Home » » Menjemput 'Momentum Kemenangan'

Menjemput 'Momentum Kemenangan'

Written By Amoe Hirata on Jumat, 02 Januari 2015 | 14.17

Kemenangan selalu meminta pengorbanan yang luar biasa dari penginginnya. Kemenangan selalu dilatari oleh keberhasilan ‘pengingin kemenangan’ dalam melampaui nafsu sesaatnya. Ia memiliki pandangan jauh ke depan melebihi orang-orang pada zamannya. Antusias, ambisi, kekuatan, kecerdasan, pengalaman, kecepatan, ilmu dan kepribadian ‘pengingin kemenangan' begitu menonjol dan malampaui orang-orang di sekelilingnya. Lebih jauh dari itu kalau ditilik secara mendalam, ternyata di balik suksesnya para ‘pengingin kemenangan’ bukan semata terletak pada ambisi besarnya untuk meraih kemenangan, tapi karena ia bisa mempertemukan antara kelebihan yang dimiliki dengan takdir kemenangannya yang disebut ‘momentum kemenangan’. ‘Momentum Kemenangan’ merupakan saat di mana ‘pengingin kemenangan’ mampu mengawinkan segenap potensi yang dimiliki dengan takdi Tuhan. Ia sudah habis-habisan mengerahkan segenap potensinya untuk menemukan ‘momentum kemenangan’. Yang diperlukan oleh mereka ialah semangat pembelajaran tida henti. Belajar sedemekian rupa tanpa mengenal lelah dan lesuh. Sedapat mungkin ia membuat warna dalam hidupnya supaya tidak dililit oleh kondisi futur yang dapat merusak ‘selera kemenangan’.

‘Pengingin Kemenangan” begitu memiliki power(kekuatan) ekstra; speed(kecepatan) prima dalam bertindak dan mengambil keputusan; memiliki timing(ketepatan waktu dan akurasi yang tepat). Ketiga hal tadi oleh para ‘pengingin kemenangan’ dipadukan sedemekian indah, cantik dan sungguh-sungguh hingga menjumpai titik klimaks dari ‘momentum kemenangan’. Ini berlaku bagi orang muslim maupun non muslim. Hanya yang membedakan antara muslim dan non muslim ialah bahwa kalau muslim, kemenangan hanyalah sarana untuk menuju tujuan yang lebih hakiki dan abadi berupa keridhaan Allah di dunia dan Akhirat, tapi kalau non muslim kemenangan merupakan tujuan utama dan dibolehkan dengan cara apa saja. Di antara ‘pengingin kemenangan’ terbaik yang pernah dimiliki umat Islam ialah Sultan Mehmed II (Muhammad al-Fatih) yang mampu menjemput bisyarah (kabar gembira) Nabi untuk memenangkan Konstantinopel yang menjadi fokus para pemimpin Islam berabad-abad. Dengan potensi yang luar biasa itu, serta niat yang pas, akhirnya ia menemukan momentum kemenangannya menuju ridha Tuhannya. Umat Islam sekarang ini berada pada titik nadhir kelangkaan pemimpin sekaliber Mehmed al-Fatih. Kapan kiranya umat Islam menjemput momentum kemenangan lagi? Jawabannya pada diri anda masing-masing.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan