Home » » ‘Media Dajjal’

‘Media Dajjal’

Written By Amoe Hirata on Sabtu, 31 Januari 2015 | 23.09

                  Malam selepas shalat Tarawih, Sarikhuluk beserta teman jagongannya menyempatkan tadarus Qur`an, tapi dengan caranya sendiri. Sarikhuluk menjelaskan: namanya tadaarus itu ya melibatkan orang lebih dari satu, karena kalau melihat timbangan ilmu Sharaf, menunjukkan musyaarakah(bersekutu antara dua pihak). Dalam sudut pandang ini kata Sarikhuluk menilai kebanyakan tadarus yang ada di desanya terhitung benar. Tapi di sisi lain yang membuat Sarikhuluk prihatin ialah penyempitan makna tadaarus. Kebanyakan masyarakat hanya memaknainya sekadar membaca Al-Qur`an dan saling menyimak. Padahal tadaarus adalah kegiatan untuk saling mencari dars(pelajaran). Bagaimana mungkin manusia bisa mengambil pelajaran, kalau hanya sekadar dibaca. Mau tak mau namanya tadaarus biar tidak menyimpang jauh dari artinya harus didekati dengan olah pikir dan akal, supaya kita bisa mengambil pelajaran dari Al-Qur`an. Sarikhuluk bertanya pada teman-temennya: “mungkinkah kita bisa mengambil pelajaran dari Al-Qur`an kalau kita hanya membacanya saja, tanpa melibatkan akal dan pikiran kita?”. Paijo menjawab: “tapi kan tetap ada manfaatnya secara spritual dan psikologis?”. “Iya memang, tapi apa kita bisa paham dan mengambil pelajaran jika cuman membacanya, pelajaran ini ranahnya akal dan pikir, tanpa itu maka mustahil akan mengambil pelajaran”(tambah Sarikhuluk). “Jadi maksudmu kita sekarang tadarus Al-Quran dengan model baru ala kamu?”(tanya Paimen). “Ya tepat sekali. Aku pikir kalau membaca perhuruf Al-Qur`an pahalanya begitu besar, apalagi mengambil pelajaran dan mengamalkannya”(lanjut Sarikhuluk).
            “Oke saiki(sekarang) tak serahkan pada kalian saja, enaknya bahas apa”(tawaran Sarikhuluk pada teman-temannya). “Anu saja kita bahas tema: Dajjal. Dari dulu aku pingin tahu, opo bener dajjal ada”(Ushul Brudin). “Gimana teman-teman setuju ga?”(tanya Sarikhuluk). “Setujuuuuuuuuuuu”(jawab mereka serentak). “Kalau setuju, tak kasih dasaran dulu, biar kita benar-benar ndarus Qur`an sebagaimana metode tadi. Dajjal nek secara tegas iku ga ada. Tapi meksi ga ada bukan berarti secara implisit ga ada. Sebab sebagaimana arti secara bahasa yaitu: banyak dusta, secara tersurat ada disebut dalam AL-Qur`an. Sebagian ulama` onok yang nyebut dajjal tersirat dalam surat Al-An`am ayat 158. Kalau di hadist sangat banyak sekali. Tapi supoyo kalian tidak sekedar membaca sejarahnya, saiki kalian tak ajak mikir lebih kontekstual. Ayo tema dajjal iki dikaitkan dengan kebanyakan media yang sekarang ini lagi berkembang”. “Maksudnya gimana Luk. Aku ndak ngerti”(timpal Paidi). “Gini lho rek, tak kasih dasaran secara global mengenai dajjal, kemudian nanti kita kaitkan dengan kondisi media di sekitar kita saat ini”. “Oke kalau gitu, mana dasaran yang kamu jelaskan”(pinta Margimen). “Dajjal iku artine secara bahasa: kakean mbujuk(banyak bohong) menipu. Pintar memutar balikkan fakta(surga bisa dibalik jadi neraka, neraka bisa dibalik jani surga di hadapan semua orang). Motone(matanya) cuman satu yang berfungsi. Di kepalanya ada tanda kaf fa ra alias kafir, dan hanya bisa dilihat oleh orang mukmin. Memiliki kecepatan yang luar biasa. Semua bumi didatanginya kecuali Makkah dan Madinah. Dajjal akan diikuti orang Yahudi dari Asbahan. Dajjal merupakan fitnah terbesar sepanjang sejarah manusia. Nabi selalu memperingatkan akan kedatangannya. Makanya saking besarnya fitnahnya, sampai-sampai dalam shalat ada doa khusus untuk meminta perlindungan darinya. Nah iki mau cuman dasaran saja. Masalah dajjal iku ono opo ga secara biologis, itu jangan terlalu diperdebatkan. Pokoke kalau iman ya harus yakin kalau dajjal benar-benar ada”(papar Sarikhuluk).
            “Terus sekarang kalau dibandingkan dengan kebanyakan media sekarang ini gimana Luk?(tanya Paidi)”. “Coba renungkan bareng-bareng, kebanyakan media kita saat ini sangat mirip dengan sifat-sifat dajjal yang tak gambarkan tadi. Kebanyakan media, baik elektronik maupun cetak itu berisi kebohongan-kebohongan. Ironisnya kebanyakan orang seolah tersihir menikmati kebohongan-kebohongan itu. Iklan-iklan media di TV kebanyakan mengajak orang kepada yang bukan dirinya. TV menjadi tuntunan, agama menjadi tontonan. Orientasi media kebanyakan hanya satu: dunia oriented. Yang menang ialah yang punya modal besar. Peran media sangat besar dalam membalikkan fakta. Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar. Sekarang ini kan abad informasi, siapa saja yang menguasai media, maka berpeluang besar menggiring opini masyarakat. Dibanding dengan dajjal tadi, media sama memiliki kecepatan yang luar biasa. Kalau dulu komunikasi jarak jauh dibutuhkan waktu sekian lama, sekarang hanya beberapa detik sudah bisa komunikasi. Ada tanda kaf fa ra juga di kebanyakan media, dan itu hanya bisa dilihat oleh orang yang beriman. Kafir asala artinya menutupi, kamu lihat media kebanyakan menutup-nutupi sesuatu yang seharusnya tak boleh ditutupi. Dajjal akan mendatangi semua dunia, demikian juga media, hampir ditiap wilayah media pasti masuk walau masih sangat sederhana. Dan agen-agen besar media di dunia ini kebanyakan melayani misi Yahudi. Nek kalian pingin selamat dari fitnahnya yo pertebal iman, ojo gumunan lan gampang melok(jangan gampang kaget dan ikut-ikutan), tetap kritis, terus gunakan media sebatas keperluan. Kalau tidak kalian pasti ikut mereka. Soale memang menggiurkan godaane. Lha kajian-kajian semacam ini salah satu upaya agar kita tidak ikut-ikutan pada kebanyakan ‘media dajjal’. Yang penting sekarang bukan mempermasalahkan kapan datang dajjal. Sejauh mana yang lebih penting  persiapan kita menghadapinya di tengah-tengak lingkungan yang kebanyakan dipenuhi dengan kebanyakan ‘media dajjal’(Sarikhuluk menjelaskan dengan sangat serius dan semangat. Tapi tanpa dinyana teman-temannya ada yang tidur dan ada yang mengalihkan perhatiannya ke TV, hand pone dan lain sebagainya) Jangkrek arek-arek iki belum sampai setengah jam sudah terkena ‘media dajjal’(tegur Sarikhuluk dengan sangat kesal).

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan