban di mataku
setelah operasi kemarin. Sungguh aku tak sabar membuka mataku. Kebahagiaan
seperti bercucuran di hari-hariku saat ini. Semua orang yang menyayangiku hadir
dan sekarang aku siap mengabsen mereka semua satu persatu. Orang tuaku tercinta
yang aku sangat rindukan papa dan mama, kemudian mereka memelukku erat. Adikku
yang tampan Dony, Kakakku Sella, sahabatku Ratih dan teman-teman lainnya,
semuanya datang. Tapi dimana dia? Mataku berpendar mencarinya tapi aku tidak
menemukan seseorang yang kucari. Kenapa
dia tidak datang? bahkan ia tidak menemuiku kemarin sebelum operasi. Sabda di mana
kamu? Aku ingin membagi kebahagiaan ini kepadamu.
Penantian
dalam Kehilangan
Sudah tiga hari tidak ada kabar dari Sabda, hari ini aku
akan pindah ke kamarku sebelumnya, semoga kau sudah menungguku di sana. Aku menuju
kamar rawatku saat ini setelah sebelumnya beberapa hari lalu aku dirawat di
kamar lain pasca operasi mata kemarin, aku memang belum bisa berjalan tapi kata
dokter aku masih punya harapan untuk kembali berdiri tegak dengan kakiku. Di
depan pintu tertulis kamar Mawar 102 aku memasukinya, begini ya ternyata
kamarku seperti layaknya kamar di rumah sakit memang tapi aku merasakan sesuatu
yang berbeda seperti perasaan nyaman ketika memasuki kamar ini yang tidak aku
temukan di kamar pasien mana pun.
“Ada lagi yang saya bisa bantu mba?
atau mba ingin tiduran saja di atas kasur?”
“Tidak suster Anna,” kali ini aku
memanggil namanya dan tentu saja tersenyum ramah padanya yang telah merawatku
selama ini.
Aku
tidak sabar melihat pemandangan di balik jendela itu. Aku menjalankan kursi
rodaku ke arah jendela dan perlahan membuka gordennya. Dan betapa aku terkejut
dengan apa yang aku lihat saat ini.
“Baik kalau begitu, kalau mba ingin
berbaring ke atas tempat tidur bisa panggil saja seperti biasa, kalau tidak ada
yang mba inginkan lagi saya izin keluar sebentar,” kata suster Anna.
“Mba, Mba Cinta!”
Apa
yang aku lihat ini? Kenapa berbeda?
“Sus, apa ini kamarku yang
sebelumnya? Aku tidak mau kamar ini! Aku
ingin ditempatkan di kamar sebelum aku di operasi. Tolong pindahkan aku
sekarang juga!”
“Tidak mba, ini kamar mba Cinta.”
“Tapi kenapa? Ada apa dengan jendela
ini?”
“Kenapa mba jendelanya?”
“Tidak ada yang aneh dengan
jendelanya Mba Cinta, hanya jendela yang berhadapan dengan tembok”
“Tidak suster. Sabda bilang di balik
jendela ini ada pemandangan yang indah seperti taman, kolam ikan, dan lain
sebagainya. Sabda sendiri yang menceritakannya padaku.” Ada apa dengan ini? Apa
Sabda membohongiku? Oh tidak! Entah mengapa hatiku sesak namun air mata tak
keluar dari mataku saat ini. Tidak bisa.
“Oh kata Mas Sabda. Dia itu salah
satu pasien rumah sakit ini, dan yang saya denger dia sudah meninggal.”
“Apa?”
Lelaki
itu meninggal? Apa yang terjadi? Aku baru saja mau memulai hidupku yang baru
saat ini dan aku berharap bisa bertemu dengannya kembali dan melihatnya, tidak
ada yang aku ketahui tentangnya tapi kenapa cepat sekali dia meninggalkanku?
Hatiku perih, teramat perih hatiku saat ini.
“Mba Cinta baik-baik saja kan? Aku
tahu mba Cinta pasti sedih kehilangan teman sebaik Mas Sabda tapi itulah
kematian tidak ada yang tahu. Mas Sabda itu pasien penyakit jantung. Mungkin
kematiannya memang mendadak tapi saya tidak tahu pasti.”
“Iya sus, dia teman yang baik selalu
menceritakan hal-hal yang menarik yang dia lihat dari balik jendela ini. Saat ini aku tidak mengerti apa yang kulihat
di depanku hanyalah sebuah jendela yang di luarnya ternyata hanyalah dinding
bercat putih. Kenapa dia berbohong kepadaku?”
“Maaf kalau saya lancang mba, kalau saya
boleh berpendapat. Kelihatnya Mas Sabda itu orang yang sangat baik, yang saya lihat
setiap dia memasuki kamar mba senyumnya merekah sekali dan bertambah lebar senyumnya
ketika keluar dari kamar Mba Cinta. Saya tidak tahu persis kenapa Mas Sabda
berbohong, tapi kalau saya rasa..” Suster Anna menggantung ucapannya. Aku
memintanya melanjutkan perkataannya tanpa merasa tidak enak.
“Semenjak mas Sabda rutin berkunjung
ke kamar ini, saya lihat keadaan Mba Cinta semakin membaik, mba lebih bersemangat
dan yang lebih penting Mba Cinta tidak seperti yang dulu, seperti orang yang
hidup tak mau mati pun enggan. Jadi menurut saya mas Sabda mungkin tidak
bermaksud berbohong, benar kalau di balik jendela ini hanyalah sebuah tembok
tapi mungkin mas Sabda hanya ingin menyampaikan bahwa di luar sana di balik
jendela ini, di balik rumah sakit ini banyak hal indah yang bisa Mba Cinta lihat.
”
Aneh
sekali, aku merasa sangat bersedih tapi air mata tidak mampu keluar setetes pun
dari kedua mataku ini. Memang benar apa yang disampaikan Suster Anna, betapa pun
aku tidak mengerti keadaan ini, di mana Sabda sekarang dan apa yang dia lakukan
saat ini, aku merasa dia selalu hadir. Aku dapat merasakan kehadirannya dalam
setiap kedipan mataku.
By: Mesti Farah
SABDA CINTA [I]
Written By Amoe Hirata on Selasa, 10 Mei 2016 | 07.37
Salah Kamar
Katanya takdir tak pernah salah. Ketika
kita menyalahkan takdir, itu artinya kita menyalahkan Tuhan, sedangkan Tuhan
tak pernah salah.
Ketika aku membuka mata, air di ujung kelopaknya pun keluar
seperti embun di pucuk daun di setiap pagi, dan dari hari ke hari. Aku tak ingin kenyataan
membangunkanku dari mimpi. Aku hanya ingin terus bermimpi. Tapi inilah kenyataan,
seperti tersihir apel kutukan dari ibu tiri putri salju. Ia tertidur sampai sang pengeran datang membangunkannya
dengan cinta sejati. Ah itu hanya dongeng tapi aku tertidur dalam kenyataan.
Itulah, yang membuat aku sangat iri pada sang putri, bukan karena mengharapkan
kedatangan pangeran sehingga bisa terbangun dari tidur panjang, akan tetapi aku
berharap bisa tertidur pulas, aku rela bila tak ada pangeran yang
membangunkanku.
Aku membuka mataku, tapi dunia ini begitu gelap untukku. Sudah lebih dari sebulan aku berada di ruangan
ini. Aku menyebutnya sangkar sejak sayap-sayapku patah oleh takdir. Aku
terperangkap. Dalam waktu singkat semuanya berubah, karena sebuah kecelakaan
Solusi Mengatasi LGBT
Written By Amoe Hirata on Senin, 09 Mei 2016 | 10.21
Assalamu`alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
ان الحمد لله نحمد ونستعينه ونستغفره ونستهديه ونتوب إليه
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهد الله فلا مضل له ومن يضلل
فلا هادي له
أشسهد أن لاإله ألا الله وأشهد أن محمدا رسول الله
اللهم فصل وسلم وبارك على نبينا وحبيبنا وشفيعنا ومولانا محمد
صلى الله عليه وسلم وعلى آله وصحبه وسلة وبارك
Sidang Jum`ah
Rahimakumullah
اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون
Zaman yang sudah
semakin dekat kepada kiamat, membuat kita harus lebih waspada lagi. Mengingat,
improvisasi kemaksiatan di sekeliling kita begitu berat dan semakin menguat.
Makanya, ولاتموتن إلا وأنتم مسلمون
berislam sampai mati. Berpeganglah dengan nilai-nilai Islam sampai mati. dan
perkuatlah Islam di dalam keluarga sampai mati.
Tema khutbah Jum`at
pada hari ini adalah: "قوا أنفسكم وأهليكم
نارا" terinspirasi dari ayat tersebut:
}يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا
النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ
اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ} ]التحريم: 6[
Wahai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka. Pelihara
dirimu dan keluargamu dari berbagai macam perilaku yang menjerumuskan kamu dan
keluargamu ke api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Api neraka itu dijaga, dikendalikan oleh
malaikat-malaikat ini, bersifat kasar, keras, mereka disetup oleh Allah
subhanahu wata`ala tidak akan pernah berani, tidak bermaksiat pada Allah, dan
selalu bisa menjalankan perintah yang
diperintahkan kepada mereka.
Artis terkemuka yang
banyak ditonton,ternyata terperosok ke dalam perilaku seksual menyimpang. Yang
sebelum ini LGBT banci-banci yang selama
ini secara kognitif diterima akhirnya didompleng. Dari trangender didompleng
oleh, LGB(Lesbian, Gay, Biseksual) yang sebetulnya tiga ini belum bisa diterima
oleh masyarakat.
Yang transgender,
banci, waria ini sudah bisa diterima oleh masyarakat, ini sudah berbhaya,
didompleng oleh LGB.
Kenapa saya pisahkan
antara LGB dengan T? Karena hukuman atau
perilaku mereka dalam bahasa fiqih, dalam bahasa agama memang dipisah. Ada Khuntsa,
ada Muhkonnas. Banci di dalam fiqih ada dua: ada yang terlahir given
sebagai seorang banci yang memiliki dua
kelamin. Ada yang terlahir bukan sebagai banci tetapi membancikan diri. Mukhannats, itu biasanya dibentuk oleh
lingkungan. Nah inilah kasus yang terjadi pada artis yang sekarang ini. Dan itu
bisa terjadi pada kita semua, pada anak-anak kita. Perilaku seksual menyimpang
ini.
Mereka-mereka yang
terlahir sebagai banci pun sebenarnya tidak punya alasan untuk menyimpang;
karena alasan seksualitas ini bisa dibendung oleh sistem yang sudah diciptakan
oleh Allah subhanahu wata`ala dengan berbagai macam bentuk kendali di dalam
jiwa manusia.
ما
كذب الفؤاد ما رأى Setiap
manusia sudah diberikan insting oleh Allah subhanahu wata`ala. Fu`ad,
diciptakan untuk mengendalikan potensi buruk yang ada di dalamnya. Sekalipun
kromosom feminin dominan di dalam jiwa maskulin. Tetapi kromosom bukanlah
satu-satunya hasrat yang bisa mengendalikan seluruh kondisi jiwa,yang sangat
rumit diciptakan Allah subhanahu wata`ala.
Sidang Jum`ah
rahimakumullah
Punya anak laki-laki
sekarang sama bahayanya dengan punya anak perempuan.Indonesia, menurut Komisi
Penyiaran Indonesia(KPI), termasuk
negara di Asia yang paling tinggi anak-anak suka nonton tivi dan di atas 5 jam
untuk menontonnya.
Ketidakhadiran suami,
istri, orang tua dalam dunia anak. Ini
kejadian dan banyak terjadi di Jakarta. Malamnya, anaknya menonton dangdut,
sinetron, lawakan berbau banci, besoknya anak ini(masih SD, laki-laki) mau pergi
sekolah datang dengan dandanan perempuan.Pakai sepatu yang haknya tinggi.
Tiba-tiba, dia
kehilangan orientasi seksualnya dan kemudian merubah identitas seksualnya.
Sebabnya apa? Kalau di dalam al-Qur`an,
Nabi Luth pun kalah. Anda sebagai suami pun akan kalah, kalau anda tidak
membangun dua hal di dalam lingkungan anda. Itu tugas kita semua.
A`udzubillahiminasyaithanirrajim:
[قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً
أَوْ آوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ [هود: 80 Kata Luth `alaihis salam, 'Seandainya
aku mempunyai kekuatan sosial untuk melawan kalian wahai kaum banci, (homo dan
lesbian) pasti aku akan lawan kalian," tapi kondisi sosial sudah kalah.
Luth tinggal sendirian sama, dua atau tiga anak perempuannya saya tidak tau
berapa persisnya, dan orang-orang yang bersamanya dan itu juga ada yang mendukung saat itu. Ini persoalan
yang ada di dalam al-Qur`an,mengungkap peristiwa kekalahan Luth yang yang
menjadi pelajaran ibrah yang bisa analisis pada kesempatan yang berbahagia ini.
Jadi, lemahnya struktur
sosial. Yang kedua, "andai aku punya keluarga yang kokoh, andai struktur
rumah tanggaku kuat, maka aku akan lawan kalian,' Ternyata, rumahnya Luth juga
bobol karena istrinya yang bukan lesbian, tapi membenarkan perilaku homoseksual
pada masa itu.
Kenapa bisa ada kasus
penyimpangan seksual seperti ini? Pertama, (kalau dilihat dari kasus artis ini)
karena anak-anak muda ini biasanya rentan pada dua hal: 1. Life Style,
lingkungan sosial yang menggerogoti dan merusak akidahnya. 2. Biasanya di dalam
rumah menyebalkan, sehingga orang tuanya tidak menjadi idola, maka dia
idolakanlah artis, publik figur yang ternyata menyimpang. Ini, dunia anak. Dan itu terjadi sama anak ini,
kenapa dia menjadi korban.
Apa yang terjadi di
rumah, masyarakat dan lingkungan seperti ini, لا
تشرك بالله tidak diajarkan kepada
anak-anak. Anak-anak tidak dilindungi
dengan, "Nak janganlah mengidolakan, artinya memberhalakan.
Coba lihat anak-anak
kita! Rata-rata anak muda, yang shalat di sini saja, yang diidolakan itu orang
pendosa, fasik atau orang-orarang yang shalih? Pemain bolanya, orang shalih apa
orang fasik? Artisnya, orang shalih apa
orang fasik?
Orang shalih saja
dikultuskan bisa musyrik. Dan itu terjadi pada masa Nuh `alaihis salam. Kemusyrikan pertama di muka bumi ini terjadi
adalah karena dikultuskannya orang shalih. Nama orang shalihnya pun disebutkan
dalam al-Qur`an yaitu: Suwa, Yaguts, Ya`uq, dan Nasr.
Keempat orang ini
diistimewakan karena kebaikannya.
Setelah mereka meninggal, kuburannya dipuja-puja, lalu dilukis wajahnya,
setelah itu dibuat patungnya.Maka disembalah patung itu oleh generasi kemudian,
menjadi dewa "a", "b", dan "c". Itu awalnya orang
shalih.
Kalau yang diidolakan
anak kitu adalah orang bejat, maka cepat kenanya, hari ini juga.
Sidang Jum`at
rahimakumullah
Pengkultusan adalah
pintu gerbang kemunafikan, dan pengidolaan anak-anak terhadap karakter-karakter
orang-orang fasik, itu yang membuat rusak anak-anak kita. قوا
أنفسكم وأهليكم نارا Ajarkan kepada anak kita untuk cinta
kepada Allah subhanahu wata`ala. Mengharamkan pengkultusan selain kepada Allah
dan RasulNya yang diikutinya. Tanamkan
peranan qolbu, logika berpikirnya benar, mana yang hamba, mana yang Tuhan.
Kepada siapa anakmu bersandar, kepada siapa anakmu menggantungkan harapan,
kepada siapa anak-anakmu resah. Ingat, ketika orang tua gagal mendidik anaknya,
maka dia akan dirampas. Jangan dikira, anak pergi sekolah lalu selamat, tidak.
Coba cek anak sekarang.
Biasa bercanda dengan candaan yang menjijikkan. Di SD dan SMP, saya pernah
dengar langsung anak-anak bicaranya begini, "Homo lho. Lesbi lho."
lalu itu dibenarkan oleh lingkungannya, maka itulah dia jadinya.Karena penyebab
penyimpangan seksual ini sebetulnya bukan genetik. Adalah penipuan, dan
pelacuran intelektual kalau mengatakan, "Ini, otak kami yang homo memang
sejak awal berbeda dengan orang yang otaknya heteroseksual. Padahal ada
penelitian yang menyatakan kalau otak orang homo itu kecil karena telah
mengidap HIV.
HIV menurut para ilmuan
itu disebarkan, disebabkan oleh pertemuan manusia dengan monyat, bukan.
Ternyata temuan mutakhir mengatakan, ternyata virus HIV itu disebabkan karena
adanya pertemuan seperma laki-laki di anus lubang laki-laki. Di situlah lahir.
Na`udubillah mindzalik. Namun sekarang sudah menjadi gaya hidup. Karena mereka
sadar mereka tidak mungkin punya keturunan, biasanya dilakukanlah bank sperma,
donor sperma, sewa rahim, yang kesannya ini adalah temuan ilmiah kontemporer. Ini semua dipromosikan oleh kaum
homoseksual.
Jangan dianggap semua temuan ilmiah di dunia
ini semua bermanfaat bagi manusia. Karenanya, anak-anak di sekolah pun
diajarkan. Di dalam Surah Luqman ada 9 ajaran bagaimana harusnya memanamkan
karakter anak, dari ayat 12 sampai 19.Pertama, lindungi anak dari kesyirikan.
Kedua, ajarkan anak untuk berbakti
kepada orang tua. Ketiga, mampukan anak punya perasaan melekat diawasi oleh
Allah dan malaikatnya. Keempat, baru ajarkan dia shalat. Kelima, mampukan
anakmu untuk beramar ma`ruf nahi munkar. Polisi berterima kasih karena anaknya
melapor itu. Mengapa berterima kasih? karena umumnya anak-anak yang menjadi
korban itu, ga berani lapor. Apalagi bapaknya galak, jarang komunikasi, sibuk
dengan pekerjaan, cuma cuba bisa ngasih duit dan marah-marah, anak ga akan
melapor sama orang tua seperti itu.
Kenapa polisi
menghargai anak yang mau melapor? Karena anak ini punya keberanian. Mungkin
sejak awal dididik untuk mengatakan yang benar adalah benar, mengatakan yang
salah adalah salah. Ini output shalat bagi anak remaja ke bawah. Buat orang tua
yang punya penghasilan biasanya perintah al-Qurannya, وأقيموالصلاة
وآتوا الزكات dirikan shalat tunaikan zakat karena anda
sudah punya penghasilan, dan dianggap sudah selesai amar ma`ruf nahi unkarnya.
Tapi kalau masih pemuda dan remaja dia harus dididik يا
بني أقم الصلاة وامر بالمعروف وانه عن المنكر wahai anakku dirikanlah shalat dan
tegakkanlah amar ma`ruf nahi munkar.
Anak lelaki, mampukan
dia berkata yang baik dan mampukan dia berkata tidak pada semua kemungkaran
dengan semua resikonya. Ini pendidikan yang harus diterapkan di rumah.
Hati-hati juga dengan tontonan, idola-idola artis yang fasik. Lalu bagaimana
kita membentuk lingkungan kita? Ini bukan pekerjaan yang mudah.
Amerika, sebetulnya
mayoritas masyarakatnya itu anti homoseks. Lalu kenapa presiden Obama kemudian
mensahkan undang-undang pernikahan sejenis?
Mereka ini bergerak dari dua ranah. Pertama, ranah politik. Kedua, ranah
kemanusiaan atas nama HAM. Hati-hati dengan cara berpikir mereka yang sesat
ini.
Kenapa Obama kalah? Ini
juga bakal terjadi pada anak kita semua kalau masyarakatnya diam saja. Ini
bakal terjadi pada presiden Indonesia, mungkin bukan sekarang tapi yang akan
datang, kalau masyarakatnya diam saja.
Semua presiden nantinya
akan diabsen oleh PBB, mana negara yang sudah menjalankan Hak Asasi Manusia
lewat standar yang dipakai. Salah satu klausulnya itu adalah harus memberikan
hak kepada kaum homosek dan lesbian
ini.
Sebetulnya ga usah
menyebut LGBT. Mereka tersanjung kalau disebut itu. Bahkan ditambah lagi
HQ(Hipersek, Quier). Namanya dibuat-buat sendiri supaya terkesan mereka keren.
Padahal, sebut saja homoseks atau lesbi. Ini sebagai hukuman moral. Kenapa
perzinaan jadi marak. Nutup Kalijodo itu kemudian banyak persoalan.Karena kita
menyebutnya PSK(Pekerja Seks Komersial). Jadi mereka merasa bekerja, dan ini
sah. Ini dilembut-lembutkan bahasanya padahal dulu sudah bagus. Dengan istilah
yang sudah baku di bahasa Inndonesia yang dulu itu sudah hukuman moral.
Gara-gara diganti jadi PSK, dia bisa
memasukkan orang, dan bertambah banyak. MIsalnya ada pelacur malam hari pergi,
pas ditanya supir taksi, 'Kemana mbak?' 'Mau kerja mas.' Karena sudah dapat
gelar PSK.
Dalam al-Qur`an pangkat
disesuakan sebagaimana predikat orang itu, perilaku orang itu. Makanya,
istilah-istilah yang sudah baku jika diganti dengan istilah-istilah itu, maka
akan terjadi pergeseran nilai. Ini adalah langkah mereka. pelan-pelan, lalu
mereka merasa pada akhirnya ini sehat, bisa dinormalkan dan disahkan secara
undang-undang.
Di Indonesia, walupun
ada klausul-klausul bahwa negara merdeka melaksanakan atas nama keyakinannya
dan kearifal lokalnya, tetapi maaf, mulai dari kampus-kampus sampai
sekolah-sekolah dasar, cendrung bisa menerima LGBT ini. Begini Yahudi bekerja.
LGBT ini bekerja sampai Amerika berterimakasih, karena Yahudi yang berhasil
melancarkan program ini dan itu mereka kerjakan di Indonesia. Dan ini juga
menjadi sebuah gerakan politik.
Makanya, orang tua yang
tidak sungguh menanamkan nilai-nilai, betapa buruknya perilaku seksual
menyimpang itu, kemungkinan anaknya akan
seperti itu. Dan biasanya anaknya seperti itu karena diberi makanan haram oleh
bapaknya. Anak seperti itu karena biasanya bapaknya glak, kurang perhatian.
Biasanya itu terjadi karena anaknya melihat bapaknya jahat sama ibunya, menjadi benci sama bapak, hingga kelamin
bapaknya. Bapak yang jarang hadir, tidak biasa mendengarkan omongan anak,
curhatan anak, ini biasanya juga menjadi penyebab biasanya.
Sidang Jum`ah
rahimakumullah
Jadilah ayah yang
bertanggung jawab. Jadilah suami yang penuh kasih sayang.Jadilah ayah yang
selalu hadir untuk anak-anaknya. Jangan jadi ayah yang memikirkan kihidupannya
sendiri. Banyak anak-anak yang tidak hormat pada ayahnya, ayah semacam ini
adalah ayah gagal. Banyak anak ga bangga sama ayahnya. Banyak istri kecewa sama
suaminya. Karena suaminya, egois, kasa, pelit, dan mementingkan kepentingan
sendiri. Padahal, nanti yang diminta pertanggungjawaban di akhirat ialah bapak atau
para suami. Mudah-mudahan kita menjadi hamba ALlah yang beriman, dan
bertanggung jawab kepada keluarga kita. Berjuanglah mendidik anak. jangan
sampai anakmu dirampok oleh orang lain. Kamu yang besarkan badannya tapi
jiwanya dirampok oleh orang lain.
Khatib : Ust. Bachtiar Nashir
Tempat : AQL Islamic Center
Waktu : Jum`at 19 Pebruari 2016
Pukul : 12.10-12.35