Al-`Aliyyu Al-Kabîru
Written By Amoe Hirata on Sabtu, 30 Agustus 2014 | 07.30
1 Kau
Maha Tinggi
Tiada
yang lebih tinggi
Dari-Mu
Kau
Maha Besar
Tiada
yang lebih besar
Darimu
Segala,
tingkat, kedudukan
Berada
di bawah-Mu
Ya
al-`Aliyyu
Ya
al-Kabîru
Atas
ketinggian dan kebesaran-Mu
Jadikan
aku
Sebagai
penegak kalimat-Mu
Asyakûr
Written By Amoe Hirata on Jumat, 29 Agustus 2014 | 02.30
Kau
Maha Melipatgandakan
Yang
kecil menjadi besar
Yang
sedikit menjadi banyak
Pemberian
dan balasan
Yang
Kau beri
Tak
pernah habis dan putus
Ya
as-Syakûr
Atas
pemberian-Mu
Yang
berlipat ganda
Dan
tak terbatas
Jadikan
aku
Panda
Mensyukuri
Segala
nikmat yang Kau beri
Untuk
diarahkan
Pada
ketâtan
Hanya
kepada-Mu
Al-Ghofûr
Written By Amoe Hirata on Kamis, 28 Agustus 2014 | 01.00
Kau
Maha Menutupi dosa
Di
dunia dan akhirat
Maha
Menghapus dosa
Ya
al-Ghofûr
Atas
Pengampunan
Yang
kau beri
Jadikan
aku
Banyak
memohan ampun
Dan
selalu menutupi
Aib
saudara
Al-`Adhîm
Written By Amoe Hirata on Rabu, 27 Agustus 2014 | 03.00
1 Kau
Maha Agung
Mempunyai
Segala
kesempurnân
Dan
keagungan
Keagungan
tiada batas
Ya
al-`Adhîm
Atas
keagungan
Yang
Kau miliki
Jadikan
aku
Selalu
mengagungkan-Mu
Merenungi
segala keagungan
Dari
segala ciptân-Mu
Al-Halîm
Written By Amoe Hirata on Selasa, 26 Agustus 2014 | 19.43
Kau
Maha Penyantun
Yang
Menahan diri
Dari
amarah
Dengan
sabar tak gusar
Tak
terpengaruh dengan
Kemaksiatan
dan dosa hamba
Meski
Kau memiliki
Kebesaran
dan kekuasân
Engkau
tetap bersabar
Menangguhkan
siksân
Ya
al-Halîm
Atas
kesabaran hakiki
Yang
kau miliki
Jadikan
aku penyabar dan
Menahan
diri dari kemarahan dan kebodohan
Al-Khobîr
Written By Amoe Hirata on Senin, 25 Agustus 2014 | 19.25
Kau
Maha Mengetahui segala
Yang
telah, sedang dan akan terjadi
Mengetahui
dan mengenal
Detil-detil
sesuatu
Ya
al-Khabîr
Atas
segala ilmu dan pengetahuan
Yang
kau miliki
Jadikan
aku
Berilmu
dan berpengalaman
Menguasai
berbagai detil ilmu
Untuk
mengabdi
Kepada-Mu
Al-Lathîf
Written By Amoe Hirata on Minggu, 24 Agustus 2014 | 03.30
Kau
Maha Mengetahui
Detil-detil
sesuatu
Penebar
kebaikan dan kelembutan
Pada
hamba-Nya
Ya
al-Lathîf
Atas
Pengetahuan dan Kelembutan
Yang
Kau miliki
Jadikan
aku
Senantiasa
sadar
akan
kehadiran-Mu
Dan
menjadi hamba
yang
ramah dan lembut
Al-`Adlu
Written By Amoe Hirata on Sabtu, 23 Agustus 2014 | 02.00
Kau
sumber keadilan
Bagi
segala makhluk
Keadilan
mutlak dan benar
Tak
kan terjadi
Kesalahan
dan keluputan
Sedikitpun
dari-Mu
Ya Al-`Adlu
Atas
kedilan
Yang
Kau miliki
Jadikan
dalam segenap laku
Serta jadikan aku
Penegak
keadilan
AL-Hakam
Written By Amoe Hirata on Jumat, 22 Agustus 2014 | 19.22
1 Kaulah
Yang
Menetapkan
Dan
Memutuskan
Segala
sesuatu
Ya
al-Hakam
Atas
ketetapan dan keputusan-Mu
Jadikan
aku
Tunduk
dan patuh
Kepada
titah dan perintah-Mu
Jadikan
aku hamba
Yang
pandai memutuskan dan
Menetapkan
sesuatu
Berikan
hamba ketegasan
Untuk
menindak ketidakadilan
Berj - ‘UANG’
Written By Amoe Hirata on Kamis, 21 Agustus 2014 | 22.03
‘berj’ diperkecil
Yang besar ‘UANG’
Usaha seakan untuk orang
Intinya hanya uang
Sumengko, 21 Agustus 2014/22:02
“Berfikir” dalam al-Quran
Written By Amoe Hirata on Rabu, 20 Agustus 2014 | 13.40
by Mahmud Budi Setiawan on Monday,
June 28, 2010 at 9:02am
A.
