Home » » Surga Adam dan Surga yang Teridam

Surga Adam dan Surga yang Teridam

Written By Amoe Hirata on Rabu, 13 Mei 2015 | 06.38

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa Jannah(surga) yang pernah ditempati Adam dan Hawa ialah surga yang diperuntukan orang-orang beriman kelak di hari kiamat.....pendapat inilah yang mendorong para orientalis dan lainya bertanya-tanya: - Bagaimana mungkin Iblis bisa masuk surga orang-orang yang taat pada Allah untuk kemudia membisiki(kejahatan) dan membujuk Adam dan Hawa melakuakan maksiyat? - Bagaimana mungkin Iblis yang laknat dan terusir dari surga bisa masuk surga yang kekal? - Bagaimana mungkin Adam dan Hawa masuk surga kemudian diusir darinya? padahal Allah telah menetapkan bahwah orang yang masuk surga akan kekal di dalamnya?

Allah menggunakan kata "Jannah" dalam Al-Qur`an dengan makna yang bermacam-macam. Jannah secara bahasa berarti tertutup(tersembunyi)...karrena itulah kata "jannah" dipakai untuk menggambarkan tempat yang di dalamnya ada pepohonan yang rindang dan beraneka ragam..diman jika orang berjalan di dalamnya...maka pepohonan yang rindang dan beranekaragam ini menutupi dan membuatnya tak terlihat dari orang yang beradi di luar tempat tersebut, karena itulah orang yang di luar jannah tidak bisa melihat orang yang masuk kedalamnnya..di saat yang sama..ia menemukan di dalam jannah sebab-sebab kehidupan yang sempurna..karena itulah ia tidak perlu keluar darinya..inilah makna "jannah" secara bahasa.

Kalau kita teliti dalam al-Qur`an al-Kariim..kita dapati bahwa al-Qur`an menggunakan kata "jannah" dengan makna yang banyak, lebih dari satu makna..kadang dipakai dengan makna secara bahasa berupa tertutup/tersembunyi...kadang juga dipakai dengan makna secara agama yaitu jannah(surga) yang kekal..karena itulah banyak kita jumpai kata "jannah" dengan kedua makna tersebut..:
- " Dan buatlah permisalan untuk mereka, dua orang laki-laki yang Kami jadikan untuk salah satu dari keduanya dua kebun berupa anggur dan Kami selingi dengan kurma dan Kami jadikan diantara keduanya tanaman"(Q.s. Al-Kahfi: 32).
- " Apakah salah seorang dari kalian ingin mempnyai kebun berupa Kurma dan Anggur yang mengalir dari bawahnya sungai-sungai, ia mempunyai dari(kebun itu) dari setiap buah-buahan"(Q.s. Al-Baqarah: 266).
- "sungguh pada tempat tinggal kaum Saba`  ada tanda besar kekuasaan Allah, yaitu dua kebun dari kanan dan kiri, makanlah dari rizki Tuhanmu dan bersyukurlah pada-Nya, negri yang makmur dan diampuni Tuhan" (q.s. Saba`: 15).
Semua ayat di atas memakai kata "jannah" dengan arti kebun di dunia...

Sebagian ulama berpendapat bahwa Allah membedakan antara surga dunia dengan surga akhirat..maka kata "al-jannah" dipakai hanya untuk surga akhirat saja..sedang lafad "jannah" tanpa alif lam dipakai untuk jannah dunia..

Akan tetapi perkataan itu tidak benar karena ada ayat yang memakai kata "jannah" disertai alif lam dengan makna jannah dunia: " Sungguh Kami menguji mereka sebagaimana  Kami menguji pemilik al-jannah( kebun)ketika mereka bersumpah sungguh kami akan memanennya pagi-pagi, sedang mereka ketika itu tidak mengucap InsyaAllah.." (Q.s. al-Qalam: 17-18). Cerita pada kedua ayat diatas mengungkap al-Jannah dengan makna kebun yang ada di dunia.. jadi kalau begitu alim dan lam tidak membedakan lafadz "jannah"..yang berarti jannah akhirat..

Kita berhenti sejenak untuk menyikapi beberapa pendapat yang mengatakan bahwa surga yang ditempati Adam dan Hawa ialah surga yang kekal..dan ketika mereka berdua bermaksiyat pada Allah lalu keduanya diusir dari surga..dan menurunkan keduanya agar hidup susah di atas bumi.

Pernyataan tersebut tidak benar secara mutlak. Pertama, ini karena, sebelum Allah menciptakan Adam Dia telah menentukan tugas Adam pada kehidupan ini(dunia). Allah berfirman, " Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata pada Malaikat, " Sungguh Aku akan menjadikan di muka bumi ini Khalifah" (Q.s. Al-Baqarah: 30).Jadi setelah penciptaan Adam sempurna..maka tujuan diciptakanya ialah Ia akan hidup di bumi dan memakmurkanya.

Kedua, Kalau Adam sungguh diusir dari surga lantaran telah bermaksiyat..lalu apa dosa kita sampai kita mewarisi maksiyat dan kesusahan..ini menafikan keadilan Allah ta`aala: " Dan orang yang berdosa tidak menanggung dosa orang lain" (Q.s. Faathir: 18). Manusia hanya dihisab terhadap yg telah dilakukan saja..dan tidak dihisap dari apa yang telah dilakukan bapak, kakek atau anak anaknya.. karena manusia tidak membawa melainkan kebaikan dan kejelekan-kejelekanya sendiri..karena itu tidak mungkin kalau Adam hidup dalam Surga yang abadi..kemudian diusir darinya karena telah bermaksiyat..lalu kita menanggung hasil maksiyat..kita mewarisinya dan kita diazab karenanya berupa terusir dari surga, karena kalau saja Adam dan Hawa tidak bermaksiyat kita akan hidup di surga..kami katakan pada mereka yang bahwa jika Adam diusir dari surga yang abadi maka ini bertentangan dengan keadilan Allah yang enggan menjadikan maksiyat sebagai warisan.

Akan tetapi mengapa Allah menempatkan Adam dan Hawa di surga setelah selesai penciptanya?
Jawab: Ini ada hikmahnya..Adam diciptakan untuk menerima manhaj dari Allah..berupa Kerjakan dan jangan kerjakan...sedang dalam manhaj ini terkandung kemslahatan di muka bumi..apa saja yang diperintahkan Allah..jika tidak dikerjakan maka rusaklah bumi, sedang larangan-Nya bila tidak di tinggalkan akan rusak pula bumi..

Sesungguhnya Allah meletakkan Adam dan Hawa di Jannah supaya mereka berdua dapat mengambil pelajaran(pengalaman) konkrit dalam merealisasikan manhaj Allah surga ..dan supaya berhati-hati terhadap peringatan-Nya..berupa tugas setan dalam merusak manhaj Allah..karena tugas setan ialah mendorong Adam beserta keturunanya agar melakukan apa saja yang dilarang Allah..dan tidak melakukan apa yang diperintahkan-Nya..Ketika Allah melarang kita minum khamr, maka setan merayu dan membujuk kita agar meminumnya...Ketika Allah memerintah kita menegakkan shalat ..maka setan merayunya agar meninggalkan shalat.

Pengalaman Adam dan Hawa berupa diusir dari mungkin terlihat sederhana namun sangat besar artinya..itu merupakan latihan praktis untuk Adam terhadap apa yang akan terjadi jika ia taat pada Allah..dan apa yang terjadi ketika ia taat pada setan..demikianlah Allah mengajari pengalaman penting untuk Adam..dan memenuhi setiap kebutuhan unsur  hidup  di tempat yang disebut al-Jannah..Maka Allah berfirman, " Wahai Adam tinggallah kamu dan istrimu di surga dan makanlah sesuka kalian dan janganlah kalian mendekati pohon ini maka kalian berdu akan menjadi diantara orang-orang yang dzalim" (Q.s. Al-A`raf: 19). [Disarikan dari: Khawatir Tafsir Sya`rawi].


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Amoe Hirata - All Rights Reserved
Maskolis' Creation Published by Mahmud Budi Setiawan