Home » » Konsistensi Semut

Konsistensi Semut

Written By Amoe Hirata on Selasa, 25 November 2014 | 17.26


       Seorang anak cerdas bertanya kepada bapaknya: “Pak kalau dipikir-pikir dibanding manusia `kan semut lebih lambat. Coba diadu balap sama manusia pasti kalah meskipun manusia hanya dengan melangkah. Lalu apa gunanya Allah menciptakan semut Pak?”. Mendapat pertanyaan tersebut bapaknya agak kaget, belum pernah ia menemukan anak kecil bertanya seperti itu. Pertanyaan itu akhirnya dia jawab: “Nak, memang benar semut kalau diadu dengan manusia lebih lambat. Tapi ingat kecepatan akan kalah dengan yang namanya keistiqamahan. Meski manusia lebih cepat, tapi mereka rentan tidak istiqamah. Coba kamu perhatikan bangsa semut. Mereka bergerak siang-malam secara berkesinambungan. Kalau diadu pasti semut menang kalau ukurannya keistiqamahan. Kamu juga lihat `kan kalau semut ketemu semut selalu bertegur sapa. Kalau manusia belum tentu seperti itu. Kadang-kadang kedengkian membuat manusia bermusuhan sesama saudara. Semut juga dalam bekerja menerapkan sistem gotong royong. Lha manusia kebanyakan egois menuruti hawa nafsu masing-masing. Bukan berarti semut lebih mulia dari manusia, cuman melalui semut Allah ingin memberikan pembelajaran berharga untuk manusia di antaranya mengenai pentingnya istiqamah”. Mendengar jawaban itu anaknya hanya manggut-manggut sambil senyum. Entah mengerti atau tidak penjelasan dari ayahnya, yang jelas dari raut wajahnya tersirat kebahagiaan.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan