Hari Bela Negara; Mengenang Kiprah Syafruddin Prawiranegara
Written By Amoe Hirata on Kamis, 20 Desember 2018 | 10.19
SOSOK Syafruddin Prawiranegara (1911-1989) dalam jagad perjuangan bangsa Indonesia tidaklah kecil. Beliau pernah menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia (BP KNIP) pada tahun 1945, Wakil Menteri Keuangan (1946), Menteri Kemakmuran (1947), Wakil Perdana Mentri RI (1949), Menteri Keuangan (1949-1950), Gubernur Bank Sentran Indonesia (1951).
Memperingati “Kelahiran Cahaya”
Written By Amoe Hirata on Selasa, 20 November 2018 | 05.35
Kelahiran Nabi terakhir laksana semburat cahaya
Yang terbit menerpa kegelapan manusia
Yang kala itu sedang di ambang kehancuran
Dari berbagai segi kehidupan
MR. Kasman Singodimejo (1904-1982): Pahlawan Nasional Aktivis Muhammadiyah
Written By Amoe Hirata on Sabtu, 10 November 2018 | 05.29
AR. Baswedan; Sang Jurnalis Pejuang Kemerdekaan
Written By Amoe Hirata on Jumat, 09 November 2018 | 14.00
Benarkah Pramoedya Ananta Toer Pernah Berguru ke M. Natsir?
Written By Amoe Hirata on Senin, 05 November 2018 | 10.00
Dari Mana Asal Kata 'Kebatinan' yang Dipakai Pelaku Kebatinan?
Written By Amoe Hirata on Sabtu, 03 November 2018 | 14.51
Prof. Dr. M. Rasjidi dalam "Islam dan Kebatinan" (1967: 39) saat mendengar ceramah tentang kebatinan, beliau bertanya kepada Bapak Wongsonegoro S.H. tentang perkataan asing yang bisa dipakai untuk gantinya perkataan indonesia 'kebathinan'. Ia menjawab bahwa dulu ada wartawan asing bertanya serupa, namun sampai sekarang belum ada jawabannya.
Rasulullah Pernah Menyuruh Sahabatnya Berdakwah di Nusantara?
Written By Amoe Hirata on Senin, 22 Oktober 2018 | 06.13
“Cak!” panggil Paino kepada Sarikhuluk, “aku habis baca di bukunya Prof. Naquib Al-Attas, katanya dalam buku ‘Historical Fact and Fiction’ (2011) bahwa pada zaman Rasulullah masih hidup, beliau sudah mengenal wilayah nusantara. Ini berdasarkan ditemukannya ‘Hikayat Raja Pasai’ yang mana di situ ada perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat-sahabatnya agar berdakwah ke negeri yang bernama Samudra.”
Perbanyaklah Membaca Biografi Orang-Orang Besar!
Written By Amoe Hirata on Sabtu, 06 Oktober 2018 | 06.10
Pilihan Politik Boleh Beda, Asalkan Persatuan Tetap Terjaga
Written By Amoe Hirata on Minggu, 30 September 2018 | 07.00

Suaramuslim.net – Budayawan Betawi, Ridwan Sa’idi, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) 18 September 2018, menyampaikan statement menarik. Beliau menggambarkan Pilpres 2019 ke depan laksana pertandingan. Maka, harapan beliau, pertandingan ini semoga menjadi pertandingan menarik, mengurangi atau tidak mengeluarkan kata-kata kotor selama pertandingan. Intinya, pelajaran yang diambil dari pesan Babe Ridwan, tidak masalah berbeda dalam pilihan politik. Tapi, dalam berpolitik silakan bermain yang cantik; tak saling hina dan caci maki. Karena, kata-kata kotor, tuturnya, hanya akan merusak gelombang udara, mempengaruhi diri sendiri dan rezeki pun akan jauh.
Belajar Pada Natsir dalam Menyikapi Perbedaan Prinsip Berpolitik
Written By Amoe Hirata on Jumat, 21 September 2018 | 06.16
Dalam buku “Syukur tiada akhir: Jejak Langkah Jakob Oetama” (2011: 556), disebutkan bahwa Jakob Oetama, wartawan senior pendiri Kompas, begitu kagum kepada sosok Natsir. Salah satu yang membuatnya kagum kepada tokoh muslim yang gaya hidupnya bersahaja ini adalah kecakapannya dalam menyikapi perbedaan.
Ulama Jangan Jadi Alat Penguasa
Written By Amoe Hirata on Selasa, 28 Agustus 2018 | 10.00

ULAMA di negeri ini, dari masa ke masa, kebanyakan lebih sering dijadikan alat oleh penguasa untuk mewujudkan ambisinya. Kala butuh, ulama dirangkul; ketika hajat sudah terpenuhi, mereka “didengkul”. Ini tak terkecuali, sejak penjajah bercokol, hingga era digital. Ulama menjadi kawan ketika diperlukan dan menjadi lawan saat ambisi telah terealisasikan.
Pimpinan Teladan; Suka Blusukan Tanpa Pencitraan
Written By Amoe Hirata on Selasa, 17 Juli 2018 | 09.00

BLUSUKAN –yang dalam bahasa Jawa berarti masuk ke tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu- seringkali dijadikan sebagai komoditi tertentu bagi sebagian pejabat politik. Aktivitas ini kadang dilakukan tidak lebih untuk mendongkrak citranya sebagai tokoh publik yang membutuhkan popularitas tinggi untuk melanggengkan kekuasaan.
Apa Benar Sudah Berpuasa?
Written By Amoe Hirata on Jumat, 01 Juni 2018 | 13.29

"Ji!" panggil Sarikhuluk kepada Mujiono, "apa bener kamu sudah berpuasa?" "Yo opo sih Cak. Ya sudah toh, tiap hari gak pernah telat sahur sampai buka."
Sambut, Sumbat dan Sambat Puasa
Written By Amoe Hirata on Senin, 14 Mei 2018 | 13.05
![]() |
Add caption |
MENJELANG puasa Ramadhan, banyak orang yang berusaha menyambutnya dengan berbagai bentuk penyambutan laiknya orang yang sedang kedatangan tamu agung.
Urgensi Mempelajari Hadits Akhir Zaman
Written By Amoe Hirata on Selasa, 01 Mei 2018 | 14.53

Apa Persiapan Kita Menuju Ramadhan?
Written By Amoe Hirata on Jumat, 27 April 2018 | 14.47

Belajar Menulis Produktif dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Written By Amoe Hirata on Selasa, 27 Maret 2018 | 14.39
ULAMA yang bernama lengkap Abu Abdullah Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub bin Sa’ad bin Hariz al-Zar’i ini masyhur dengan panggilan Ibnu Qayyim (691-751 H/1292-1350 M). Jasa-jasanya dalam perjuangan umat Islam sangat besar terkhusus dalam bidang tulisan. Karya-karya tulisnya begitu banyak dan beliau dikenal juga sebagai penulis produktif.
A. Hassan; Tegas dalam Ideologi, Welas dalam Interaksi
Written By Amoe Hirata on Selasa, 20 Februari 2018 | 14.00
Berhati-hati dalam Berbahasa
Written By Amoe Hirata on Rabu, 07 Februari 2018 | 14.16
"Apa yang ada di benak kita dengan kata 'pendeta'?" tanya Ahmad Sahida -Dosen Filsafat dan Etika Universitas Utara Malaysia-Indonesia dalam artikel rubrik 'Bahasa' (Majalah Tempo, 7/10/2012: 49) berjudul "Bahasa Agama Dua Serumpun". Ternyata, bila pemakaian kata 'pendeta' di Indonesia lebih diidentikkan pada pemimpin keagamaan agama Kristen, tapi di negeri Jiran Malaysia misalnya, kata 'pendeta' disematkan kepada Zainul Abidin Ahmad atau Za'ba karena kepiawaiannya dalam bidang bahasa.
Peran Alumni PKU dalam Melawan Ghazwul Fikri
Written By Amoe Hirata on Kamis, 18 Januari 2018 | 10.29
![]() |
Bersama Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, Asatidz, Peserta dan Alumni PKU |
Logika Jenaka Tuan A. Hassan
Written By Amoe Hirata on Kamis, 04 Januari 2018 | 12.34
SISI lain yang (mungkin) jarang diketahui dari sosok A. Hassan adalah kejenakaannya dalam berlogika. Beliau adalah pribadi yang humoris dan suka berkelakar. Terkait hal ini, beliau pernah menulis buku yang berjudul: “Tertawa” sebanyak empat jilid (Dadan Wildan, Yang Dai Yang Politikus Hayat dan Perjuangan Lima Tokoh Persis, 48) dan itu sudah ditulis sejak di Singapura (Syafiq Mughni, Hassan Bandung Pemikir Islam Radikal, 14).