Ayat-ayat al-Quran
tentang “Berfikir”.
1. fakkara:
انه فكّر وقدّر(18)فقتل كيف قدّر(19)
Sesungguhnya
dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), (al-Muddatsir:18)
2. Tatafakkaru:
قل انما أعظكم بواحدة أن تقومو لله مثني و فرادي ثم تتفكروا ما بصاحبكم من جنة ان هو الاّ نذير لكم بين يدي عذاب شديد(46(
”Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan
kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas)
berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad)
tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah
pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras”(Saba`:46)
3. Tatafakkarun:
يسئلونك عن الخمر والميصر قل فيهما اثم كبير ومنافع للناس و اثمهم أكبر من نفعهما ويسئلونك ماذا ينفقون قل العفو كذلك يين الله لكم الآيت لعلكم تتفكرون(219)
Mereka
bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya
terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa
keduanya lebih besar dari manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu apa
yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan."
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir(al-Baqara:219)
أيودّ أحدكم أن تكون له جنة من نخيل وأعناب تجري من تحتها الأنهارله فيها من كل الثمرات وأصابه الكبر وله ذرّية ضعفاء فأصابها اعصار فيه نار فاحترقت كذلك يبين الله لكم الآيِت لعلكم تتفكرون(266)
Apakah ada
salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam
buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai
keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung
api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu
supaya kamu memikirkannya(al-Baqara:266)
قل لا أقول لكم عندي خزائن الله ولا أعلم الغيب ولا أقول لكم اني ملك ان أتبع الا ما يوحي اليّ قل هل يستوي الأعمي والبصير أفلا تتفكرون(50)
Katakanlah:
Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak
(pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa
aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.
Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka
apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"(al-`Anam:50).
4. Yatafakkaruu:
أولم يتفكروا ما بصاحبكم من جنة ان هو الا نذير مبين(18)
Apakah
(mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak
berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi
peringatan lagi pemberi penjelasan.(al-A`raf:184).
أولم يتفكروا في أنفسهم ما خلق ااه السماوات والأرض وما بين هما الا بالحق وأجل مسمي وان كثير من الناس بلقاء ربهم لكافرون(8)
Dan
mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak
menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan
(tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di
antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.(al-Rum:8)
5. Wa Yatafakkaruun:
ان في خلق السماوات والأرض واختلاف الليل و النهار لأيت لأولي الألباب(190) الذين يذكرون الله قياما وقعودا و علي جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار(191)
Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ali Imran;190).(yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(ali Imran:191).
6. La`allahum Yatafakkaruun:
ولو شئنا لرفعناه بها ولكنه أخلد الي الأرض واتّبع هواه فمثله كمثل الكلب ان تحمل عليه يلحث أو تتركه يلهث ذلك مثل القوم الذين كذبو بآياتنا فاقصص القصص لعلهم يتفكرون(17)
Dan kalau
Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat
itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang
rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya
lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian
itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka
ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(al-A`raf:176).
وأنزلنا اليك الذكر لتبين للناس ما نزّل اليهم ولعلهم يتفكرون(44)
Dan Kami
turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang
telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan(An-nahl:44).
لو أنزلنا هذا القرآن علي جبل لرأيته خاشعا متصدّعا من خشية الله وتلك الأمثال نضربها للناس لعلهم يتفكرون(2)
Kalau
sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan
melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan
perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.(al-Hasyr:21)
7. Liqoumi Yatafakkaruun:
انما مثل الحيوة الدنيا كماء أنزلناه من السماء فاختلط به نبات الأرض مما يأكل الناس و الأنعام حتي اذا أخذت الأرض زخرفها وازّيذنت و ظنّ أهلها أنّهم قادرون عليها أتاها أمرنا ليلا أو نهارا فجعلناها حصيدا كأن لم تغن بالأمس كذلك نفصّل الآيت لقوم يتفكرون(24)
Sesungguhnya
perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami
turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu
tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak.
Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula)
perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya,
tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami
jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit,
seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan
tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir(Yunus:24)
-وهو الذي مدّ الأرض وجعل فيها رواسي وأنهارا ومن كل الثمرات جعل فيها زوجين اثنين يشي اليل النهار ان في ذلك لآيت لقوم يتفكرون(3)
Dan
Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan
sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan
berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan(Aa-Ra`d:3)
ينبت لكم به الزرع والزيتون و النخيل والأعناب ومن كل الثمرات ان في ذلك لآية لقوم يتفكرون(11)
Dia
menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur
dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan(an-Nahl:11).
ثمّ كل الثمرات فاسلكي سبل ربك ذللا يخرج من بطونها شراب مختلف ألوانه فيه شفاء للناس انّ في ذلك لآ ية لقوم يتفكّرون(69)
Kemudian
makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang
telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang
bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda
(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan(an-Nahl:69).
ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا اليها وجعل بينكم مودّة و رحمة ان في ذلك لآيت لقوم يتفكرون(21)
Dan di
antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir(Ar-rum:21).
الله يتوفي الأنفس حين موتها والتي لم تمت في منامها فيمسك التي قضى عليها الموت ويرسل الأخرى الي أجل مسمى ان في ذلك لآيت لقوم يتفكرون(42)
Allah
memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum
mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan
kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang
ditetapkan.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan
Allah bagi kaum yang berfikir(Az-Zumar:42)
وسخّر لكم ما في السماوات وما فى الأرض جميعا منه ان في ذلك لآيت لقوم يتفكرون(13)
-Dan Dia telah menundukkan
untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat)
daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir(al-Jaatsiyah:13).
B.
Definisi “Berfikir”:
Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia ‘berpikir” merupakan kata kerja yang di derivasi dari
kata “pikir” yang berarti:”Menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan
memutuskan sesuatu’’, atau “menimbang-nimbang dalam ingatan”.
Dalam al-Quran
kata “berpikir” menggunakan kata”Fakkara” dan “Tafakkara” yang
berarti demikian:
1. Fakkara:
suatu usaha yang berlebih dan ekstra dalam menggunakan akal dan menyusun
beberapa hal yang diketahui untuk memperoleh sesuatu yang belum diketahui” .
2. Tafakkara:
menggunakan akal pikirnya . Kata “Tafakkara” berasal dari timbangan “Tafa`ala”
yang mengandung takalluf(yaitu mengusahakan sesuatu dengan susah payah hingga
menjadikanya sebagai karakter diri pribadi) dengan demikian tafakkar merupakan
sebuah upaya mengolah dan mengaktualisasikan pikiran yang di lakukan dengan
keras hingga menjadikanya karakter diri pribadi.wallahu a`lam.
Drs. Toto
Tasmara mendefinisikan berpikir sebagai berikut: “Berpikir adalah proses untuk
menyimpan, mengingat, menganalisis, dan menyimpulkan berbagai informasi yang
ada di dalam dan di luar kita, sehingga menjadi sebuah konsep gagasan(ide) yang
akan menjadi dorongan dan tindakan” .
C.
Urgensi Berfikir
Pikiran merupakan anugerah besar yang di berikan oleh Allah kepada
manusia. Salah satu hal yang membedakan manusia dari hewan ialah terletak pada
pikirannya. Pendayagunaan pikiran dengan baik akan membuat utuh esensi
kemanusianya, namun jika sebaliknya, maka esensi kemanusianya akan
teredusir(terkurangi) atau bahkan terseret pada level hewani dimana melandasi
setiap sikap dan langkahnya hanya berdasarkan insting semata. Berpikir
merupakan suatu bentuk terrefleksikannya(tercerminnya) rasa syukur seorang
hamba kepada Tuhanya, orang yang tidak menggunakan pikiranya dengan baik dan
benar maka ia telah mengkufuri nikmat Allah Shubhanahu wata`ala.
Dengan membiasakan diri untuk berpikir maka dapat meningkatkan nikmat
dari Allah, karena Allah akan menambahkan nikmat-Nya bagi siapa saja yang
menyukurinya. Dalam al-Quran kata berpikir disebutkan sebanyak delapan belas
kali, ini mengindikasikan bahwa betapa pentingnya berpikir bagi kehidupan
manusia. Berpikir merupakan perangkat lunak yang di gunakan untuk mengatasi dan
memecahkan problematika yang di hadapi manusia. Bagi orang yang menginginkan
kesuksesan baik dunia maupun akhirat, dia harus menggunakan pikiranya dengan baik.
D.
Manfaat berpikir
Berikut ini merupakan beberapa manfaat berpikir yang di sadur
berdasarkan kontemplasi ayat-ayat tentang ” berpikir” dalam al-Quran:
1.
Berpikir sangat urgen
sekali dalam suatu perencanaan(planning)(terlepas dari baik atau
tidaknya rencana, yang jelas jika menginginkan kesuksesan dalam setiap rencana
harus berpikir dengan baik dan matang).
Ini
berdasarkan ayat yang artinya:” Sesungguhnya dia telah memikirkan dan
menetapkan (apa yang ditetapkannya), (al-Muddtsir:18). Ayat ini diturunkan mengenai
seorang kafir Mekah, pemimpin Quraisy bernama Al Walid bin Mughirah. Dia
merupakan pemuka Quryais yang mengadakan perkumpulan dengan masyarakat Quryais
untuk membuat konsensus agar tidak terpecah-pecah dengan maksud menemukan
solusi dalam menghalangi laju dakwah Muhammad Shallalahu `alaihi wassallam
setelah berpikir panjang dan cukup alot akhirnya mereka sampai pada kesimpulan
bahwa Muhammad adalah tukang sihir dan apa apa yang dibawanya merupakan murni
karya manusia. Ini artinya bahwa berpikir sangat urgen sekali dalam menentukan
perencanaan.
2.
Untuk mengetahui sejauh
mana kebenaran statemen.
Hal ini
berdasarkan ayat yang artinya:….kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad)
tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah
pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras”(Saba`:46).
Dan:” -Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka
(Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah
seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.(al-A`raf:184).Kedu ayat
di atas menyatakan secara implisit bahwa kalau orang-orang kafir Qurays mau
menggunakan pikiranya dengan baik niscaya meraka akan mengetahui bahwa Muhammad
bukanlah orang gila, dia hanya bertugas sebagai pemberi peringatan bagi mereka.
Dari situ nyatalah bahwa kebenaranya adalah dia bukanlah orang gila, karena
mereka mengetahui dengan pasti siapa Muhammad dan mereka tidak mendapati selama
bergaul denganya ada indikasi-indikasi kegilaan yang menderanya. Dengan demikian
berpikir dapat mengatahui sejauh mana kebenaran statement.
3.
Dapat menimbang kadar
kemaslahatan dan bahaya sesuatu serta mengetahui proporsionilatasnya.
Ini
berlandaskan pada ayat yang artinya:” -Mereka bertanya kepadamu tentang khamar
dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa
manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya."
Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang
lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu supaya kamu berfikir(al-Baqara:219), pertama bahwa orang yang berfikir
akan mampu untuk mengetahui kadar kemaslahatan dan bahaya sesuatu, pada
ungkapan ayat tersebut menggunakan metafor khamar dan judi. Bila orang jeli dalam
menggunakan pikiranya ia akan mampu mengatahui kadar bahaya dan manfaat judi,
yang dalam konteks ini keduanya lebih banyak bahayanya karena itulah keduanya
diharamkan dalam Islam. Kedua dengan berpikir kita akan mengetahui
proporsionalitas sesuatu yang mana dalam ayat tersebut di jelaskan bahwa yang
di nafkahkan adalah yang lebih dari keperluan. Artinya bahwa dengan berpikir
anda mampu mengetahu berapa porsi sesuatu yang harus dikeluarkan sehingga tidak
terlampau kurang atau berlebihan.
4.
Mampu menangkap fenomena
yang ada untuk dijadikan pelajaran.
Ini
berdasarkan ayat yang artinya: -Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin
mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia
mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua
pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka
kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu
memikirkannya(al-Baqara:266)
Ayat diatas
menjelaskan tentang perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya karena riya,
membangga-banggakan tentang pemberiannya kepada orang lain, dan menyakiti hati
orang. Orang yang mau berpikir akan mampu menangkap metafor(permisalan)pada
ayat tersebut bahwa orang yang riya usahanya akan siya-siya belaka tak ada arti
dan manfaatnya sama sekali dalam hal ini digambarkan bagaikan kebun kurma yang
indah dimana ketika pemiliknya tua kebun itu hancur di terpa yang mengandung
api.
5.
Dengan berpikir bisa mengetahui
apakah seseorang menggunakan pikiranya apa tidak.
Ini
berdasarkan ayat yang artinya:”Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta
dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak
memikirkan(nya)?"(al-`Anam:50). Artinya bahwa dengan berpikir akan mampu
mengetahui apakah seseorang itu menggunakan pikiranya apa tidak, orang yang
menggunakan pikiranya bak seorang yang melihat sedangkan yang tidak
menggunakanya bagaikan orang buta.
6.
Berpikir merupakan indikasi
“Ulil Albab(Intelektual)” .
Ini
berdasarkan ayat yang artinya:” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,
dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang
yang berakal (ali Imran;190).(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka.(ali Imran:191). Diantara ciri ulil albab ialah orang yang
selalu berpikir.
7.
Berpikir dapat meninggikan
derajat seseorang.
Ini berdasarkan ayat yang artinya:” Dan kalau Kami
menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu,
tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah,
maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya
dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah
perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah
(kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(al-A`raf:176). Ayat ini
menjelaskan bahwa orang yang berpikir tentang aya-ayat Allah akan di tinggikan
derajatnya.
E.
Metode al-Quran
dalam mendorong orang untuk berpikir
Betapapun
banyaknya manfaat dari berpikir, namun pada realitanya, kebanyakan orang merasa
malas untuk menggunakan potensi pikiranya, seolah berpikir hanya di nikmati
oleh kalangan elit saja, budaya berpikir seakan hanya dimiliki oleh intelektual
saja, padahal berpikir merupakan hak setiap orang karena sama-sama mempunyai
potensi untuk itu. Masalahnya sekarang ialah, bagaimana cara menumbuhkan dan
mensugesti seseorang agar berpikir?.Dalam al-Quran ada beberapa metode yang
dapat digunakan untuk merangsang orang agar menggunakan pikiranya, paling tidak
ada tiga metode yang disodorkan didalamnya diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Dengan menceritakan
kisah(sejarah).
Cerita merupakan metode yang cukup jitu untuk menumbuhkan bahkan
miningkatkan tradisi berpikir pada setiap orang, karena kisah memiliki daya tariknya
tersendiri untuk merangsang daya pikir seseorang. Allah berfirman dalam
al-Quran: Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka
berfikir.(al-A`raf:176).Dalam ayat ini ada kata perintah berupa”
menceritakan cerita” yang pada akhirnya diharapkan agar bisa membuat orang
untuk berpikir. Mengapa cerita? Kalau diamati secara saksama cerita memiliki
keunikan serta keistimewaan tersendiri, cerita merupakan refleksi kejadian masa
lampau, sekarang dan yang akan datang yang dapat dijadikan cermin oleh sesorang
dalam menapaki kehidupanya.
Cerita(sejarah) dapat merangsang sel-sel saraf untuk berpikir, hal ini
karena didalamnya menyimpan banyak pelajaran dan ibrah ,disamping itu dalam
penyajianya tidak banyak mengeluarkan energi karena itulah tak heran jika
banyak orang yang suka cerita. Dalam al-Quran hampir sepertiga isinya merupakan
kisah ini menunjukkan betapa penting dan berpengaruhnya kisah bagi kehidupan
seseorang untuk diambil pelajaran. Bedanya dengan cerita-cerita yang lain,
al-Quran memiliki kekhasan tersendiri dalam setiap sajian ceritanya. Cerita
didalamnya memang benar-benar realistis dan mempunyai maksud yang sangat jelas
yaitu supaya diambil pelajaranya, karena itulah cerita didalamnya bukan sekedar
hiburan semata yang tidak membuat orang untuk berpikir akan tetapi di segenap
ceritanya merupakan realita yang merangsang orang untuk berpikir dan mengambil
pelajaran darinya.
2.
Membaca, merenungi, dan menganalisa al-Qur`an
Al-Quran merupakan kitab suci yang menganjurkan seseorang untuk menggunakan
pikiranya, al-Quran tidak hanya menyentuh perasaan seseorang saja tetapi
sekaligus juga menyentuh pikiranya. Dengan membaca, merenuni, menganalisa
al-Quran orang akan merasa terdorong untuk berpikir. Allah ta`ala berfirman:
Dan Kami
turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang
telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan(An-nahl:44).
Ayat ini jelas-jelas menegaskan bahwa al-Quran di turun kan itu untuk di
jelaskan kepada manusia sekaligus agar mereka berpikir.
3.
Membuat
perumpamaan(metafor)
Membuat
perumpamaan memiliki daya tarik untuk mendorong orang agar berpikir. Allah
berfirman:” . Dan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka
berfikir.(al-Hasyr:21) Dengan membikin perumpaan orang akan merasa terlibat
dalam perumpamaan tersebut, otaknya akan bekerja mecerna, menganalisis isi
perumpamaan itu sehingga menimbulkan konklusi berpikir. Kalau kita amati dalam
al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang mengungkap permisalan, yang mengindikasikan
betapa pentingnya untuk mendorong orang agar berpikir.
F.
Kesimpulan
Berdasarkan
tulisan di atas Insyaallah anda mampu menyimpulkan bagaimana kedudukan berpikir
dalam al-Qura`an.
Wallahu
a`lam