Home » » Aqsāmu al-Qurā`n

Aqsāmu al-Qurā`n

Written By Amoe Hirata on Rabu, 04 Maret 2015 | 08.36

وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَا يَبْعَثُ اللَّهُ مَنْ يَمُوتُ بَلَى وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ(النحل: 38).
“Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati". (tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”(Qs. An-Nahl: 38).


Pendahuluan:
Di antara pembahasan yang penting untuk dipelajari dalam Ilmu Tafsir ialah pembahasan tentang Aqsāmu al-Qurā`n (sumpah-sumpah dalam al-Qur`an). Kata kunci dalam mempelajari pembahasan ini ialah terletak pada sumpah yang lahir disebabkan kondisi audiens al-Qur`an yang berbeda-beda dalam menyikapinya. Bagi orang yang fitrahnya benar dan lurus, akan menerima al-Qur`an dengan mudah tanpa memerlukan penegasan dan qasam(sumpah). Sedangkan orang yang memiliki fitrah menyimpang, hatinya diliputi keraguan terhadap al-Qur`an, maka mereka memerlukan penegasan dan metode qasam(sumpah) supaya yakin terhadap al-Qur`an. Di antara ulama yang menulis tema ini secara khusus ialah Imam Ibnu al-Qoyyim al-Jauzi, dalam kitabnya yang berjudul: “al-Tibyān fi Aqsāmi al-Qur`ān”. Pada tulisan ini secara global akan dibahas tentang qasam(sumpah) dalam al-Qur`an. Pembahasan ini diharapkan mampu memberikan pencerahan terhadap pembaca terkait masalah Ilmu Tafsir. Ini tidak lain adalah sebagai upaya untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian umat terhadap al-Qur`an melalui Ilmu Tafsir.

Pembahasan

v  Definisi:
Menurut bahasa, kata, ‘aqsām’ merupakan bentuk jama`(plural) dari kata mufrad(tunggal), ‘qasam’, yang berarti sumpah.
Sedangkan menurut istilah ahli tafsir, ‘qasam’ berarti:
رَبْطُ النَّفْسِ- بِالْاِمْتِنَاعِ عَنْ شَيْءٍ أَوِ الْإِقْدَامِ عَلَيْهِ- بِمَعْنًى مُعَظَّمٍ عِنْدَ الْحَالِفِ حَقِيْقَةً أَوْ اِعْتِقَادًا.
“Mengikat diri(membuat orang terpikat) –dengan  mencegah dari sesuatu atau mengajukannya- melalui makna yang diagungkan bagi pembuat sumpah secara hakiki maupun i`tiqadi(keyakinan). Pembicara menggunakan cara tersebut dengan maksud untuk menghilangkan keraguan serta menolak pengingkaran dari lawan bicaranya(mukhathab).

v  Unsur-unsur Qasam(sumpah):
1.      Fi`il (kata kerja) yang muta`addi( menjadi transitif/membutuhkan obyek) dengan huruf  “bā
2.      al-Muqsam bihi(sesuatu yang dijadikan sumpah)
3.      al-Muqsam `alaihi(jawab qasam)

v  Contoh Aplikatif dari al-Qur`an:
Allah berfirman:
فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
“Maka demi Tuhanmu Kami benar-benar akan menanyai mereka semua”(Qs. Al-Hijr: 92).
Penjelasan:
Adat/Huruf Qasam: و(demi)
Al-Muqsam bihi(yang dijadikan sumpah): رَبِّ (Tuhan)
Al-Muqsam `alaihi(jawab qasam): لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (benar-benar akan kami tanya mereka semua).


v  Faidah Qasam(sumpah) dalam al-Qur`an:
1.      Menghilangkan keraguan
2.      Menjelaskan keagungan yang dijadikan sumpah. Agar orang tahu kedudukannya di sisi Allah ta`ala.
3.      Meruntuhkan syubhat
4.      Mengalihkan pandangan pada alam atau makhluk Allah ta`ala supaya manusia sampai pada Penciptanya.
5.      Menguatkan argumen
6.      Menguatkan berita agar lebih bisa diterima
7.      Menetapkan hukum dalam bentuk yang ideal

v  Macam-macam Qasam(sumpah):
1.      Dzāhir: ialah qasam(sumpah) yang diterangkan dengan fi`il(kata kerja) qasam(sumpah), al-muqsam bihi(yang dijadikan sumpah) terkadang ada juga yang dibuang fi`il qasam(sumpah) nya cukup dengan huruf jar
Contoh:
وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَا يَبْعَثُ اللَّهُ مَنْ يَمُوتُ بَلَى وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ(النحل: 38).
“Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati". (tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”(Qs. An-Nahl: 38).
2.      Mudhmar: ialah qasam(sumpah) yang tidak diterangkan dengan fi`il qasam dan al-muqsam bih. Yang menunjukkan ia sebagai qasam ialah lam taukid yang masuk pada jawab qasam(sumpah).
Contoh:
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ
Harta dan diri kalian benar-benar akan diuji”. Lengkapnya: “Demi Allah kalian benar-benar akan diuji”.

v  Beberapa Catatan:
-          Allah bersumpah atas nama dirinya dalam empat delapan tempat: Maryam: 68, Al-Hijr: 92, An-Nisa: 65, AL-Ma`arij: 40, Ad-Dzariyat: 23, At-Taghabun: 7, Saba`: 3, Yunus: 53.
-          Adapun sisanya, Allah bersumpah dengan nama makhluknya yang menunjukkan pentingnya dan keagungannya.

Kesimpulan:
  1. Qasam(sumpah) adalah salah satu metode yang digunakan oleh pengucapnya untuk menghilangkan keraguan lawan bicara.
  2. Unsur Qasam terdiri dari tiga: 1. Fi`il Qasam yang muta`addi dengan ba 2. Al-Muqsam bihi 3. Al-Muqsam `alaih(jawab qasam)
  3. Di antara bagian qasam ialah Dhahir dan Mudhmar
  4. Kadang Allah bersumpah dengan diri-Nya sendiri, dan kadang juga bersumpah dengan nama makhluk. Ketika bersumpah dengan nama makhluk berarti menunjukkan suatu yang penting dari makhluk itu yang perlu direnungi
  5. Metode qasam termasuk di antara sekian metode terbaik untuk mengutkan pembicaraan

Daftar Pustaka:
1.      al-Itqān  fī `Ulūmi al-Qur`ān, karya: Imam Suyuthi
2.      al-Burhān  fī `Ulūmi al-Qur`ān, karya: Imam Zarkasyi
3.      Mabāhits fī Ulūmi al-Qur`ān, karya: Syaikh Shubhi al-Shālih
4.      Mabāhits fī Ulūmi al-Qur`ān, karya: Mannā` al-Qotthōn
5.      Al-Tibyn fi Aqsāmi al-Qur`ān, karya: Imam Ibnu Qayyim al-Jauzi

6.      Dirāsātu  fi Aqsāmi al-Qur`ān, karya: Muhammad Bakar Isma`il

[Diterbitkan Majalah Al-Muslimun. Edisi: Januari, 2015].
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan