Home » » Testimonium Program Kaderisasi Ulama VIII

Testimonium Program Kaderisasi Ulama VIII

Written By Amoe Hirata on Senin, 16 Maret 2015 | 23.30

            Aku mulai tulisan ini dengan bismillah. Semoga menjadi bermanfaat dan penuh berkah. Berawal dari keresahan pribadi, mengenai kondisi umat mayoritas yang tak bertaji. Mayoritas, tapi tertindas. Banyak, tapi terinjak. Melimpah, tapi tak terarah. Membuat hati bertanya-tanya: “Apa gerangan sebab di balik realita?”. Perenungan yang dalam, mengantarku pada titik-terang yang sebelumnya buram: “Kelangkaan Ulama”.
            Ya. Kelangkaan ulama, menjadi sebab fundamental bagi kemerosotan yang sedang melanda. Problem besar manusia, pada segenap aspeknya –meminjam pandangan al-Attas- ialah problem keilmuan. Kalau ulama semakin langkah, maka ilmu pun semakin tak bertahta. Padahal segenap segmen kehidupan, berlatar keilmuan. Maka tidak heran, yang sedang terjadi adalah kemerosotan demi kemerosotan. Yang bodoh diangkat menjadi imam, yang alim dianggap masa silam.
            Adanya Program Kaderisasi Ulama –yang diprakarsai oleh Kh. Syukri Zarkasy- adalah semacam oase di tegah padang sahara. Umat ini seakan berada di tengah-tengah padang ‘sahara derita’. Dimainkan bangsa-bangsa. Apa yang disebut kemajuan selama ini, yang tak jarang digembor-gemborkan orang yang ‘mengaku Islam’ hanyalah fatamorgana. Padahal yang mereka butuhkan adalah ‘air petunjuk’ yang bisa membuat hati sejuk.
            Maka sangatlah beruntung. Aku diperjumpakan Allah dengan program yang sangat agung. Program Kaderisasi Ulama, adalah wahana strategis sekaligus efektif memproduksi ulama religius dan aplikatif. Bila lentera umat semakin redup, maka dengan proses kaderisasi, ‘lentera ulama’ kembali hidup. Aku tidak membanyangkan: “Bagaimana jika yang dominan adalah manusia-manusia  jahil bertopeng ulama?”. Niscaya yang terjadi, hidup dikontrol dengan kepentingan pribadi.
            Sebenarnya kata-kata masih mengalir deras. Namun dengan sajak, aku mencoba menjadikannya ringkas:
Tragedi besar ialah ketika
Ulama menjadi langka
Umat Islam menjadi tertutup
Dari petunjuk yang membuat hati hidup

Program Kaderisasi ulama
Hadir sebagai pemicu cahaya
Yang diharapkan sanggup

Menjadi ‘lentera ulama’ yang semakin redup
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan