Home » » Bila Tak Ikhlas Tak Bakal Jadi Daging

Bila Tak Ikhlas Tak Bakal Jadi Daging

Written By Amoe Hirata on Jumat, 28 November 2014 | 10.48

            Di depan terminal bus Ponorogo, saat menunggu bus jurusan Surabaya, ada seorang duduk di sampingku. Dilihat dari gaya pakaiannya, terlihat seperti guru. Ia tiba-tiba berbicara menyoal kenaikan tarif angkutan yang sangat melambung tinggi, padahal BBM hanya naik dua ribu rupiah. Biasanya ongkos dari Ponorogo ke Madiun hanya delapan ribu, sekarang naik jadi tiga belas ribu. Di sela-sela obrolan itulah dia berkata: “Bila orang yang bayar tak ikhlas, maka tak akan jadi daging”. Apa yang diucapkan orang ini seakan terdengar sederhana, namun ketika diresapi secara mendalam, sangat sarat makna. Dari ucapannya tergambar suatu sikap religius. Ia sangat peduli akan makna yang terkandung dalam agama, yaitu makna keberkahan. Makna yang kian hari makin tercerabut dari orang-orang Indonesia. Nilai perdagangan liberal telah menceraikan manusia dari akhlak. Keuntungan menjadi muara tujuan. Akibatnya jelas, betapapun besar keuntungan yang didapat –karena dihasilkan dengan cara mengeksploitasi orang lain-, maka hasil didapatkan tidak akan berkah. “Tidak akan jadi daging” adalah gambaran nyata dari perbuatan yang anti nilai, dan mendewakan keuntungan materi sehingga apa yang dihasilkan tidak akan berkah dan berarti.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan